Why is intrathecal methotrexate (MTX) preferred over intravenous (IV) administration?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 7, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Kemoterapi methotrexate intratekal lebih efektif daripada intravena untuk mengobati keganasan sistem saraf pusat (SSP) karena dapat melewati sawar darah-otak dan mencapai konsentrasi terapeutik yang lebih tinggi di cairan serebrospinal. Hal ini disebabkan oleh sawar darah-otak yang mencegah penetrasi adekuat methotrexate intravena ke dalam SSP 1. Dengan pemberian intratekal, methotrexate dapat mencapai sel kanker di SSP secara langsung dan efektif, sehingga mengurangi risiko kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien 1. Selain itu, pemberian intratekal juga dapat mengurangi efek sampingan sistemik yang terkait dengan pemberian methotrexate intravena 1. Namun, perlu diingat bahwa pemberian intratekal memiliki risiko dan efek sampingan yang perlu dipantau dan diatasi, seperti leukoensefalopati dan mielosupresi 1. Dalam beberapa kasus, pemberian intravena dengan dosis tinggi dapat menjadi alternatif, tetapi pemberian intratekal masih merupakan pilihan utama untuk mengobati keganasan SSP 1.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemberian methotrexate intratekal adalah:

  • Dosis yang tepat, biasanya berkisar antara 12-15 mg per administrasi 1
  • Frekuensi pemberian yang sesuai dengan protokol pengobatan yang digunakan 1
  • Pemantauan efek sampingan dan risiko yang terkait dengan pemberian intratekal 1
  • Evaluasi keefektifan pengobatan dan penyesuaian dosis atau protokol jika diperlukan 1

Dalam keseluruhan, pemberian methotrexate intratekal merupakan pilihan yang efektif dan aman untuk mengobati keganasan SSP, tetapi perlu dilakukan dengan hati-hati dan pemantauan yang ketat untuk meminimalkan risiko dan efek sampingan.

From the FDA Drug Label

In the treatment of prophylaxis of meningeal leukemia, methotrexate must be administered intrathecally. Methotrexate intratekal bukan intravena karena indikasi spesifik untuk pengobatan dan pencegahan leukemia meningeal. Penggunaan intratekal memungkinkan konsentrasi obat yang lebih tinggi di daerah yang terkena, sehingga lebih efektif dalam mengobati kondisi ini. Selain itu, penggunaan intratekal juga dapat mengurangi efek sampingan yang terkait dengan penggunaan methotrexate secara sistemik 2.

From the Research

Alasan Kemoterapi Methotrexate Intratekal

Kemoterapi methotrexate intratekal digunakan untuk mengobati kanker yang memengaruhi sistem saraf pusat (SSP), seperti leukemia atau limfoma. Berikut beberapa alasan mengapa kemoterapi methotrexate intratekal lebih efektif daripada intravena:

  • Methotrexate dapat menembus sawar darah-otak (blood-brain barrier) dan mencapai SSP secara langsung melalui jalur intratekal 3, 4.
  • Kemoterapi intratekal dapat mengurangi risiko kekambuhan kanker di SSP 4.
  • Methotrexate intratekal dapat digunakan dalam kombinasi dengan kemoterapi lain untuk meningkatkan efektivitas pengobatan 5, 6.

Efek Sampingan Kemoterapi Methotrexate Intratekal

Meskipun kemoterapi methotrexate intratekal efektif, namun juga dapat menyebabkan efek sampingan, seperti:

  • Neurotoksisitas, yang dapat menyebabkan gejala seperti kelemahan, kejang, dan perubahan mental 3, 7.
  • Kerusakan pada sistem saraf pusat, yang dapat menyebabkan gejala seperti paraplegia dan demensia 7.

Kesimpulan Tidak Dapat Diberikan

Tidak dapat disimpulkan bahwa kemoterapi methotrexate intratekal lebih baik daripada intravena, karena kedua metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, dapat disimpulkan bahwa kemoterapi methotrexate intratekal dapat menjadi pilihan yang efektif untuk mengobati kanker yang memengaruhi sistem saraf pusat.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.