Why does cholestasis occur in hepatitis A?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: September 19, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Mengapa Terjadi Cholestasis pada Hepatitis A

Cholestasis pada hepatitis A terjadi melalui mekanisme kerusakan hepatoseluler yang mengganggu fungsi pembentukan dan aliran empedu, dikombinasikan dengan kemungkinan respons imunologis yang berperan dalam bentuk kolestasis berkepanjangan.

Mekanisme Patofisiologi

Hepatitis A menyebabkan cholestasis melalui beberapa jalur yang saling terkait:

Kerusakan Hepatoseluler Langsung

Infeksi virus hepatitis A menyebabkan "cholestatic variety of viral hepatitis" yang merupakan bentuk cholestasis intrahepatik 1. Kerusakan sel hati mengganggu fungsi normal pembentukan empedu dan transportasi komponen empedu ke dalam kanalikuli biliaris.

Gangguan Kontinuitas Aliran Empedu

Penelitian histopatologi menunjukkan bahwa nekrosis spotty periportal menciptakan gangguan kontinuitas aliran empedu 2. Gambaran histologis yang khas meliputi:

  • Trombus empedu (bile thrombi)
  • Roset hepatosit kolestasis
  • Transformasi duktular hepatosit
  • Kelainan epitel duktular yang menyerupai lesi pada septikemia

Komponen Imunologis

Pada kasus prolonged cholestatic jaundice (PCJ), respons imunologis berperan penting 3. Ini menjelaskan mengapa beberapa pasien mengalami cholestasis berkepanjangan dengan demam, pruritus, dan ikterus yang menetap selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Faktor Genetik Predisposisi

Polimorfisme pada transporter hepatokanalikular dapat memperburuk cholestasis. Varian genetik pada ABCB11 (transporter garam empedu) dan ABCB4 (floppase fosfatidilkolin) dapat menyebabkan cholestasis intrahepatik yang lebih berat pada pasien dengan infeksi HAV 4. Ini menjelaskan variabilitas klinis antar pasien.

Manifestasi Klinis

Cholestasis pada hepatitis A ditandai dengan:

  • Peningkatan alkaline phosphatase (AP) dan gamma-glutamyltranspeptidase (GGT)
  • Hiperbilirubinemia terkonjugasi yang dapat sangat tinggi (rata-rata 356.6 μmol/L pada kasus berat) 5
  • Tidak ada urobilinogen dalam urin
  • Pruritus yang dapat sangat mengganggu
  • Ikterus berkepanjangan (dapat berlangsung >2 bulan) 6

Pertimbangan Penting

Caveat klinis: Meskipun jarang (sekitar 2% dari kasus hepatitis A), bentuk kolestasis dapat menyebabkan morbiditas signifikan dengan rawat inap berkepanjangan (rata-rata 49 hari) 5. Aktivitas transaminase yang sangat tinggi (>1400 U/L) sering menyertai bentuk kolestasis ini.

Peran akumulasi leukotrien: Lesi duktular abnormal yang terlihat pada hepatitis A kolestasis mungkin terkait dengan akumulasi leukotrien sebagai hasil dari cholestasis itu sendiri, menciptakan siklus yang memperburuk 2.

Cholestasis pada hepatitis A pada dasarnya adalah cholestasis intrahepatik hepatoseluler 1, bukan obstruksi mekanis ekstrahepatik, sehingga ultrasonografi tidak menunjukkan dilatasi duktus biliaris.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.