When should Abiraterone (Zytiga) be taken for prostate cancer?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 9, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Abiraterone harus diminum sekali sehari, biasanya di pagi hari, dengan perut kosong, dengan dosis standar 1000 mg (empat tablet 250 mg) yang dikonsumsi bersama dengan prednisone 5 mg dua kali sehari. Hal ini penting karena abiraterone bekerja dengan memblokir enzim CYP17, yang diperlukan untuk produksi androgen (hormon pria) di testis, kelenjar adrenal, dan jaringan tumor prostat. Dengan mengurangi hormon-hormon ini, abiraterone membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker prostat yang bergantung pada androgen untuk tumbuh 1. Pantauan teratur fungsi hati, tekanan darah, dan tingkat kalium diperlukan saat mengonsumsi obat ini karena potensi efek sampingan 1. Selalu konsumsi abiraterone tepat seperti yang diresepkan oleh dokter dan jangan sesuaikan dosis tanpa saran medis. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa abiraterone dapat diberikan dengan dosis 250 mg/hari setelah sarapan rendah lemak sebagai alternatif dari dosis 1000 mg/hari setelah puasa semalam 1. Namun, perlu diingat bahwa efek sampingan seperti hipertensi, hipokalemia, dan edema dapat terjadi, sehingga pemantauan yang ketat diperlukan 1.

From the FDA Drug Label

DOSAGE AND ADMINISTRATION Metastatic castration-resistant prostate cancer: Abiraterone acetate tablets 1,000 mg orally once daily with prednisone 5 mg orally twice daily. Abiraterone acetate tablets must be taken on an empty stomach with water at least 1 hour before or 2 hours after a meal.

Abiraterone prostat diminum 1 kali sehari dengan dosis 1.000 mg secara oral, bersama dengan prednisone 5 mg secara oral 2 kali sehari 2. Perlu diingat untuk mengonsumsi abiraterone acetate tablets dengan perut kosong dan tidak boleh dikunyah atau dihancurkan.

From the Research

Abiraterone Prostat Diminum Kapan

Abiraterone adalah obat yang digunakan untuk mengobati kanker prostat yang telah menyebar (metastatik) dan resisten terhadap kastrasi. Berikut adalah beberapa poin penting tentang abiraterone:

  • Abiraterone bekerja dengan menghambat produksi androgen, yang merupakan hormon yang dapat memicu pertumbuhan kanker prostat 3, 4.
  • Abiraterone telah terbukti efektif dalam memperpanjang kelangsungan hidup dan memperlambat progresi penyakit pada pasien dengan kanker prostat metastatik yang resisten terhadap kastrasi 3, 5.
  • Abiraterone dapat digunakan sebagai terapi lini pertama atau kedua untuk pasien dengan kanker prostat metastatik yang resisten terhadap kastrasi 6, 7.
  • Efek sampingan abiraterone dapat mencakup hipokalemia, hipertensi, dan retensi cairan, serta efek sampingan kardiovaskular dan hepatotoksisitas 3, 4.

Waktu Penggunaan Abiraterone

Abiraterone dapat digunakan pada berbagai tahap penyakit kanker prostat, termasuk:

  • Pasien dengan kanker prostat metastatik yang resisten terhadap kastrasi dan telah menerima kemoterapi 3, 4.
  • Pasien dengan kanker prostat metastatik yang resisten terhadap kastrasi dan belum menerima kemoterapi 5, 6.
  • Pasien dengan kanker prostat yang telah menyebar dan memerlukan terapi hormonal 7.

Kesimpulan Tidak Dapat Diberikan

Tidak ada kesimpulan yang dapat diberikan karena tidak ada pertanyaan yang jelas tentang abiraterone prostat diminum kapan. Namun, berdasarkan bukti yang ada, abiraterone dapat digunakan sebagai terapi untuk pasien dengan kanker prostat metastatik yang resisten terhadap kastrasi, dan waktu penggunaannya dapat bervariasi tergantung pada tahap penyakit dan riwayat pengobatan sebelumnya 3, 4, 5, 6, 7.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.