What are the causes of hypernatremia and hyperchloremia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: September 30, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Penyebab Hipernatremia dan Hiperchloremia

Hipernatremia

Hipernatremia (natrium serum >145 mEq/L) terjadi akibat defisiensi air relatif terhadap natrium, bukan kelebihan natrium, dan berkembang ketika mekanisme pertahanan fisiologis gagal. 1

Mekanisme Patofisiologi Utama

Hipernatremia berkembang ketika tiga mekanisme pertahanan tubuh gagal 2:

  • Gangguan sekresi atau kerja arginine vasopressin (AVP)
  • Penurunan rasa haus
  • Ketidakmampuan mengakses air

Penyebab Spesifik

Kehilangan air yang tidak tergantikan (renal atau ekstrarenal) adalah penyebab predominan, sedangkan kelebihan natrium merupakan mekanisme yang lebih jarang 1. Kondisi ini paling sering ditemukan pada:

  • Pasien rawat inap, terutama lansia
  • Pasien sakit kritis
  • Pasien dengan gangguan kesadaran 1

Kategori etiologi meliputi 3, 2:

  • Dehidrasi - kehilangan air melebihi kehilangan natrium dan klorida
  • Asupan natrium berlebihan
  • Gangguan penanganan air renal (misalnya diabetes insipidus)
  • Deplesi volume

Hiperchloremia

Hiperchloremia adalah gangguan elektrolit yang terkait dengan berbagai kondisi klinis, dimana ginjal memainkan peran penting dalam regulasi konsentrasi klorida melalui berbagai transporter sepanjang nefron. 4

Mekanisme Terjadinya Hiperchloremia

Hiperchloremia dapat terjadi ketika 4:

  1. Kehilangan air melebihi kehilangan natrium dan klorida
  2. Kapasitas menangani klorida berlebihan terlampaui
  3. Bikarbonat serum rendah dengan peningkatan klorida konkomitan - seperti pada asidosis metabolik anion gap normal atau alkalosis respiratorik

Penyebab Iatrogenik Penting

Pemberian volume besar NaCl 0,9% dapat menyebabkan asidosis hiperchloremik, vasokonstriksi renal, dan acute kidney injury (AKI). 5

Bukti klinis menunjukkan:

  • Studi kohort propensity-matched dengan 22.851 pasien bedah non-kardiak menunjukkan hiperchloremia hadir pada ~20% pasien dan terkait dengan peningkatan mortalitas 30 hari 5
  • Studi SALT pada 974 pasien sakit kritis menunjukkan pasien yang menerima volume besar NaCl 0,9% memiliki tingkat major adverse kidney events (MAKE) yang lebih tinggi dibanding yang menerima cairan buffered 5

Caveat Penting tentang Asidosis Hiperchloremik

Meskipun asidosis metabolik hiperchloremik dikaitkan dengan NaCl 0,9% sebagai cairan resusitasi, mayoritas studi pada populasi non-ICU tidak menunjukkan bahwa NaCl 0,9% menghasilkan asidosis pada dosis maintenance 6. Dari 4 studi dengan 496 pasien yang mengevaluasi efek komposisi cairan IV pada status asam-basa, sebagian besar tidak dapat menunjukkan bahwa NaCl 0,9% menghasilkan asidosis 6.

Implikasi Klinis

Hiperchloremia dan hipernatremia menurunkan survival mikroglial dan neuronal selama kondisi iskemia-reperfusi, yang mungkin menjelaskan hubungan dengan mortalitas lebih tinggi pada pasien stroke iskemik 7.

References

Research

Pathophysiology and aetiologies of hypernatremia.

Best practice & research. Clinical endocrinology & metabolism, 2025

Research

Diagnosis and treatment of hypernatremia.

Best practice & research. Clinical endocrinology & metabolism, 2016

Research

Comprehensive Overview of Hypernatremia: Pathophysiology, Diagnosis, and Management.

British journal of hospital medicine (London, England : 2005), 2025

Research

Hyperchloremia - Why and how.

Nefrologia : publicacion oficial de la Sociedad Espanola Nefrologia, 2016

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.