Dosis Arang Aktif via NGT
Berikan arang aktif dengan dosis 1 gram/kg berat badan (dosis dewasa/remaja: 50-100 gram) melalui selang nasogastrik dalam bentuk suspensi.
Dosis Berdasarkan Usia
Dewasa dan Remaja
- 50-100 gram sebagai dosis tunggal 1, 2
- Diberikan dalam bentuk suspensi (slurry) dengan minimal 8 ons cairan 3
Anak-anak
- 1-2 gram/kg berat badan 1
- Untuk anak <1 tahun: gunakan produk tanpa sorbitol karena risiko dehidrasi hipernatremik fatal 1
Waktu Pemberian yang Optimal
Arang aktif paling efektif jika diberikan dalam 1 jam pertama setelah ingesti, namun masih dapat memberikan manfaat hingga 3-4 jam setelah ingesti 2, 4:
- 30 menit: reduksi absorpsi 47.3%
- 60 menit: reduksi absorpsi 40.07%
- 120 menit: reduksi absorpsi 16.5%
- 180 menit: reduksi absorpsi 21.13% 4
Untuk preparat lepas lambat (timed-release), dapat diberikan hingga 6 jam setelah ingesti 5.
Kontraindikasi Penting
Jangan berikan arang aktif jika:
- Refleks jalan napas terganggu atau pasien tidak sadar penuh (risiko aspirasi) 1, 3, 4
- Ingesti zat yang tidak terikat arang aktif: besi, lithium, alkohol, etilen glikol, alkali, fluorida, asam mineral, kalium 1
- Ingesti petroleum distilat, turpentin, atau korosif kuat 3
- Pasien kejang atau tidak kooperatif 3
Pertimbangan Khusus untuk Pemberian via NGT
Persiapan Suspensi
- Encerkan arang aktif dalam larutan NaCl 0.9% atau air 6
- Konsistensi: suspensi yang dapat mengalir melalui NGT
- Produk komersial sering mengandung sorbitol sebagai katartik 1
Metode Pemberian
Bolus via NGT:
- Berikan dosis penuh sebagai bolus tunggal 2
- Bilas NGT sebelum dan sesudah pemberian 7
- Jika terjadi muntah dengan bolus, pertimbangkan infus kontinyu 6
Infus Kontinyu (untuk kasus tertentu):
- Kecepatan: 0.25-0.5 gram/kg/jam hingga maksimal 50 gram/jam 6
- Metode ini berguna untuk pasien yang muntah dengan pemberian bolus 6
Dosis Multipel (Multiple-Dose Activated Charcoal/MDAC)
Indikasi untuk dosis berulang 8, 5:
- Ingesti obat dengan sirkulasi enterohepatik atau entero-enterik yang bermakna
- Ingesti preparat lepas lambat
- Obat yang persisten lama di lambung
Protokol dosis multipel:
- Dosis awal: 1 gram/kg dalam sorbitol 70% (4.3 ml/kg) 8
- Dosis selanjutnya: setiap 2-6 jam, alternasi antara suspensi aqueous dan sorbitol 8
- Lanjutkan hingga feses pertama mengandung arang muncul 8
- Peringatan: Jangan gunakan sorbitol berulang pada anak karena risiko gangguan cairan dan elektrolit 1, 8
Kasus Khusus
Keracunan Acetaminophen
- Berikan arang aktif tepat sebelum memulai N-acetylcysteine (NAC) jika dalam 4 jam setelah ingesti 2
- Arang aktif tidak mengurangi efektivitas NAC 2
Keracunan Jamur (Amanita phalloides)
Peringatan Klinis Penting
Konsultasi dengan pusat racun sangat dianjurkan sebelum pemberian (Indonesia: hubungi BPOM atau rumah sakit rujukan) 1
Monitor ketat untuk:
- Aspirasi (terutama jika kesadaran menurun)
- Muntah berulang
- Gangguan elektrolit (jika menggunakan sorbitol berulang)
Tekstur arang aktif sangat kasar dan akan melapisi mulut, bibir, dan lidah 3
Jangan berikan secara rutin - evaluasi risiko-manfaat untuk setiap kasus 4, 5
Tidak ada bukti kuat bahwa arang aktif meningkatkan outcome klinis, namun tetap direkomendasikan berdasarkan studi volunteer yang menunjukkan reduksi absorpsi obat 4