Penyebab Hipernatremia dan Hiperchloremia
Hipernatremia
Hipernatremia (natrium serum >145 mEq/L) terjadi akibat defisiensi air relatif terhadap natrium, bukan kelebihan natrium, dan berkembang ketika mekanisme pertahanan fisiologis gagal. 1
Mekanisme Patofisiologi Utama
Hipernatremia berkembang ketika tiga mekanisme pertahanan tubuh gagal 2:
- Gangguan sekresi atau kerja arginine vasopressin (AVP)
- Penurunan rasa haus
- Ketidakmampuan mengakses air
Penyebab Spesifik
Kehilangan air yang tidak tergantikan (renal atau ekstrarenal) adalah penyebab predominan, sedangkan kelebihan natrium merupakan mekanisme yang lebih jarang 1. Kondisi ini paling sering ditemukan pada:
- Pasien rawat inap, terutama lansia
- Pasien sakit kritis
- Pasien dengan gangguan kesadaran 1
Kategori etiologi meliputi 3, 2:
- Dehidrasi - kehilangan air melebihi kehilangan natrium dan klorida
- Asupan natrium berlebihan
- Gangguan penanganan air renal (misalnya diabetes insipidus)
- Deplesi volume
Hiperchloremia
Hiperchloremia adalah gangguan elektrolit yang terkait dengan berbagai kondisi klinis, dimana ginjal memainkan peran penting dalam regulasi konsentrasi klorida melalui berbagai transporter sepanjang nefron. 4
Mekanisme Terjadinya Hiperchloremia
Hiperchloremia dapat terjadi ketika 4:
- Kehilangan air melebihi kehilangan natrium dan klorida
- Kapasitas menangani klorida berlebihan terlampaui
- Bikarbonat serum rendah dengan peningkatan klorida konkomitan - seperti pada asidosis metabolik anion gap normal atau alkalosis respiratorik
Penyebab Iatrogenik Penting
Pemberian volume besar NaCl 0,9% dapat menyebabkan asidosis hiperchloremik, vasokonstriksi renal, dan acute kidney injury (AKI). 5
Bukti klinis menunjukkan:
- Studi kohort propensity-matched dengan 22.851 pasien bedah non-kardiak menunjukkan hiperchloremia hadir pada ~20% pasien dan terkait dengan peningkatan mortalitas 30 hari 5
- Studi SALT pada 974 pasien sakit kritis menunjukkan pasien yang menerima volume besar NaCl 0,9% memiliki tingkat major adverse kidney events (MAKE) yang lebih tinggi dibanding yang menerima cairan buffered 5
Caveat Penting tentang Asidosis Hiperchloremik
Meskipun asidosis metabolik hiperchloremik dikaitkan dengan NaCl 0,9% sebagai cairan resusitasi, mayoritas studi pada populasi non-ICU tidak menunjukkan bahwa NaCl 0,9% menghasilkan asidosis pada dosis maintenance 6. Dari 4 studi dengan 496 pasien yang mengevaluasi efek komposisi cairan IV pada status asam-basa, sebagian besar tidak dapat menunjukkan bahwa NaCl 0,9% menghasilkan asidosis 6.
Implikasi Klinis
Hiperchloremia dan hipernatremia menurunkan survival mikroglial dan neuronal selama kondisi iskemia-reperfusi, yang mungkin menjelaskan hubungan dengan mortalitas lebih tinggi pada pasien stroke iskemik 7.