Terapi Antibiotik Sinusitis Anak
Untuk anak usia ≥6 bulan dengan sinusitis bakterial akut tanpa alergi β-laktam berat, amoxicillin-clavulanate dosis tinggi (80-90 mg/kg/hari komponen amoxicillin dengan 6.4 mg/kg/hari clavulanate, dibagi 2 dosis, maksimal 2 g per dosis) adalah pilihan lini pertama yang direkomendasikan, terutama untuk anak <2 tahun, yang menghadiri daycare, atau yang baru menerima antibiotik dalam 4 minggu terakhir. 1
Stratifikasi Berdasarkan Faktor Risiko
Anak Risiko Rendah (≥2 tahun, tidak daycare, tidak antibiotik 4 minggu terakhir)
- Amoxicillin standar 45 mg/kg/hari dibagi 2 dosis dapat dipertimbangkan untuk penyakit ringan-sedang
- Namun, jika prevalensi S. pneumoniae non-susceptible >10% di komunitas Anda, langsung gunakan dosis tinggi 80-90 mg/kg/hari 1
Anak Risiko Tinggi atau Penyakit Sedang-Berat
Gunakan amoxicillin-clavulanate dosis tinggi untuk:
- Anak <2 tahun
- Menghadiri daycare
- Antibiotik dalam 30 hari terakhir
- Gejala berat (demam ≥39°C dengan discharge purulen ≥3 hari berturut-turut)
- Gejala memburuk setelah sempat membaik 1
Durasi Terapi
Berikan antibiotik selama 10-14 hari pada anak (berbeda dengan dewasa yang cukup 5-7 hari). 2 Beberapa ahli merekomendasikan melanjutkan terapi hingga 7 hari setelah bebas gejala, dengan durasi minimal 10 hari. 1
Situasi Khusus
Anak Muntah atau Tidak Dapat Minum Obat Oral
- Ceftriaxone 50 mg/kg IM/IV dosis tunggal (95-100% efektif terhadap 3 patogen utama)
- Evaluasi dalam 24 jam; jika membaik, ganti ke oral untuk melengkapi terapi
- Jika masih demam/simptomatik, berikan dosis parenteral tambahan 1
Alergi Penisilin Non-Berat
- Sefalosporin generasi 2-3 (cefuroxime, cefpodoxime, cefdinir) aman digunakan
- Risiko reaksi silang dengan penisilin hampir nihil dan tidak lebih tinggi dari populasi umum 1
Penyakit Berat dengan Toksik
Dua pilihan:
- Konsultasi THT untuk aspirasi sinus maksila (kultur dan sensitivitas)
- Rawat inap dengan cefotaxime atau ceftriaxone IV 1
Rasional Pemilihan Antibiotik
Pedoman IDSA 2012 dan AAP 2013 sama-sama merekomendasikan amoxicillin-clavulanate untuk anak (rekomendasi kuat untuk anak, lemah untuk dewasa). 2 Ini karena:
- Patogen utama: S. pneumoniae (30%), H. influenzae (30%), M. catarrhalis (10%) 1
- Resistensi meningkat: 10-42% H. influenzae dan hampir 100% M. catarrhalis memproduksi β-laktamase 1
- Dosis tinggi amoxicillin mengatasi S. pneumoniae resisten (perubahan penicillin-binding protein)
- Clavulanate menghambat semua β-laktamase H. influenzae dan M. catarrhalis 1
Peringatan Penting
Jangan rutin menutup S. aureus/MRSA pada terapi empirik awal—meskipun S. aureus penting pada komplikasi orbital/intrakranial, jarang diisolasi dari aspirat sinus pada sinusitis akut tanpa komplikasi. 2, 1
Terapi Adjuvan
- Irigasi saline nasal (fisiologis atau hipertonik) direkomendasikan 2
- Kortikosteroid intranasal dapat ditambahkan, terutama jika ada riwayat rinitis alergi 2
Sinusitis Persisten vs Berat
Untuk gejala persisten (>10 hari tanpa perbaikan) tanpa tanda berat, terdapat opsi observasi tambahan 3 hari sebagai shared decision-making dengan keluarga. Namun untuk gejala berat atau memburuk, antibiotik harus segera dimulai. 1 Meta-analisis 2024 menunjukkan antibiotik mengurangi kegagalan terapi 41% (RR 0.59), meskipun meningkatkan risiko diare 1.6 kali lipat. 3