What are the causes of intrahepatic cholestasis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: September 22, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Penyebab Kolestasis Intrahepatik

Kolestasis intrahepatik disebabkan oleh tiga kategori utama: (1) gangguan yang melibatkan saluran empedu, (2) gangguan yang tidak melibatkan saluran empedu, dan (3) kolestasis hepatoseluler dengan kelainan histologis minimal. 1

Klasifikasi Berdasarkan Temuan Biopsi Hati

Pedoman EASL 2009 mengklasifikasikan penyebab kolestasis intrahepatik berdasarkan temuan histopatologis, yang sangat penting untuk diagnosis definitif 1:

1. Gangguan yang Melibatkan Saluran Empedu

Penyebab utama meliputi:

  • Primary Biliary Cirrhosis (PBC) - AMA-positif atau AMA-negatif, merupakan penyebab utama penyakit saluran empedu kecil 1
  • Primary Sclerosing Cholangitis (PSC) - termasuk isolated small duct PSC 1
  • Defisiensi ABCB4 - mutasi pada transporter fosfolipid kanalikular 1
  • Sarkoidosis 1
  • Duktopenia idiopatik 1
  • Kolestasis akibat obat yang berkepanjangan 1
  • Kolangitis terkait IgG4 1
  • Hepatitis autoimun 1

2. Gangguan yang Tidak Melibatkan Saluran Empedu

Penyebab utama meliputi:

  • Penyakit infiltratif dan penyimpanan - amiloidosis, penyakit penyimpanan lipid dan glikogen 1
  • Granuloma hepatik (tanpa kolangitis) 1
  • Hiperplasia nodular regeneratif 1
  • Peliosis 1
  • Dilatasi sinusoidal 1
  • Sirosis (penyebab apapun) 1

3. Kolestasis Hepatoseluler dengan Kelainan Histologis Minimal

Penyebab meliputi:

  • Benign Recurrent Intrahepatic Cholestasis (BRIC) 1
  • Terapi estrogen atau steroid anabolik 1
  • Sepsis 1, 2
  • Nutrisi parenteral total 1
  • Fenomena paraneoplastik 1

Klasifikasi Berdasarkan Usia

Pada Bayi dan Anak

Pedoman EASL mengidentifikasi penyebab spesifik pada populasi pediatrik 1:

Penyakit Metabolik:

  • Dengan keterlibatan saluran empedu: defisiensi alfa-1 antitripsin, fibrosis kistik 1
  • Tanpa keterlibatan saluran empedu: galaktosemia, tirosinemia, defek oksidasi asam lemak, gangguan penyimpanan lipid dan glikogen, gangguan peroksisomal 1
  • Defek spesifik fungsi bilier: gangguan biosintesis dan konjugasi asam empedu, gangguan sekresi kanalikular (PFIC) 1, 3

Kelainan Struktural:

  • Paucity of bile ducts - sindromik: Sindrom Alagille (defek Jagged 1) 1
  • Paucity of bile ducts - non-sindromik 1
  • Malformasi ductal plate 1

Penyebab Lain:

  • Infeksi: bakterial, viral 1
  • Toksik: nutrisi parenteral, obat-obatan 1
  • Hepatitis neonatal idiopatik 1

Pada Dewasa

Pedoman EASL memberikan klasifikasi komprehensif untuk dewasa 1:

Kolestasis Hepatoseluler:

  • Kolestasis akibat sepsis/endotoksemia 1, 2
  • Varietas kolestatik hepatitis viral 1
  • Steatohepatitis alkoholik atau non-alkoholik 1
  • Kolestasis akibat obat atau nutrisi parenteral 1
  • Gangguan genetik: BRIC, PFIC, defisiensi ABCB4, kolestasis intrahepatik kehamilan (ICP) 1, 4
  • Gangguan infiltratif maligna: penyakit hematologik, kanker metastatik 1
  • Gangguan infiltratif benigna: amiloidosis, sarkoidosis hepatis 1
  • Sindrom paraneoplastik 1
  • Malformasi ductal plate 1
  • Gangguan vaskular: sindrom Budd-Chiari, penyakit veno-oklusif 1

Kolestasis Kolangioseluler:

  • Primary biliary cirrhosis (AMA+/AMA-) - penyebab utama 1
  • Primary sclerosing cholangitis 1
  • Sindrom overlap PBC dan PSC dengan AIH 1
  • Kolangitis terkait IgG4 1
  • Duktopenia idiopatik dewasa 1
  • Kolangiopati akibat obat 1
  • Graft versus host disease 1
  • Kolangitis sklerosis sekunder 1

Pertimbangan Klinis Penting

Penyebab yang Sering Terlewatkan:

  1. Sepsis - sitokin proinflamasi dan nitrit oksida menyebabkan kolestasis dengan mengganggu pembentukan empedu hepatoseluler dan duktal 2, 5. Harus selalu dipertimbangkan pada kolestasis yang tidak jelas penyebabnya.

  2. Obat-obatan - diagnosis terutama didukung oleh hubungan temporal antara konsumsi obat dan onset gambaran klinis 1. Riwayat obat dalam 6 minggu sebelum presentasi harus dicatat, termasuk obat herbal dan vitamin.

  3. Defisiensi ABCB4 - pada pembawa heterozigot dapat menyebabkan LPAC syndrome, kolestasis kehamilan, atau penyakit hati kolestatik progresif 4. Tes genetik harus dipertimbangkan pada pasien dengan AMA negatif dan temuan biopsi yang kompatibel dengan PBC atau PSC 1.

Peringatan: Kolestasis sekunder dapat terjadi pada perjalanan alami penyakit hati kronis selain penyakit kolestatik primer, terutama pada penyakit stadium lanjut 6. Ini dapat menandakan perjalanan penyakit yang berat dan perkembangan menuju penyakit hati stadium akhir.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.