From the Guidelines
Penentuan populasi sampel pada penelitian prognosis harus didasarkan pada perhitungan ukuran sampel yang tepat untuk mendeteksi perbedaan klinis yang signifikan dengan tingkat kekuatan statistik yang diinginkan, biasanya 80-90%. Untuk menentukan ukuran sampel, perlu dilakukan perhitungan berdasarkan tingkat kejadian yang diharapkan, tingkat signifikansi (biasanya 0.05), dan perbedaan minimal yang klinis penting yang ingin dideteksi 1. Selain itu, perlu mempertimbangkan penggunaan teknik sampling yang tepat, seperti sampling berurutan, untuk meminimalkan bias seleksi, dan memastikan strategi rekrutmen yang dapat menangkap populasi pasien yang representatif dari beberapa pusat jika memungkinkan.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan ukuran sampel adalah:
- Tingkat kejadian yang diharapkan
- Tingkat signifikansi
- Perbedaan minimal yang klinis penting
- Kekuatan statistik yang diinginkan
- Teknik sampling yang digunakan
Dalam penelitian prognosis, perlu memastikan bahwa follow-up period cukup lama untuk mengamati hasil yang diinginkan, biasanya melebihi waktu median kejadian 1. Selain itu, perlu mempertimbangkan penggunaan kriteria inklusi dan eksklusi yang tepat untuk memastikan bahwa populasi sampel yang dipilih adalah representatif dari populasi yang lebih luas dengan kondisi yang sama.
Dalam sebuah penelitian, ukuran sampel yang tepat dapat membantu memastikan bahwa hasil penelitian adalah valid dan dapat digeneralisir ke populasi yang lebih luas 1. Oleh karena itu, perlu melakukan perhitungan ukuran sampel yang tepat dan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran sampel untuk memastikan bahwa penelitian prognosis yang dilakukan adalah efektif dan efisien.
From the Research
Menentukan Populasi Sampel pada Penelitian Prognosis
Untuk menentukan populasi sampel pada penelitian prognosis, beberapa faktor perlu dipertimbangkan, termasuk:
- Efek ukuran (effect size) 2, 3
- Tingkat signifikansi (significance level) 2, 4
- Kekuatan statistik (statistical power) 2, 3, 4
- Presisi yang dapat diterima (acceptable precision levels) 4
- Tingkat kepercayaan (confidence level) 4
Faktor yang Mempengaruhi Ukuran Sampel
Beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran sampel adalah:
- Desain penelitian (study design) 3, 5
- Jenis analisis statistik yang digunakan (type of statistical analysis) 4
- Besarannya efek yang diharapkan (magnitude of expected effect) 3, 4
- Ketersediaan data dan sumber daya (availability of data and resources) 4, 6
Perhitungan Ukuran Sampel
Perhitungan ukuran sampel dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik atau dengan menggunakan rumus yang sesuai 5, 6. Namun, perlu diingat bahwa perhitungan ukuran sampel yang tidak tepat dapat menghasilkan sampel yang terlalu besar atau terlalu kecil, yang dapat mempengaruhi validitas hasil penelitian 2, 3, 6.