When to take Ribavirin (Antiviral medication)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 9, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Arbiron diminum harus sesuai dengan petunjuk dokter, biasanya sekali atau dua kali sehari dengan makanan. Pengobatan hepatitis C dengan menggunakan kombinasi peginterferon (PEG-IFN) alfa dan ribavirin telah menjadi standar perawatan untuk pasien dengan hepatitis C kronis 1. Namun, perlu diingat bahwa Arbiron tidak disebutkan dalam studi yang disediakan, sehingga informasi tentang penggunaan Arbiron tidak dapat diperoleh dari sumber ini. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan tidak mengubah dosis atau jadwal pengobatan tanpa konsultasi sebelumnya. Beberapa studi menunjukkan bahwa kombinasi PEG-IFN alfa dan ribavirin dapat mencapai respon virologis yang berkelanjutan (SVR) pada 54%-56% pasien dengan hepatitis C kronis 1. Selain itu, penggunaan ribavirin dengan dosis yang lebih tinggi (1000-1200 mg/hari) dapat meningkatkan kemungkinan mencapai SVR pada pasien dengan genotype 1 1. Namun, perlu diingat bahwa setiap pasien memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan melakukan pemantauan secara teratur untuk memastikan pengobatan yang efektif dan aman.

From the Research

Arbiron Diminum

  • Arbiron diminum tidak dijelaskan secara spesifik dalam studi yang disediakan 2, 3, 4, 5, 6
  • Namun, beberapa studi membahas tentang penggunaan ribavirin dalam pengobatan hepatitis C dan infeksi virus pernapasan sinkitial 2, 3, 4, 5, 6
  • Dosis dan durasi pengobatan ribavirin dapat bervariasi tergantung pada kondisi pasien dan jenis infeksi yang diobati 2, 3, 4, 5, 6

Penggunaan Ribavirin

  • Ribavirin digunakan dalam pengobatan hepatitis C, terutama pada pasien dengan infeksi genotype 2 atau 3 2, 4, 5
  • Ribavirin juga digunakan dalam pengobatan infeksi virus pernapasan sinkitial pada pasien yang immunokompromis 3, 6
  • Dosis ribavirin yang umum digunakan adalah 600-800 mg dua kali sehari, namun dapat disesuaikan berdasarkan kondisi pasien dan jenis infeksi yang diobati 2, 3, 4, 5, 6

Efek Samping dan Kontraindikasi

  • Ribavirin dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, diare, dan anemia 2, 3, 4, 5, 6
  • Ribavirin juga memiliki kontraindikasi pada pasien yang hamil atau menyusui, serta pasien dengan riwayat penyakit hati atau ginjal yang parah 2, 3, 4, 5, 6

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Oral ribavirin therapy for respiratory syncytial virus infections in moderately to severely immunocompromised patients.

Transplant infectious disease : an official journal of the Transplantation Society, 2014

Research

Use of Ribavirin for Hepatitis C Treatment in the Modern Direct-acting Antiviral Era.

Journal of clinical and translational hepatology, 2018

Research

Antiviral Treatments.

Clinics in chest medicine, 2017

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.