What is the appropriate dose of activated charcoal to administer via nasogastric tube (NGT)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: September 19, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Dosis Arang Aktif via NGT

Berikan arang aktif dengan dosis 1 gram/kg berat badan (dosis dewasa/remaja: 50-100 gram) melalui selang nasogastrik dalam bentuk suspensi.

Dosis Berdasarkan Usia

Dewasa dan Remaja

  • 50-100 gram sebagai dosis tunggal 1, 2
  • Diberikan dalam bentuk suspensi (slurry) dengan minimal 8 ons cairan 3

Anak-anak

  • 1-2 gram/kg berat badan 1
  • Untuk anak <1 tahun: gunakan produk tanpa sorbitol karena risiko dehidrasi hipernatremik fatal 1

Waktu Pemberian yang Optimal

Arang aktif paling efektif jika diberikan dalam 1 jam pertama setelah ingesti, namun masih dapat memberikan manfaat hingga 3-4 jam setelah ingesti 2, 4:

  • 30 menit: reduksi absorpsi 47.3%
  • 60 menit: reduksi absorpsi 40.07%
  • 120 menit: reduksi absorpsi 16.5%
  • 180 menit: reduksi absorpsi 21.13% 4

Untuk preparat lepas lambat (timed-release), dapat diberikan hingga 6 jam setelah ingesti 5.

Kontraindikasi Penting

Jangan berikan arang aktif jika:

  • Refleks jalan napas terganggu atau pasien tidak sadar penuh (risiko aspirasi) 1, 3, 4
  • Ingesti zat yang tidak terikat arang aktif: besi, lithium, alkohol, etilen glikol, alkali, fluorida, asam mineral, kalium 1
  • Ingesti petroleum distilat, turpentin, atau korosif kuat 3
  • Pasien kejang atau tidak kooperatif 3

Pertimbangan Khusus untuk Pemberian via NGT

Persiapan Suspensi

  • Encerkan arang aktif dalam larutan NaCl 0.9% atau air 6
  • Konsistensi: suspensi yang dapat mengalir melalui NGT
  • Produk komersial sering mengandung sorbitol sebagai katartik 1

Metode Pemberian

Bolus via NGT:

  • Berikan dosis penuh sebagai bolus tunggal 2
  • Bilas NGT sebelum dan sesudah pemberian 7
  • Jika terjadi muntah dengan bolus, pertimbangkan infus kontinyu 6

Infus Kontinyu (untuk kasus tertentu):

  • Kecepatan: 0.25-0.5 gram/kg/jam hingga maksimal 50 gram/jam 6
  • Metode ini berguna untuk pasien yang muntah dengan pemberian bolus 6

Dosis Multipel (Multiple-Dose Activated Charcoal/MDAC)

Indikasi untuk dosis berulang 8, 5:

  • Ingesti obat dengan sirkulasi enterohepatik atau entero-enterik yang bermakna
  • Ingesti preparat lepas lambat
  • Obat yang persisten lama di lambung

Protokol dosis multipel:

  • Dosis awal: 1 gram/kg dalam sorbitol 70% (4.3 ml/kg) 8
  • Dosis selanjutnya: setiap 2-6 jam, alternasi antara suspensi aqueous dan sorbitol 8
  • Lanjutkan hingga feses pertama mengandung arang muncul 8
  • Peringatan: Jangan gunakan sorbitol berulang pada anak karena risiko gangguan cairan dan elektrolit 1, 8

Kasus Khusus

Keracunan Acetaminophen

  • Berikan arang aktif tepat sebelum memulai N-acetylcysteine (NAC) jika dalam 4 jam setelah ingesti 2
  • Arang aktif tidak mengurangi efektivitas NAC 2

Keracunan Jamur (Amanita phalloides)

  • Berikan lavage lambung diikuti arang aktif via NGT 2
  • Kombinasi dengan resusitasi cairan 2

Peringatan Klinis Penting

  1. Konsultasi dengan pusat racun sangat dianjurkan sebelum pemberian (Indonesia: hubungi BPOM atau rumah sakit rujukan) 1

  2. Monitor ketat untuk:

    • Aspirasi (terutama jika kesadaran menurun)
    • Muntah berulang
    • Gangguan elektrolit (jika menggunakan sorbitol berulang)
  3. Tekstur arang aktif sangat kasar dan akan melapisi mulut, bibir, dan lidah 3

  4. Jangan berikan secara rutin - evaluasi risiko-manfaat untuk setiap kasus 4, 5

  5. Tidak ada bukti kuat bahwa arang aktif meningkatkan outcome klinis, namun tetap direkomendasikan berdasarkan studi volunteer yang menunjukkan reduksi absorpsi obat 4

References

Research

Position paper: Single-dose activated charcoal.

Clinical toxicology (Philadelphia, Pa.), 2005

Research

The Use of Activated Charcoal to Treat Intoxications.

Deutsches Arzteblatt international, 2019

Research

How to set up and administer an enteral feed via a nasogastric tube.

Nursing standard (Royal College of Nursing (Great Britain) : 1987), 2017

Research

Dosage recommendations for activated charcoal-sorbitol treatment.

Journal of toxicology. Clinical toxicology, 1985

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.