Dosis Tiamin yang Direkomendasikan
Dosis tiamin harus disesuaikan dengan situasi klinis spesifik pasien, dengan dosis berkisar dari 10 mg/hari untuk defisiensi ringan hingga 500 mg tiga kali sehari IV untuk ensefalopati. 1
Algoritma Dosis Berdasarkan Kondisi Klinis
Pedoman ESPEN 2022 memberikan rekomendasi dosis yang jelas berdasarkan tingkat keparahan dan situasi klinis 1:
Pasien Rawat Jalan dan Defisiensi Ringan
- Defisiensi ringan: 10 mg/hari selama 1 minggu, dilanjutkan 3-5 mg/hari minimal 6 minggu (oral) 1
- Terapi diuretik kronis: 50 mg/hari (oral) 1
- Dosis pemeliharaan pada defisiensi terbukti: 50-100 mg/hari (oral) 1
Pasien Rawat Inap
Pasien berisiko tinggi defisiensi (malnutrisi, konsumsi alkohol, asupan oral buruk):
- 100 mg tiga kali sehari IV 1
Kecurigaan tinggi atau defisiensi terbukti:
- 200 mg tiga kali sehari IV 1
Pasien kritis/ICU:
- 100-300 mg/hari IV selama 3-4 hari sejak masuk 1
- Pedoman merekomendasikan pemberian tanpa ragu-ragu pada pasien gawat darurat atau ICU (Rekomendasi Grade B) 1
Kondisi Neurologis Akut
Ensefalopati etiologi tidak jelas atau Wernicke encephalopathy:
- 500 mg tiga kali sehari IV 1
- Ini adalah dosis tertinggi yang direkomendasikan untuk kondisi paling serius
Kondisi Khusus
Refeeding syndrome:
- 300 mg IV sebelum memulai terapi nutrisi
- Dilanjutkan 200-300 mg IV/hari minimal 3 hari berikutnya 1
Continuous renal replacement therapy (CRRT):
- 100 mg/hari (karena kehilangan tiamin melalui dialisis) 1
Nutrisi parenteral:
- Minimal 2.5 mg/hari (Rekomendasi Grade B) 1
Nutrisi enteral:
- 1.5-3 mg/hari pada pasien yang menerima 1500 kkal/hari (Rekomendasi Grade A) 1
Pemilihan Rute Pemberian
Gunakan rute IV dalam situasi berikut 1:
- Penyakit akut
- Kecurigaan asupan tidak adekuat (bahkan jangka pendek)
- Konsumsi alkohol tinggi (absorpsi oral buruk pada gastritis alkoholik) 1
- Kondisi kritis atau ensefalopati
Rute oral memadai untuk:
- Kecurigaan defisiensi kronis tanpa penyakit akut 1
- Dosis pemeliharaan setelah terapi IV
- Pasien rawat jalan dengan defisiensi ringan
Peringatan Keamanan Penting
Meskipun tiamin sangat aman dengan tidak ada batas atas toksisitas 1, FDA mengeluarkan peringatan khusus 2:
- Reaksi anafilaksis dapat terjadi, terutama setelah pemberian berulang
- Kematian telah dilaporkan dari pemberian IV/IM
- Lakukan skin test pada pasien dengan riwayat alergi obat atau reaksi sebelumnya terhadap tiamin
- Siapkan peralatan untuk menangani anafilaksis (epinefrin, oksigen, vasopressor, steroid, antihistamin)
- Observasi pasien minimal 30 menit setelah injeksi 2
Pertimbangan Klinis Tambahan
Cadangan tiamin dapat habis dalam 20 hari asupan tidak adekuat 1, sehingga ambang batas rendah untuk memberikan suplementasi sangat penting.
Pada pasien dengan penyakit kritis, defisiensi atau deplesi dapat ditemukan pada >90% pasien 1, menjustifikasi pemberian empiris tanpa menunggu konfirmasi laboratorium.
Berikan tiamin SEBELUM pemberian karbohidrat pada pasien berisiko untuk mencegah presipitasi ensefalopati Wernicke 1.
Dosis >400 mg dapat menyebabkan mual, anoreksia, dan ataksia ringan, namun ini jarang terjadi 1.