From the Guidelines
Penelitian prognosis dilakukan dengan mendefinisikan pertanyaan penelitian yang jelas dan memilih desain studi yang tepat, seperti studi kohort di mana pasien dengan kondisi tertentu diikuti selama waktu tertentu. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi faktor-faktor prognostik potensial (prediktor) berdasarkan pengetahuan klinis dan literatur, kemudian mengumpulkan data baseline yang komprehensif termasuk informasi demografi, karakteristik penyakit, biomarker, dan variabel lain yang relevan 1. Pasien diikuti selama periode waktu tertentu di mana peristiwa hasil sistematis dicatat. Teknik analisis statistik seperti analisis survival, model regresi, dan algoritma pembelajaran mesin digunakan untuk mengidentifikasi asosiasi antara faktor-faktor baseline dan hasil. Model prognostik yang dihasilkan divalidasi menggunakan metode internal seperti bootstrapping atau validasi eksternal dengan dataset independen. Kinerja model ini dievaluasi melalui ukuran diskriminasi (kemampuan untuk membedakan antara pasien dengan hasil yang berbeda) dan kalibrasi (akurasi probabilitas yang diprediksi) 1. Akhirnya, utilitas klinis model prognostik dievaluasi untuk menentukan apakah dapat memperbaiki pengambilan keputusan klinis dan hasil pasien secara bermakna.
Beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam situasi klinis ini adalah:
- Jangan menjadi beban bagi pasien
- Gunakan informasi prognostik dalam pendekatan yang etis dan valid
- Komunikasikan prognosis ketika diminta dan dengan cara yang tepat
- Berikan penekanan pada pendekatan terapi holistik di luar batas waktu 1.
Dalam melakukan penelitian prognosis, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil, seperti karakteristik pasien, penyakit, dan pengobatan. Selain itu, penting untuk menggunakan metode analisis statistik yang tepat dan memvalidasi model prognostik yang dihasilkan untuk memastikan bahwa hasilnya akurat dan dapat diandalkan 1.
From the Research
Penelitian Prognosis
Penelitian prognosis dilakukan untuk memprediksi hasil atau kemungkinan perkembangan suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil dalam melakukan penelitian prognosis:
- Mengidentifikasi pertanyaan penelitian yang jelas dan spesifik, seperti yang dijelaskan dalam studi 2
- Mengumpulkan data yang relevan dan akurat, seperti yang dilakukan dalam studi 3
- Menggunakan metode statistik yang tepat untuk menganalisis data, seperti yang dijelaskan dalam studi 4
- Menginterpretasikan hasil penelitian dan membuat kesimpulan yang berdasar pada data, seperti yang dilakukan dalam studi 5
Jenis Penelitian Prognosis
Terdapat beberapa jenis penelitian prognosis, termasuk:
- Penelitian prognosis keseluruhan, yang mempelajari hasil atau kemungkinan perkembangan suatu penyakit atau kondisi kesehatan secara keseluruhan
- Penelitian faktor prognostik, yang mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil atau kemungkinan perkembangan suatu penyakit atau kondisi kesehatan
- Penelitian model prognostik, yang mempelajari model atau sistem yang dapat digunakan untuk memprediksi hasil atau kemungkinan perkembangan suatu penyakit atau kondisi kesehatan
- Penelitian prediktor efek pengobatan, yang mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi efek pengobatan suatu penyakit atau kondisi kesehatan, seperti yang dijelaskan dalam studi 4
Contoh Penelitian Prognosis
Studi 3 merupakan contoh penelitian prognosis yang mempelajari efek vaksin herpes zoster pada kemungkinan terjadinya demensia. Studi ini menggunakan desain eksperimen alam dan menganalisis data dari catatan kesehatan elektronik untuk menentukan apakah vaksin herpes zoster dapat mengurangi kemungkinan terjadinya demensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin herpes zoster dapat mengurangi kemungkinan terjadinya demensia sebesar 20,0% pada wanita dan 3,5% pada pria.