Persiapan dan Penilaian Kelayakan Operasi THR pada Geriatri
Pasien geriatri (≥65 tahun) yang akan menjalani Total Hip Replacement (THR) memerlukan pendekatan orthogeriatrik multidisiplin dengan optimalisasi preoperatif sistematis untuk meminimalkan morbiditas dan mortalitas. 1
Penilaian Risiko Kardiovaskular dan Pulmonal
Evaluasi Kardiak Wajib
- EKG wajib untuk semua pasien geriatri 2
- Identifikasi faktor risiko tinggi untuk Bone Cement Implantation Syndrome (BCIS):
- Usia lanjut, jenis kelamin laki-laki
- Penyakit kardiopulmonal signifikan
- Penggunaan diuretik 3
- Monitoring tekanan darah invasif diindikasikan untuk pasien risiko tinggi 3
- Atrial fibrilasi: target laju ventrikel <100/menit sebelum operasi 2
Evaluasi Pulmonal
- Foto thorax hanya jika ada gagal jantung baru atau pneumonia 2
- COPD ditemukan pada 7,2% pasien dan memerlukan optimalisasi 4
Optimalisasi Medis Preoperatif
Manajemen Anemia
Anemia preoperatif harus dikoreksi karena risiko iskemia miokard dan serebral postoperatif:
- Target Hb >12 g/dL (wanita) atau >13 g/dL (laki-laki) 5
- Pertimbangkan transfusi preoperatif jika Hb <9 g/dL, atau <10 g/dL dengan riwayat penyakit jantung iskemik 2
- Crossmatch 2 unit jika Hb 10-12 g/dL 2
Kontrol Diabetes
Status Nutrisi
Malnutrisi meningkatkan komplikasi dan mortalitas secara signifikan:
- Target albumin serum ≥3,5 g/dL 5
- Berikan suplemen nutrisi oral (ONS) postoperatif untuk meningkatkan asupan dan mengurangi komplikasi (RR 0,71; 95% CI 0,59-0,86) 6
- Asupan kalsium 1000-1200 mg/hari + vitamin D 800 IU/hari 1
- Jangan gunakan feeding tube overnight kecuali ada indikasi lain karena toleransi buruk tanpa manfaat jelas 6
Kesehatan Tulang
Evaluasi dan terapi osteoporosis sangat penting untuk mencegah fraktur periprostetik:
- Lakukan evaluasi risiko fraktur sistematis pada semua pasien ≥50 tahun 1
- Pilihan pertama: alendronate atau risedronate (biaya rendah, toleransi baik, pengalaman luas) 1
- Alternatif untuk intoleransi oral, demensia, malabsorpsi: zoledronic acid (IV) atau denosumab (SC) 1
- Osteoporosis sangat berat: pertimbangkan teriparatide 1
- Pada pasien usia lanjut dengan kualitas tulang buruk, pertimbangkan fiksasi femoral tersemen untuk mengurangi risiko fraktur periprostetik 7
Manajemen Medikasi
Antikoagulan
- Warfarin: target INR <2 untuk operasi, <1,5 untuk anestesi neuraksial 2
- Aspirin: dapat dihentikan kecuali angina tidak stabil atau TIA berulang 2
- Clopidogrel: umumnya tidak dihentikan, terutama pada pasien dengan stent koroner drug-eluting; harapkan perdarahan sedikit lebih banyak 2
Obat Antirematik
- Ikuti panduan ACR/AAHKS 2017 untuk manajemen perioperatif obat antirematik pada pasien dengan penyakit rematik 8
Faktor Risiko Modifikabel Lain
Tunda operasi hingga optimalisasi tercapai:
- BMI <40 kg/m² 5
- Berhenti merokok minimal 4 minggu sebelum operasi 5, 9
- Pengurangan opioid ≥50% dalam 4 minggu preoperatif 5
- Defisiensi vitamin D harus dikoreksi 9
- Evaluasi dan terapi infeksi gigi 9
- Infeksi saluran kemih: ditemukan pada 2% pasien dan harus diterapi 4
Skrining Kognitif dan Fungsional
Evaluasi Kognitif
- Disfungsi kognitif mempengaruhi pilihan terapi (pertimbangkan zoledronic acid atau denosumab jika ada demensia) 1
- Gunakan sistem skoring untuk memprediksi mortalitas (misalnya Nottingham Hip Fracture Score) 2
Status Fungsional
- Evaluasi mobilitas preoperatif dan kemandirian
- Displaced femoral neck fractures pada pasien sehat, aktif, mandiri tanpa disfungsi kognitif: pilih total hip replacement 1
- Pasien frail: pertimbangkan hemiarthroplasty (waktu operasi lebih singkat, risiko dislokasi lebih rendah) 1
Manajemen Anestesi
Persiapan Anestesi
- Pastikan hidrasi adekuat sebelum dan selama anestesi 3
- Pertahankan tekanan darah sistolik dalam 20% dari nilai pre-induksi menggunakan vasopresor dan/atau cairan 3
- Siapkan vasopresor (metaraminol/adrenalin) untuk kolaps kardiovaskular 3
Teknik Anestesi
- Anestesi neuraksial direkomendasikan 10
- Kontraindikasi relatif neuraksial: trombosit 50-80 × 10⁹/L 2
- Trombosit <50 × 10⁹/L: biasanya memerlukan transfusi trombosit preoperatif 2
Koordinasi Perawatan
Pendekatan orthogeriatrik multidisiplin adalah wajib untuk pasien geriatri frail dengan fraktur mayor: 1
- Kolaborasi terstruktur antara ahli bedah ortopedi, geriatri, anestesi, dan dokter perawatan primer
- Koordinator khusus (sering perawat terlatih) untuk mengidentifikasi, menginvestigasi, dan memulai intervensi 1
- Komunikasi terbuka antara pasien, ahli bedah, dan tim medis 8
Peringatan Penting
Risiko BCIS
- Kejadian kardiovaskular terjadi pada ~20% operasi dengan prosthesis tersemen 3
- Grade 1 (SpO₂ <94% atau penurunan TD sistolik >20%): ~20%
- Grade 2 (SpO₂ <88% atau penurunan TD >40%): ~3%
- Grade 3 (memerlukan RJP): ~1% 3
Kontraindikasi Operasi
- 2,5% pasien dianggap kandidat bedah tidak dapat diterima setelah skrining 4
- Evaluasi menyeluruh profil risiko setiap pasien sangat penting 11
Elektrolit dan Infeksi
- Hipokalemia: risiko atrial fibrilasi onset baru 2
- Hiperkalemia: dapat mengindikasikan rhabdomyolysis 2
- Leukositosis >17 × 10⁹/L: pertimbangkan infeksi (paru atau urin) 2
Program Prehabilitation
Edukasi preoperatif dan latihan (prehabilitation) berperan penting dalam mengoptimalkan outcome: 9
- Partisipasi dalam program prehabilitation direkomendasikan
- Latihan fisik dan penguatan otot
- Edukasi pasien tentang beban penyakit, faktor risiko, follow-up, dan durasi terapi 1
Pendekatan sistematis ini memastikan bahwa pasien geriatri dioptimalkan secara menyeluruh sebelum THR, meminimalkan risiko komplikasi perioperatif dan memaksimalkan pemulihan fungsional jangka panjang.