Dosis Steroid pada Shock Sepsis
Untuk pasien dengan shock sepsis yang tidak responsif terhadap resusitasi cairan dan vasopresor dosis sedang hingga tinggi, berikan hidrokortison intravena 200 mg/hari selama minimal 3 hari. 1
Indikasi Pemberian Steroid
Steroid hanya diberikan pada pasien dengan shock sepsis yang memenuhi kriteria berikut:
- Resusitasi cairan sudah adekuat
- Masih membutuhkan vasopresor dosis sedang-tinggi untuk mempertahankan MAP
- Hemodinamik tetap tidak stabil meskipun sudah mendapat terapi optimal
Jangan berikan steroid pada sepsis tanpa shock 1
Regimen Dosis yang Direkomendasikan
Pilihan Steroid
Hidrokortison adalah pilihan utama karena paling banyak diteliti dalam uji klinis 2. Alternatif lain (deksametason, metilprednisolon, prednisolon) menunjukkan hasil serupa, namun data lebih terbatas 2.
Dosis Hidrokortison
- Dosis standar: 200 mg/hari 1
- Rentang yang dapat diterima: 200-300 mg/hari 2
- Hindari dosis >300 mg/hari - data terbaru menunjukkan dosis tinggi justru meningkatkan mortalitas 3
Cara Pemberian
- Infus kontinu lebih disukai dibanding bolus intermiten 1
- Jika menggunakan infus: berikan bolus awal 50-100 mg sebelum memulai infus 2
- Jika bolus intermiten: bagi dosis menjadi setiap 6 jam 2
Penambahan Fludrokortison
Pertimbangkan menambahkan fludrokortison 50 mcg/hari per oral pada pasien dengan shock berat yang membutuhkan vasopresor dosis tinggi 4. Meta-analisis terbaru menunjukkan kombinasi hidrokortison + fludrokortison memberikan manfaat mortalitas lebih besar (RR 0.89) dibanding hidrokortison saja 4. Namun, bukti ini masih kontroversial dan tidak semua guideline merekomendasikannya secara rutin 2.
Durasi dan Penghentian
Durasi Terapi
- 7-14 hari adalah durasi tipikal 2
- Dapat lebih pendek jika pasien membaik dengan cepat 2
- Minimal 3 hari pada dosis penuh 5
Tapering dan Penghentian
- Mulai tapering ketika vasopresor tidak lagi dibutuhkan 1
- Untuk terapi >14 hari: wajib dilakukan tapering untuk mencegah insufisiensi adrenal 2
- Untuk terapi <14 hari: tapering dapat dipertimbangkan namun tidak mutlak 2
- Monitor ketat tanda rebound inflamasi setelah penghentian (syok berulang, kebutuhan ventilasi mekanik) 2
Timing Pemberian
Berikan steroid sesegera mungkin setelah inisiasi vasopresor 3. Data terbaru dari registry berbasis emergency department menunjukkan:
- Setiap penundaan dari inisiasi vasopresor ke pemberian steroid meningkatkan mortalitas (aOR 1.018 per jam) 3
- Dosis norepinefrin ekuivalen yang lebih tinggi saat pemberian steroid dikaitkan dengan mortalitas lebih tinggi 3
Monitoring dan Efek Samping
Parameter yang Harus Dimonitor
- Glukosa darah: hiperglikemia adalah efek samping paling konsisten 2, 6
- Natrium serum: risiko hipernatremia 2
- Kalium serum: risiko hipokalemia 2
- Tanda infeksi sekunder: meskipun dosis rendah tidak meningkatkan risiko superinfeksi secara signifikan 6
Efek Samping Lain
- Insomnia dan gangguan psikiatrik (mania, psikosis) pada individu rentan 2
- Kelemahan neuromuskular (ICU-acquired weakness) 2
Kontraindikasi Relatif
- Jangan gunakan tes stimulasi ACTH untuk menentukan siapa yang harus menerima hidrokortison 1
- Hati-hati pada kehamilan (FDA Class C): risiko celah bibir, berat lahir rendah, insufisiensi adrenal neonatal 2
Algoritma Praktis
- Pasien dengan shock sepsis → Resusitasi cairan + vasopresor
- Hemodinamik stabil dengan vasopresor?
- Ya → Jangan berikan steroid 1
- Tidak (masih butuh vasopresor dosis sedang-tinggi) → Lanjut ke langkah 3
- Berikan hidrokortison 200 mg/hari IV (infus kontinu atau bolus q6h) 2, 1
- Pertimbangkan tambahan fludrokortison 50 mcg/hari PO jika shock sangat berat 4
- Lanjutkan minimal 3 hari, evaluasi respons klinis
- Tapering dimulai saat vasopresor dihentikan 1
- Monitor glukosa, elektrolit, dan tanda rebound 2
Catatan Penting
Bukti terkuat untuk manfaat mortalitas terlihat pada subgrup pasien dengan:
Guideline Surviving Sepsis Campaign 2016 memberikan rekomendasi lemah (weak recommendation, low quality evidence) untuk penggunaan steroid, mencerminkan bahwa meskipun ada manfaat (terutama reversi shock lebih cepat), efek terhadap mortalitas masih diperdebatkan 1. Namun, guideline BMJ 2018 yang lebih baru memberikan rekomendasi kondisional untuk menggunakan steroid pada shock sepsis 2, dan meta-analisis terbaru 2025 menunjukkan penurunan mortalitas 28 hari yang signifikan (RR 0.88) 4.