What are the causes of persistent pulmonary hypertension of the newborn (PPHN)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: September 20, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Penyebab PPHN (Persistent Pulmonary Hypertension of the Newborn)

PPHN disebabkan oleh kegagalan penurunan resistensi vaskular paru yang normal saat lahir, yang dapat dipicu oleh berbagai kondisi neonatal, faktor maternal, dan kelainan perkembangan paru. 1

Mekanisme Dasar

PPHN merepresentasikan kegagalan untuk mencapai dan mempertahankan penurunan normal resistensi vaskular paru (PVR) serta peningkatan aliran darah paru yang diperlukan untuk adaptasi neonatal. Pada saat lahir, sirkulasi paru harus mengalami penurunan PVR yang cepat dan dramatis untuk memfasilitasi peningkatan 8 kali lipat aliran darah paru. Proses ini dipicu oleh peningkatan tekanan oksigen, onset ventilasi, dan stress shear vaskular yang menghasilkan vasodilatasi melalui pelepasan vasodilator seperti NO dan PGI 1.

Penyebab Utama PPHN

1. Penyakit Paru Parenkim

  • Sindrom aspirasi mekonium - penyebab paling umum (42.6% kasus) 2
  • Respiratory distress syndrome (18.8% kasus) 2
  • Pneumonia/sepsis neonatal (27.0% kasus) 2

2. Asfiksia Perinatal

  • Birth asphyxia merupakan penyebab kedua tersering (39.3% kasus) 2
  • Asfiksia dapat mengganggu proses transisi sirkulasi normal 3

3. Kelainan Perkembangan Paru

PPHN sering memperumit penyakit paru developmental, termasuk 1:

  • Sindrom Down
  • Alveolar capillary dysplasia (ACD)
  • Kelainan genetik fungsi surfaktan
  • Hipoplasia paru dalam berbagai kondisi (termasuk hernia diafragmatika kongenital)

4. Faktor Maternal dan Kehamilan

Penggunaan obat maternal:

  • Salisilat pada akhir kehamilan 1
  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) - meskipun asosiasi ini masih kontroversial 1
  • Paparan nikotin 3

Faktor obstetrik:

  • Persalinan sebelum 39 minggu gestasi - sangat terkait dengan outcome neonatal yang lebih buruk karena peningkatan insiden gagal napas neonatal 1
  • Ketuban pecah dini berkepanjangan 1
  • Oligohidramnion 1
  • Sectio caesarea 3
  • Obesitas maternal dan diabetes 3

5. Faktor Usia Gestasi

Peringatan penting: Hingga 2% dari semua bayi preterm akan mengalami PPHN akut dini, terutama setelah ketuban pecah dini berkepanjangan atau oligohidramnion. PPHN berat yang memerlukan dukungan ECMO lebih prevalent pada bayi late-preterm dan early-term dibandingkan bayi full-term 1.

6. Faktor Genetik

Berbeda dengan hipertensi pulmonal pada populasi yang lebih tua, PPHN jarang bersifat familial dan hanya sedikit penyebab genetik yang telah diidentifikasi 1. Namun, varian genetik pada gen seperti CPS1, CRHR1, NOTCH3, EDN1, EPAS1, WWC2, ABCA3, RFX3, EP300, GNA11, PKLR, SLC2A1, BMPR2, dan EGLN1 telah dilaporkan memiliki asosiasi positif 4.

7. Faktor Lingkungan Perinatal

  • Stimuli nyeri 3
  • Faktor epigenetik 3
  • Overdistensi paru 3

Catatan Klinis Penting

Prevalensi: PPHN diperkirakan terjadi pada 1.9 per 1000 kelahiran hidup 1.

Mortalitas: Meskipun dengan diagnosis yang tepat dan ketersediaan vasodilator pulmonal spesifik seperti iNO serta dukungan ekstrakorporeal, mortalitas dini untuk PPHN tetap 8-10% 1. Sebelum era ECMO, PPHN dikaitkan dengan mortalitas >50% 1.

Morbiditas jangka panjang: Termasuk tingkat gangguan neurodevelopmental yang tinggi pada usia 18 bulan, didefinisikan sebagai indeks perkembangan mental <70, cerebral palsy, ketulian, dan kebutaan 1.

PPHN harus dipertimbangkan sebagai kemungkinan penyebab sianosis neonatal dan memerlukan pengenalan serta terapi yang tepat waktu karena dikaitkan dengan tingkat mortalitas dan morbiditas neonatal yang tinggi 1.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.