Evaluasi dan Penanganan Leukositosis dengan Muntah
Leukositosis dengan muntah memerlukan evaluasi segera untuk menyingkirkan infeksi Clostridium difficile (CDI) sebagai prioritas utama, terutama jika pasien memiliki riwayat penggunaan antibiotik dalam 60 hari terakhir, diikuti dengan penilaian untuk keganasan hematologi jika leukosit >100.000/µL atau terdapat tanda-tanda leukostasis.
Pendekatan Diagnostik Sistematis
Langkah 1: Identifikasi Penyebab Infeksi yang Mengancam Jiwa
Evaluasi untuk Clostridium difficile harus menjadi prioritas jika pasien memiliki 1:
- Riwayat penggunaan antibiotik atau kemoterapi dalam 60 hari terakhir
- Diare (>2 kali/hari) atau bahkan tanpa diare pada pasien pasca-operasi
- Leukositosis dengan jumlah leukosit ≥15.000 sel/mL menunjukkan CDI berat
Tindakan diagnostik:
- Kirim sampel tinja untuk pemeriksaan toksin C. difficile 2
- Jangan tunda terapi empiris jika kecurigaan tinggi dan ada penundaan konfirmasi laboratorium 1
Terapi untuk CDI 1:
- CDI non-berat (leukosit ≤15.000/mL): Vankomisin 125 mg oral 4x/hari selama 10 hari ATAU Fidaxomisin 200 mg 2x/hari selama 10 hari
- CDI berat (leukosit ≥15.000/mL): Vankomisin 125 mg oral 4x/hari selama 10 hari ATAU Fidaxomisin 200 mg 2x/hari
- CDI fulminan (hipotensi, ileus, megakolon): Vankomisin 500 mg oral 4x/hari + Metronidazol 500 mg IV setiap 8 jam
Langkah 2: Evaluasi untuk Keganasan Hematologi
Periksa hitung jenis leukosit dan apusan darah tepi segera untuk menentukan pola leukositosis 3, 4:
Jika leukosit >100.000/µL (hiperleukositosis):
- 97% kasus disebabkan oleh keganasan hematologi 5
- Penyebab tersering: Leukemia limfositik kronik (35%), limfoma sel-B lain, leukemia mieloid akut, leukemia mieloid kronik 5
- Hanya 3% kasus dari penyebab non-hematologi (umumnya paraneoplastik pada tumor solid stadium lanjut) 5
- Infeksi terisolasi TIDAK menyebabkan hiperleukositosis 5
Tanda bahaya yang memerlukan konsultasi hematologi segera 6:
- Leukostasis (gejala neurologis, distres respirasi, priapismus)
- Risiko perdarahan SSP atau koagulopati
- Sindrom lisis tumor
Penanganan emergensi hiperleukositosis 7, 8:
- Hidrasi IV agresif dengan monitoring ketat
- Rasburicase untuk kontrol asam urat
- Hidroksikarbamid 50-60 mg/kg/hari hingga leukosit <10-20 x 10⁹/L
- Hindari transfusi eritrosit berlebihan (meningkatkan viskositas darah)
- Leukapheresis atau transfusi tukar jika ada leukostasis simptomatik
- Jangan tunda kemoterapi - mulai segera setelah diagnosis
Langkah 3: Penanganan Muntah
Untuk muntah akut (<7 hari) tanpa alarm symptoms 9:
Terapi antiemetik berdasarkan jalur neurotransmitter 10:
- Antagonis 5-HT3 (ondansetron, granisetron): Pilihan lini pertama
- Antagonis dopamin (metoklopramid, haloperidol): Tambahkan jika 5-HT3 tidak efektif
- Kortikosteroid (deksametason): Untuk muntah terkait kemoterapi
- Aprepitant (antagonis NK1): Untuk kemoterapi emetogenik tinggi
Prinsip penanganan muntah breakthrough 10:
- Gunakan agen dari kelas obat berbeda
- Berikan secara terjadwal (around-the-clock), bukan PRN
- Gunakan rute IV atau rektal (bukan oral) jika muntah persisten
- Koreksi dehidrasi dan gangguan elektrolit secara bersamaan
- Pertimbangkan kombinasi beberapa agen dengan mekanisme berbeda
Peringatan Penting
Jangan abaikan:
- Leukositosis pada pasien dengan riwayat antibiotik baru-baru ini - selalu pikirkan CDI 1, 2
- Hiperleukositosis >100.000/µL hampir selalu menunjukkan keganasan hematologi dan memerlukan evaluasi hematologi segera 5
- Muntah dengan leukositosis pada pasien sirosis - evaluasi untuk peritonitis bakterial spontan 11
Hindari kesalahan: