Terapi Inflammatory Bowel Disease pada Anak
Untuk anak dengan penyakit Crohn aktif, nutrisi enteral eksklusif (EEN) selama 6-8 minggu adalah terapi lini pertama yang direkomendasikan untuk induksi remisi, dengan kortikosteroid sebagai alternatif jika EEN tidak dapat dilakukan. 1
Strategi Induksi Remisi
Penyakit Ringan hingga Sedang (Ileocecal)
Pilihan terapi berdasarkan lokasi dan tingkat keparahan:
EEN (Nutrisi Enteral Eksklusif): Formula polimerik oral selama 6-8 minggu mencapai tingkat remisi 73% dan lebih unggul dalam penyembuhan mukosa (74% vs 33% dibanding kortikosteroid) 1
Budesonide: Untuk penyakit ileocecal ringan-sedang sebagai alternatif kortikosteroid sistemik 1
- Dosis: 9 mg/hari (dapat ditingkatkan hingga 12 mg untuk 4 minggu pertama)
- Taper dalam 10-12 minggu
Prednison/Prednisolon: Jika EEN bukan pilihan 1
- Dosis: 1 mg/kg/hari (maksimal 40 mg), dosis tunggal pagi hari
- Taper selama ~10 minggu
- Peringatan: Jangan toleransi penggunaan berulang atau ketergantungan steroid 1
Penyakit Berat atau Faktor Risiko Tinggi
Indikator risiko tinggi yang memerlukan eskalasi terapi: 1
- Penyakit perianal atau fistulizing
- Retardasi pertumbuhan berat (Tanner 2-3 atau Z-score tinggi < -2.5)
- Ulkus dalam pada endoskopi
- Penyakit ekstensif (pan-enterik, termasuk saluran GI atas)
- Memerlukan kortikosteroid saat diagnosis
Terapi biologik anti-TNF harus dimulai langsung: 2, 1
- Infliximab atau adalimumab untuk induksi dan maintenance
- Terapi kombinasi dengan thiopurine lebih superior daripada monoterapi pada pasien naïf-thiopurine, terutama dipertimbangkan pada pasien risiko tinggi 1
- Catatan penting: Risiko keganasan (terutama limfoma hepatosplenik) lebih tinggi dengan terapi kombinasi, terutama pada laki-laki. Hentikan thiopurine dalam 6 bulan terapi kombinasi 1
Terapi Maintenance (Pemeliharaan)
Pasien Risiko Rendah
- Dapat dipertimbangkan tanpa terapi atau dengan 5-ASA (meskipun kontroversial) 1
- Partial enteral nutrition (PEN) mungkin efektif sebagian untuk maintenance 1
Mayoritas Pasien (Penyakit Aktif atau Biomarker Abnormal)
Pilihan imunomodulator: 1
Thiopurine (lini pertama untuk maintenance):
- Azathioprine: 2-2.5 mg/kg/hari sekali sehari
- 6-mercaptopurine: 1-1.5 mg/kg/hari sekali sehari
- Onset aksi: 8-14 minggu
- Monitor CBC dan enzim hati secara ketat
- Ukur TPMT (genotipe atau aktivitas enzim) sebelum memulai
- Ukur metabolit obat (6-TG dan 6-MMP) setelah 2-4 bulan untuk optimalisasi dosis
Methotrexate (alternatif atau jika thiopurine gagal):
- Dosis: 15 mg/m² (maksimal 25 mg) sekali seminggu
- Rute subkutan atau intramuskular (TIDAK oral - data tidak cukup) 1
- Berikan asam folat harian
- Onset aksi: 2-3 bulan
- Setelah remisi tercapai, dosis dapat dikurangi 40%
Anti-TNF: Untuk pasien yang gagal dengan imunomodulator atau penyakit berat 2, 1
Kegagalan Imunomodulator
Definisi kegagalan: 1
- Relaps berulang
- Ketidakmampuan untuk weaning kortikosteroid
- Inflamasi mukosa signifikan meskipun asimtomatik (berdasarkan tes darah, marker feses, endoskopi, atau radiografi)
Algoritma eskalasi:
- Optimalisasi dosis thiopurine berdasarkan metabolit dan pastikan kepatuhan
- Jika tetap gagal → Anti-TNF
- Jika gagal anti-TNF → Switch ke methotrexate atau sebaliknya
- Jika tidak ada respons → Pertimbangkan biologik lain (vedolizumab, ustekinumab) atau pembedahan 3, 4
Terapi yang TIDAK Direkomendasikan
Berdasarkan pedoman Canadian 2019 2:
- 5-ASA oral: Tidak untuk induksi atau maintenance pada penyakit sedang (meskipun ECCO/ESPGHAN menyatakan dapat dipertimbangkan pada kasus ringan tertentu dengan penyakit kolon) 1
- Thiopurine untuk induksi: Onset terlalu lambat
- Kortikosteroid untuk maintenance: Tidak boleh digunakan 1
- Cannabis: Tidak ada peran dalam terapi
Pertimbangan Khusus
Penyakit Perianal/Fistulizing
- Antibiotik (metronidazole 10-20 mg/kg/hari atau ciprofloxacin 20 mg/kg/hari) sebagai terapi adjuvan 1
- Anti-TNF untuk penyakit perianal berat 1
Sebelum Memulai Imunosupresan atau Anti-TNF
Wajib dilakukan: 1
- Periksa status imunisasi
- Skrining imunitas varicella zoster; vaksinasi jika seronegatif
- Catatan: Vaksin hidup tidak boleh diberikan setelah memulai terapi imunosupresan
Monitoring Terapi
- Pasien dalam remisi klinis dengan imunomodulator harus dinilai untuk penyembuhan mukosa dalam 1 tahun setelah inisiasi terapi 2
- Therapeutic drug monitoring (TDM) proaktif meningkatkan durabilitas terapi biologik 3, 5
Pembedahan
Sangat menarik untuk anak dengan:
- Penyakit ileal segmen pendek refrakter tanpa keterlibatan kolon
- Penyakit stenosis yang tidak responsif terhadap terapi anti-inflamasi 1
Perkembangan Terkini
Meskipun pedoman utama berasal dari 2014-2019, penelitian terbaru menunjukkan:
- Vedolizumab dan ustekinumab sebagai terapi lini kedua yang menjanjikan 3, 4
- JAK inhibitor dan anti-IL-23p19 untuk penyakit refrakter (data pediatrik terbatas) 3, 4
- Dual targeted therapy (DTT) untuk pasien yang tidak mencapai remisi dengan agen tunggal 3
- Fokus pada strategi treat-to-target dengan remisi biokimia/endoskopi sebagai tujuan 5, 6
Peringatan Utama: Intervensi agresif dini dengan terapi lanjutan menghasilkan outcome klinis yang lebih baik pada pasien PIBD dengan penyakit sedang-berat, namun harus diseimbangkan dengan risiko efek samping jangka panjang, terutama pada terapi kombinasi 3, 5.