What foods are high in phosphate and oxalate?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 26, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Makanan Tinggi Fosfat dan Oksalat

Makanan tinggi oksalat yang harus dibatasi meliputi kacang-kacangan tertentu (almond, kacang tanah, mete, walnut, pecan), sayuran tertentu (bit dan bayam), dedak gandum, dedak beras, dan cokelat 1.

Makanan Tinggi Oksalat

Berdasarkan pedoman dari Kidney International dan AUA, makanan dengan kandungan oksalat tinggi yang perlu dihindari atau dibatasi adalah 1, 2:

Kacang-kacangan:

  • Almond (kandungan oksalat tertinggi di antara susu nabati alternatif) 3
  • Kacang tanah
  • Mete
  • Walnut
  • Pecan

Sayuran:

  • Bayam (spinach)
  • Bit (beets)

Biji-bijian dan Produk Turunannya:

  • Dedak gandum (wheat bran)
  • Dedak beras (rice bran)
  • Dedak oat menunjukkan konsentrasi oksalat terlarut tertinggi pada 79 mg/100g 4

Lainnya:

  • Cokelat
  • Produk kedelai tertentu (soy flour, textured vegetable soy protein, kacang kedelai, tempeh, soynut butter) mengandung >10 mg oksalat per sajian 5

Makanan Tinggi Fosfat (Phytate)

Penelitian menunjukkan kandungan asam fitat dalam berbagai makanan 4, 5, 6:

Kacang-kacangan dan Legum:

  • Kedelai mentah memiliki kandungan tertinggi: 22.91 mg/g 7
  • Kacang-kacangan Kanada: 8.55-22.85 mg/g 7
  • Produk kedelai: 0.80-18.79 mg phytate/g 5

Biji-bijian:

  • Dedak sereal (gandum, barley, oat): 227-4393 mg/100g 4
  • Dedak gandum, oat, dan barley mengandung konsentrasi fitat yang signifikan

Sayuran Berdaun:

  • Sayuran Nigeria menunjukkan kandungan 90-260 mg/100g berat kering 6

Pertimbangan Penting

Catatan kritis: Meskipun makanan ini tinggi oksalat, pedoman terbaru menekankan bahwa pasien dengan batu ginjal harus menerima diet seimbang, hanya menghindari makanan dengan kadar oksalat yang sangat tinggi 8. Pembatasan oksalat yang terlalu ketat tidak direkomendasikan untuk semua pasien.

Interaksi Kalsium-Oksalat:

Konsumsi kalsium yang cukup (1000-1200 mg/hari) dari makanan bersamaan dengan makanan sangat penting karena kalsium mengikat oksalat di usus, mengurangi penyerapan oksalat 2. Ini adalah paradoks penting: diet tinggi kalsium sebenarnya mengurangi risiko batu ginjal.

Pengolahan Makanan:

Merendam dan memasak dapat mengurangi kandungan oksalat secara signifikan:

  • Perendaman: mengurangi oksalat total 17.40-51.89% dan oksalat terlarut 26.66-56.29% 7
  • Memasak lebih efektif dalam mengurangi semua faktor antinutrisi 7

Alternatif Susu Nabati:

Untuk pasien yang menghindari oksalat, susu kelapa dan flax memiliki kadar oksalat yang tidak terdeteksi, sementara susu almond memiliki konsentrasi oksalat tertinggi 3. Susu oat, macadamia, beras, dan kedelai memiliki parameter yang sebanding dengan susu sapi dalam hal faktor risiko batu ginjal.

References

Guideline

diet and fluid prescription in stone disease.

Kidney International, 2006

Guideline

medical management of kidney stones: aua guideline.

The Journal of urology, 2014

Research

Plant-Based Milk Alternatives and Risk Factors for Kidney Stones and Chronic Kidney Disease.

Journal of renal nutrition : the official journal of the Council on Renal Nutrition of the National Kidney Foundation, 2022

Research

Oxalate and phytate of soy foods.

Journal of agricultural and food chemistry, 2005

Research

The toxicants and phosphorus content of some Nigerian vegetables.

Plant foods for human nutrition (Dordrecht, Netherlands), 1993

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.