Explain systemic sclerosis.

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: September 11, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Sklerosis Sistemik: Penyakit Autoimun Langka dengan Keterlibatan Multi-Organ

Sklerosis sistemik (SSc) adalah penyakit jaringan ikat autoimun langka yang ditandai oleh tiga mekanisme patogenik utama: vaskulopati mikrovaskuler, disregulasi imun dengan produksi autoantibodi, dan fibrosis progresif pada kulit dan organ internal 1, 2.

Epidemiologi dan Karakteristik Dasar

Prevalensi SSc diperkirakan 30-120 kasus per juta populasi, menjadikannya penyakit reumatik dengan morbiditas dan mortalitas tertinggi meskipun terdapat perbaikan survival dalam beberapa dekade terakhir 1, 2.

Klasifikasi Klinis

SSc diklasifikasikan berdasarkan luasnya keterlibatan kulit 1:

Limited Cutaneous SSc (lcSSc)

  • Fibrosis kulit terbatas pada area distal siku dan/atau lutut
  • Tidak ada keterlibatan truncal
  • Penebalan kulit dapat terjadi pada wajah dan leher
  • Prognosis umumnya lebih baik

Diffuse Cutaneous SSc (dcSSc)

  • Fibrosis kulit melibatkan area distal DAN proksimal siku/lutut
  • Keterlibatan truncal
  • Risiko lebih tinggi untuk komplikasi organ internal yang progresif
  • Memerlukan terapi imunosupresif agresif

SSc Sine Scleroderma

  • 1,5-8% pasien tidak memiliki keterlibatan kulit definitif
  • Mengalami komplikasi organ internal mayor
  • Trajektori penyakit mirip dengan lcSSc

Manifestasi Klinis Utama

Manifestasi Vaskuler (Hampir Universal)

  • Fenomena Raynaud: Terjadi pada hampir semua pasien SSc 1
  • Ulkus digital: Mempengaruhi 50% pasien 1
  • Perubahan kapiler pada kapillaroskopi

Manifestasi Gastrointestinal (90% Pasien)

Keterlibatan saluran cerna sangat umum dengan pola spesifik 1:

  • Esofagus: Area paling sering terlibat
  • Usus halus, kolon, dan anorektum
  • 8% mengalami keterlibatan berat yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas
  • Malnutrisi adalah penyebab utama mortalitas terkait gastrointestinal
  • Obstruksi mekanik atau pseudo-obstruksi dapat mengancam jiwa

Interstitial Lung Disease (ILD)

  • Ditemukan pada 40-75% pasien berdasarkan perubahan fungsi paru 1
  • 15-18% mengalami penyakit progresif yang memerlukan intervensi agresif
  • Merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas

Komplikasi Organ Lainnya

  • Pulmonary arterial hypertension (PAH)
  • Artritis inflamasi
  • Kalsinosis
  • Miopati dan/atau miositis
  • Kardiomiopati
  • Gejala sicca
  • Scleroderma renal crisis (SRC): Terutama pada pasien dengan antibodi anti-RNA polymerase III

Profil Autoantibodi dan Nilai Prognostik

Autoantibodi spesifik memiliki nilai prediktif untuk keterlibatan organ dan perjalanan penyakit 3, 4:

  • Anti-topoisomerase I (anti-Scl-70): Terkait dengan dcSSc dan ILD
  • Anticentromere antibodies: Lebih sering pada lcSSc
  • Anti-RNA polymerase III: Risiko tinggi untuk SRC dan dcSSc

Patogenesis

Tiga pilar patogenesis SSc yang saling terkait 3, 4:

  1. Vaskulopati: Disfungsi endotel dan hiperreaktivitas mikrovaskuler
  2. Disregulasi Imun: Aktivasi imunitas innate dan adaptif dengan produksi autoantibodi
  3. Fibrosis: Deposit matriks ekstraseluler berlebihan oleh miofibroblast yang disregulasi

Skrining dan Deteksi Dini

Skrining rutin sangat penting karena intervensi dini dapat mengubah perjalanan alamiah penyakit 1:

Skrining Wajib untuk Semua Pasien

  • ILD: Fungsi paru dan HRCT dada
  • PAH: Ekokardiografi dan tes fungsi paru
  • SRC: Monitoring tekanan darah, terutama pada dcSSc dini dengan anti-RNAPIII

Skrining Selektif

  • Keterlibatan jantung (aritmia, kardiomiopati)
  • Skrining kanker pada kasus paraneoplastik SSc

Prinsip Manajemen Terkini

Pendekatan Berbasis Organ

Manajemen SSc bersifat organ-spesifik atau ditujukan untuk modifikasi penyakit 1, 2:

1. Fenomena Raynaud dan Ulkus Digital

Algoritma terapi bertahap 1:

  • Lini pertama: Calcium channel blocker dihidropiridin (terutama nifedipine)
  • Lini kedua: Phosphodiesterase-5 inhibitor ATAU iloprost intravena
  • Pencegahan ulkus digital baru: Bosentan

2. Interstitial Lung Disease

Mycophenolate mofetil telah menggantikan cyclophosphamide sebagai terapi inisial 1:

  • Lini pertama: Mycophenolate mofetil
  • Lini kedua: Imunosupresan lain atau agen biologik
  • ILD fibrotik progresif: Tambahkan terapi anti-fibrotik (nintedanib, kemungkinan pirfenidone)

3. Pulmonary Arterial Hypertension

Terapi kombinasi inisial adalah standar 1:

  • Lini pertama: Kombinasi phosphodiesterase-5 inhibitor DAN endothelin receptor antagonist
  • Jika perlu: Tambahkan analog prostasiklin

4. Early Diffuse Cutaneous SSc

Terapi imunosupresif agresif untuk mencegah progresi 1:

  • Mycophenolate mofetil
  • Methotrexate
  • Cyclophosphamide
  • Rituximab
  • Tocilizumab

Untuk dcSSc progresif cepat dengan risiko mortalitas tinggi: Autologous haematopoietic stem cell transplantation dapat meningkatkan survival 1, 2

5. Scleroderma Renal Crisis

  • Monitoring tekanan darah ketat pada dcSSc dini
  • ACE inhibitor adalah terapi pilihan saat krisis terjadi

Peringatan Penting dan Pitfall

Jangan Terlambat Mendiagnosis

  • Manifestasi dini sering berupa Raynaud phenomenon, edema tangan, dan fatigue 5
  • Dermatologis memiliki peran kunci dalam deteksi dini karena manifestasi kulit muncul lebih awal

Jangan Melewatkan Skrining Organ

  • ILD dan PAH dapat asimtomatik pada tahap awal
  • Intervensi dini mengubah outcome secara signifikan

Jangan Menggunakan Kortikosteroid Dosis Tinggi pada dcSSc

  • Dapat memicu scleroderma renal crisis

Jangan Menunda Rujukan ke Spesialis

  • Manajemen optimal memerlukan kolaborasi erat antara reumatologis, pulmonologis, gastroenterologis, kardiologis, dan nefrologis 6

Prognosis dan Outcome

SSc tetap menjadi penyakit reumatik dengan morbiditas dan mortalitas tertinggi 2, namun:

  • Survival telah membaik dengan terapi modern
  • Morbiditas dari ILD dan PAH membaik dengan terapi yang terbukti efektif
  • Deteksi dini dan intervensi agresif adalah kunci untuk mengubah perjalanan penyakit

Keterbatasan Evidence dan Area yang Memerlukan Penelitian

  • Terapi untuk lcSSc dini masih belum jelas 1
  • Data trial untuk manifestasi selain kulit, paru, dan vaskuler masih terbatas
  • Diperlukan terapi yang lebih targeted dan highly effective
  • Pengukuran outcome yang lebih sensitif masih perlu dikembangkan

References

Research

Systemic sclerosis in adults. Part I: Clinical features and pathogenesis.

Journal of the American Academy of Dermatology, 2022

Research

Systemic Sclerosis: Evaluation and Treatment.

American family physician, 2026

Research

[Systemic sclerosis : A disease with multiple faces].

Dermatologie (Heidelberg, Germany), 2026

Related Questions

How should systemic sclerosis be diagnosed and managed, including therapy for skin involvement, interstitial lung disease, Raynaud phenomenon, pulmonary arterial hypertension, renal crisis, and gastrointestinal manifestations?
In systemic scleroderma, which of the following statements is correct?
What is the recommended treatment plan for systemic sclerosis?
What is the appropriate treatment plan for a middle‑aged patient with polyarthritis, myalgia, xerosis of the skin, eyes and oral mucosa, positive anti‑SSA antibodies, elevated rheumatoid factor, normocytic anemia, elevated C‑reactive protein, mild renal impairment (estimated glomerular filtration rate ≈ 62 mL/min) and hyperkalemia, who is currently taking hydroxychloroquine 400 mg daily?
Which immunological test has high specificity for the diagnosis of systemic scleroderma?
What is the stability of Zavicefta (ceftazidime/avibactam) and aztreonam after reconstitution?
How should a pregnant woman with a three‑month history of palpitations, hemoglobin 10.2 g/dL, and hypothyroidism treated with 100 µg levothyroxine (Thyronorm) and recent normal thyroid function tests be evaluated and managed?
In an adult male with osteopenia, what advantages does ibandronate have over other bisphosphonates, and what is its dosing frequency?
In a 15-year-old boy with a one-day fever, generalized aches, negative NS1 (dengue) and malaria tests, and chronic microcytic hypochromic anemia (MCV 72 fL, MCH 23.5 pg), should I prescribe an antibiotic?
Can leptospirosis antibody testing be performed on day 3 of fever in a patient with fever, isolated hyperbilirubinemia, normal transaminases, leukopenia, and possible exposure to contaminated water or animals?
Does an irregularly shaped yolk sac affect the prognosis of an early pregnancy?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.