Mengapa Skrining Hepatitis B Menggunakan HBsAg dan Anti-HBc
Skrining hepatitis B menggunakan kombinasi HBsAg dan anti-HBc karena HBsAg saja tidak cukup sensitif untuk mendeteksi semua bentuk infeksi HBV, termasuk infeksi okult dan infeksi yang sudah terselesaikan namun berisiko reaktivasi.
Rasional Penggunaan Kedua Marker
HBsAg: Marker Infeksi Aktif
HBsAg menunjukkan infeksi akut atau kronik yang sedang berlangsung 1, 2. Immunoassay untuk HBsAg memiliki sensitivitas dan spesifisitas lebih dari 98% 1. Namun, HBsAg saja dapat melewatkan hingga 10% kasus infeksi HBV yang signifikan secara klinis 3.
Anti-HBc: Marker Paparan HBV
Anti-HBc adalah marker serologis paling sensitif untuk riwayat infeksi HBV 4. Antibodi ini menetap seumur hidup setelah infeksi dan tidak muncul pada orang yang hanya divaksinasi 1. Ini membedakan infeksi natural dari imunitas vaksin.
Mengapa Kombinasi Keduanya Penting
1. Mendeteksi Infeksi Okult (Occult HBV Infection/OBI)
- Sekitar 10% pasien dengan HBsAg-negatif/anti-HBc-positif memiliki HBV DNA yang terdeteksi dalam serum 3
- Studi di Belgia menunjukkan bahwa 62.2% sampel HBsAg-positif ternyata anti-HBc-negatif dan merupakan false-positive 5
- Tanpa konfirmasi anti-HBc, prevalensi HBV dapat overestimasi hingga 3 kali lipat (0.74% vs 0.25%) 5
2. Mencegah Reaktivasi pada Pasien Imunosupresi
Pedoman ASCO menekankan bahwa reaktivasi dapat terjadi pada pasien HBsAg-positif/anti-HBc-positif ATAU HBsAg-negatif/anti-HBc-positif 6. Pasien dengan pola HBsAg-negatif/anti-HBc-positif yang menjalani:
- Terapi anti-CD20
- Transplantasi sel hematopoietik
- Kemoterapi
- Imunosupresi untuk transplantasi organ
...memerlukan monitoring HBV DNA dan ALT, dengan antiviral segera jika terjadi reaktivasi 6.
3. Meningkatkan Akurasi Diagnostik
Kombinasi HBsAg dan anti-HBc mencapai sensitivitas 100% dan spesifisitas 90% untuk menentukan infeksi HBV 7. Studi Australia menunjukkan satu kasus (0.3%) dengan HBV DNA dan HBsAg-positif namun anti-HBc-negatif karena infeksi sangat akut 7, menunjukkan pentingnya kedua marker.
Algoritma Interpretasi
Pola Serologis dan Maknanya:
- HBsAg-positif/anti-HBc-positif: Infeksi kronik atau akut yang terkonfirmasi
- HBsAg-positif/anti-HBc-negatif: Kemungkinan false-positive HBsAg (perlu konfirmasi) ATAU infeksi sangat akut
- HBsAg-negatif/anti-HBc-positif: Infeksi terselesaikan ATAU infeksi okult (perlu HBV DNA jika risiko tinggi)
- HBsAg-negatif/anti-HBc-negatif: Tidak ada infeksi
Peringatan Klinis Penting
Jangan Hanya Mengandalkan HBsAg
Studi menunjukkan 2.2% pasien anti-HBc-positif memiliki HBV DNA terdeteksi meskipun HBsAg-negatif 3. Ini sangat relevan untuk:
- Donor darah, organ, dan jaringan
- Pasien yang akan memulai imunosupresi
- Skrining di negara dengan endemisitas rendah
Isolated Anti-HBc
Pola isolated anti-HBc (anti-HBc-positif tanpa HBsAg dan anti-HBs) ditemukan pada 2.9% populasi 8, dengan 3.2% di antaranya memiliki HBV DNA terdeteksi 8. Prevalensi lebih tinggi pada:
Nilai S/CO HBsAg yang Rendah
Untuk nilai HBsAg S/CO antara 1.0-10.0, threshold ≥3.04 mencapai sensitivitas 100% untuk deteksi HBV DNA 8. Nilai S/CO <3.04 kemungkinan besar false-positive dan tidak memerlukan konfirmasi HBV DNA 8.
Rekomendasi Pedoman
USPSTF dan CDC merekomendasikan skrining dengan HBsAg yang disetujui FDA, diikuti tes konfirmasi neutralisasi untuk hasil reaktif awal 1, 2. Panel serologis yang mencakup anti-HBc dan anti-HBs dilakukan bersamaan atau setelah skrining HBsAg untuk diagnosis dan menentukan manajemen selanjutnya 2.
Untuk populasi berisiko tinggi yang terus terpapar (pengguna narkoba suntik, LSL), skrining periodik diperlukan 2.