From the Guidelines
Pengobatan jantung dengan reduksi EF harus difokuskan pada terapi medis yang dipandu oleh pedoman (GDMT) yang mencakup empat kelas obat, termasuk inhibitor sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT2i) untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan kualitas hidup pasien. Berdasarkan pedoman terbaru dari American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines tahun 2022 1, terapi ini harus mencakup:
- Inhibitor sistem renin-angiotensin, seperti ACE inhibitor (ACEi) atau angiotensin receptor blocker (ARB)
- Beta-blocker yang telah terbukti memperpanjang hidup, seperti carvedilol, metoprolol succinate, atau bisoprolol
- Antagonis reseptor mineralokortikoid, seperti spironolactone atau eplerenone, untuk pasien dengan EF ≤35%
- SGLT2i, seperti dapagliflozin atau empagliflozin, untuk pasien yang masih simtomatik dan memiliki riwayat hospitalisasi atau mortalitas yang tinggi
Selain itu, pasien dengan jantung reduksi EF juga harus mendapatkan terapi diuretik untuk mengelola gejala kelebihan cairan, serta modifikasi gaya hidup seperti pembatasan sodium, olahraga teratur, dan pengelolaan cairan 1. Penggunaan SGLT2i telah terbukti mengurangi hospitalisasi dan mortalitas pada pasien dengan jantung reduksi EF, sehingga harus dipertimbangkan sebagai bagian dari terapi GDMT.
From the FDA Drug Label
Sacubitril and valsartan tablets are indicated to reduce the risk of cardiovascular death and hospitalization for heart failure in adult patients with chronic heart failure and reduced ejection fraction. Left ventricular ejection fraction (LVEF) is a variable measure, so use clinical judgment in deciding whom to treat [see Clinical Studies (14.1)].
Pengobatan jantung reduce EF dapat menggunakan sacubitril dan valsartan untuk mengurangi risiko kematian kardiovaskuler dan rawat inap karena gagal jantung pada pasien dewasa dengan gagal jantung kronis dan fraksi ejeksi yang berkurang 2 2.
- Indikasi: Pengobatan gagal jantung pada pasien dewasa dengan fraksi ejeksi yang berkurang.
- Dosis: Dosis awal yang direkomendasikan adalah 49/51 mg secara oral dua kali sehari, dengan peningkatan dosis setelah 2-4 minggu menjadi dosis pemeliharaan target 97/103 mg dua kali sehari, sesuai dengan toleransi pasien.
From the Research
Pengobatan Jantung Reduce EF
Pengobatan jantung dengan reduksi fraksi ejeksi (EF) melibatkan beberapa pilihan terapi farmakologis. Berikut adalah beberapa pilihan yang tersedia:
- Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitors atau Angiotensin Receptor Blockers (ARBs) dan Beta Blockers (BB) merupakan pilihan utama dalam pengobatan heart failure dengan reduced ejection fraction (HFrEF) 3.
- Angiotensin Receptor-Neprilysin Inhibitors (ARNI) seperti sacubitril/valsartan dapat digunakan sebagai alternatif ACE inhibitor atau ARB dan menunjukkan manfaat dalam mengurangi mortalitas 3, 4.
- Dapagliflozin, sebuah obat yang menargetkan sodium-glucose cotransporter 2 (SGLT2), dapat digunakan sebagai tambahan terapi untuk mengurangi risiko hospitalisasi karena heart failure 3, 5.
Pilihan Terapi
Pilihan terapi untuk pengobatan jantung dengan reduksi EF tergantung pada kondisi pasien dan riwayat penyakitnya. Berikut adalah beberapa pilihan terapi yang tersedia:
- ACE inhibitors atau ARB dan BB merupakan pilihan utama dalam pengobatan HFrEF 3, 6.
- ARNI seperti sacubitril/valsartan dapat digunakan sebagai alternatif ACE inhibitor atau ARB 3, 4.
- SGLT2 inhibitors seperti dapagliflozin dapat digunakan sebagai tambahan terapi untuk mengurangi risiko hospitalisasi karena heart failure 3, 5.
- Mineralocorticoid Receptor Antagonists (MRAs) dan β-blockers juga dapat digunakan dalam pengobatan HFrEF 7, 5.
Manfaat dan Risiko
Setiap pilihan terapi memiliki manfaat dan risiko yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa manfaat dan risiko yang terkait dengan pilihan terapi:
- ACE inhibitors atau ARB dan BB dapat mengurangi mortalitas dan morbiditas pada pasien dengan HFrEF 3, 6.
- ARNI seperti sacubitril/valsartan dapat mengurangi risiko mortalitas dan hospitalisasi karena heart failure 3, 4.
- SGLT2 inhibitors seperti dapagliflozin dapat mengurangi risiko hospitalisasi karena heart failure 3, 5.
- Namun, setiap pilihan terapi juga memiliki risiko seperti hipotensi, gagal ginjal, dan lain-lain 6, 4, 5.