What are the side effects of Actinomycin (Dactinomycin)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 20, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Actinomycin D (dactinomycin) memiliki beberapa efek samping yang signifikan, termasuk supresi sumsum tulang, toksisitas gastrointestinal, reaksi kulit, dan kerusakan jaringan. Efek samping ini dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia), trombosit (trombositopenia), dan anemia 1. Gastrointestinal toksisitas juga umum, yang dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan mukositis (peradangan pada selaput lendir saluran pencernaan) 1. Pasien juga dapat mengalami reaksi kulit, termasuk ruam, hiperpigmentasi, dan radiasi recall (reaksi kulit yang diperkuat pada area yang sebelumnya terkena radiasi) 1. Kerusakan rambut (alopecia) juga sering terjadi selama pengobatan 1. Toksisitas hati dapat berkembang, terutama dengan dosis tinggi atau penggunaan yang berkepanjangan 1. Actinomycin dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang parah jika keluar dari vena selama pemberian, memerlukan intervensi segera 1. Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker sekunder. Oleh karena itu, pasien yang menerima actinomycin memerlukan pemantauan teratur terhadap hitung darah, fungsi hati, dan penilaian yang cermat terhadap tanda-tanda toksisitas selama pengobatan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa actinomycin dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti veno-oklusif disease, amputasi anggota tubuh, dan eksenterasi 1. Oleh karena itu, penggunaan actinomycin harus dilakukan dengan hati-hati dan diawasi oleh dokter yang berpengalaman.

From the FDA Drug Label

5.1 Secondary Malignancy or Leukemia The risk of developing secondary malignancies, including leukemia, is increased following treatment with Dactinomycin. 5.2 Veno-occlusive Disease Severe and fatal hepatic veno-occlusive disease (VOD) can occur with Dactinomycin. 5.3 Extravasation Extravasation of Dactinomycin dapat menyebabkan cedera jaringan lokal yang parah yang dimanifestasikan sebagai blistering, ulserasi, dan nyeri persisten yang memerlukan operasi eksisi luas diikuti oleh cangkok kulit split-thickness. 5.4 Myelosuppression Myelosuppression yang parah dan fatal, yang mungkin termasuk neutropenia, trombositopenia, dan anemia, dapat terjadi dengan Dactinomycin. 5.5 Immunizations Keamanan dengan vaksin virus hidup setelah Dactinomycin belum dipelajari dan vaksinasi dengan vaksin virus hidup tidak direkomendasikan sebelum atau selama pengobatan. 5.6 Reaksi Mucokutan yang Parah Reaksi mucokutan yang parah, seperti sindrom Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik (TEN), dapat terjadi dengan Dactinomycin. 5.7 Toksisitas Ginjal Abnormalitas fungsi ginjal dapat terjadi dengan Dactinomycin. 5.8 Hepatotoksisitas Hepatotoksisitas dapat terjadi dengan Dactinomycin. 5.9 Potensiasi Toksisitas Radiasi dan Recall Radiasi Dactinomycin dapat meningkatkan toksisitas gastrointestinal yang diinduksi radiasi, mielosupresi, atau eritema dan vesikulasi kulit atau mukosa bukal dan faringeal. 5.10 Toksisitas Embrio-Fetal Berdasarkan temuan dari studi hewan dan mekanisme aksi, Dactinomycin dapat menyebabkan kerusakan janin ketika diberikan kepada wanita hamil. 6 REAKSI MERUGIKAN Reaksi merugikan yang serius adalah:

  • Infeksi
  • Alopecia
  • Ruam
  • Disfagia
  • Kelelahan
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Anemia
  • Neutropenia
  • Trombositopenia
  • Mucositis
  • Hepatotoksisitas

Efek samping actinomycin dapat berupa:

  • Mielsosupresi: neutropenia, trombositopenia, anemia
  • Reaksi Mucokutan yang Parah: sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik (TEN)
  • Toksisitas Ginjal: abnormalitas fungsi ginjal
  • Hepatotoksisitas: kerusakan hati
  • Potensiasi Toksisitas Radiasi dan Recall Radiasi: toksisitas gastrointestinal yang diinduksi radiasi, mielosupresi, atau eritema dan vesikulasi kulit atau mukosa bukal dan faringeal
  • Toksisitas Embrio-Fetal: kerusakan janin ketika diberikan kepada wanita hamil
  • Infeksi
  • Alopecia
  • Ruam
  • Disfagia
  • Kelelahan
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Anemia
  • Neutropenia
  • Trombositopenia
  • Mucositis
  • Hepatotoksisitas 2 2

From the Research

Efek Samping Actinomycin

Actinomycin D adalah sebuah antibiotik yang digunakan dalam pengobatan kanker, namun seperti obat lainnya, actinomycin D juga memiliki efek samping. Berikut beberapa efek samping yang dilaporkan:

  • Thrombocytopenia (penurunan jumlah trombosit dalam darah) 3
  • Oral mucositis (peradangan pada mulut dan tenggorokan) 3
  • Alopecia (kerontokan rambut) 3
  • DNA damage (kerusakan DNA) 4
  • Growth inhibition (hambatan pertumbuhan sel) 4
  • Cell death (kematian sel) 4
  • Mcl-1 uncanonical downregulation (penurunan ekspresi Mcl-1 yang tidak biasa) 4

Mekanisme Efek Samping

Efek samping actinomycin D disebabkan oleh beberapa mekanisme, termasuk:

  • Intercalation to DNA (penyisipan ke dalam DNA) 5
  • Stabilisasi kompleks topoisomerases I dan II dengan DNA 5
  • Fotodinamik aktivitas dan pembentukan radikal bebas 5
  • Efek biokimia lainnya 5

Penggunaan Actinomycin D

Actinomycin D digunakan dalam pengobatan kanker, termasuk kanker paru-paru, kanker serviks, dan kanker trofoblastik gestasional 3, 6. Namun, penggunaan actinomycin D harus dilakukan dengan hati-hati karena efek sampingnya yang signifikan.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.