Mengapa Terjadi Cholestasis pada Hepatitis A
Cholestasis pada hepatitis A terjadi melalui mekanisme kerusakan hepatoseluler yang mengganggu fungsi pembentukan dan aliran empedu, dikombinasikan dengan kemungkinan respons imunologis yang berperan dalam bentuk kolestasis berkepanjangan.
Mekanisme Patofisiologi
Hepatitis A menyebabkan cholestasis melalui beberapa jalur yang saling terkait:
Kerusakan Hepatoseluler Langsung
Infeksi virus hepatitis A menyebabkan "cholestatic variety of viral hepatitis" yang merupakan bentuk cholestasis intrahepatik 1. Kerusakan sel hati mengganggu fungsi normal pembentukan empedu dan transportasi komponen empedu ke dalam kanalikuli biliaris.
Gangguan Kontinuitas Aliran Empedu
Penelitian histopatologi menunjukkan bahwa nekrosis spotty periportal menciptakan gangguan kontinuitas aliran empedu 2. Gambaran histologis yang khas meliputi:
- Trombus empedu (bile thrombi)
- Roset hepatosit kolestasis
- Transformasi duktular hepatosit
- Kelainan epitel duktular yang menyerupai lesi pada septikemia
Komponen Imunologis
Pada kasus prolonged cholestatic jaundice (PCJ), respons imunologis berperan penting 3. Ini menjelaskan mengapa beberapa pasien mengalami cholestasis berkepanjangan dengan demam, pruritus, dan ikterus yang menetap selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Faktor Genetik Predisposisi
Polimorfisme pada transporter hepatokanalikular dapat memperburuk cholestasis. Varian genetik pada ABCB11 (transporter garam empedu) dan ABCB4 (floppase fosfatidilkolin) dapat menyebabkan cholestasis intrahepatik yang lebih berat pada pasien dengan infeksi HAV 4. Ini menjelaskan variabilitas klinis antar pasien.
Manifestasi Klinis
Cholestasis pada hepatitis A ditandai dengan:
- Peningkatan alkaline phosphatase (AP) dan gamma-glutamyltranspeptidase (GGT)
- Hiperbilirubinemia terkonjugasi yang dapat sangat tinggi (rata-rata 356.6 μmol/L pada kasus berat) 5
- Tidak ada urobilinogen dalam urin
- Pruritus yang dapat sangat mengganggu
- Ikterus berkepanjangan (dapat berlangsung >2 bulan) 6
Pertimbangan Penting
Caveat klinis: Meskipun jarang (sekitar 2% dari kasus hepatitis A), bentuk kolestasis dapat menyebabkan morbiditas signifikan dengan rawat inap berkepanjangan (rata-rata 49 hari) 5. Aktivitas transaminase yang sangat tinggi (>1400 U/L) sering menyertai bentuk kolestasis ini.
Peran akumulasi leukotrien: Lesi duktular abnormal yang terlihat pada hepatitis A kolestasis mungkin terkait dengan akumulasi leukotrien sebagai hasil dari cholestasis itu sendiri, menciptakan siklus yang memperburuk 2.
Cholestasis pada hepatitis A pada dasarnya adalah cholestasis intrahepatik hepatoseluler 1, bukan obstruksi mekanis ekstrahepatik, sehingga ultrasonografi tidak menunjukkan dilatasi duktus biliaris.