Ya, Orang Muda Bisa Mengalami Kolesterol Tinggi
Ya, orang muda termasuk anak-anak dan remaja dapat mengalami kolesterol tinggi, baik karena faktor genetik (seperti hiperkolesterolemia familial) maupun faktor lingkungan seperti obesitas dan pola makan tidak sehat. Proses aterosklerosis dimulai sejak masa kanak-kanak, dan kadar kolesterol yang tinggi pada usia muda berhubungan langsung dengan pembentukan lesi aterosklerotik dini 1.
Mengapa Ini Penting
Kolesterol tinggi pada anak dan remaja cenderung menetap hingga dewasa (tracking), yang berarti anak dengan kolesterol tinggi kemungkinan besar akan menjadi dewasa dengan kolesterol tinggi 1. Lebih penting lagi, proses aterosklerosis mendahului manifestasi klinis bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun, sehingga identifikasi dan penanganan dini sangat krusial 1.
Penyebab Kolesterol Tinggi pada Orang Muda
1. Faktor Genetik - Hiperkolesterolemia Familial (FH)
- Kelainan genetik autosomal dominan yang menyebabkan kadar LDL kolesterol sangat tinggi sejak lahir 2
- Prevalensi cukup tinggi: sekitar 1:200-1:500 dalam populasi 3, 4
- Dapat menyebabkan penyakit jantung koroner prematur bahkan pada dekade ketiga kehidupan 3
- Kadar LDL ≥135 mg/dL dapat memprediksi FH dengan probabilitas 0,98 2
2. Faktor Lingkungan
- Obesitas (semakin meningkat prevalensinya) 2
- Pola makan tinggi lemak jenuh dan kolesterol
- Kurang aktivitas fisik
- Sindrom metabolik 5
Kapan Harus Melakukan Skrining
Berdasarkan pedoman American Heart Association 2:
Skrining Selektif (Direkomendasikan)
Lakukan pemeriksaan profil lipid puasa pada anak jika:
Riwayat keluarga penyakit kardiovaskular prematur:
- Orangtua atau kakek/nenek ≤55 tahun yang mengalami aterosklerosis koroner, penyakit vaskular perifer, stroke, prosedur arteri koroner, infark miokard, atau kematian jantung mendadak 2
Riwayat keluarga hiperkolesterolemia:
- Orangtua dengan kolesterol total ≥240 mg/dL 2
Anak dengan faktor risiko lain:
- Obesitas
- Diabetes
- Hipertensi 5
Skrining Universal (Pertimbangan)
Pedoman terbaru merekomendasikan skrining universal pada 6:
- Usia 9-11 tahun (sekali)
- Usia 17-21 tahun (sekali)
Alasannya: skrining selektif berdasarkan riwayat keluarga hanya mendeteksi 50-60% anak dengan kolesterol tinggi 2, dan banyak kasus FH terlewatkan 3, 4.
Nilai Normal dan Abnormal pada Anak
Berdasarkan kriteria NCEP 1:
| Parameter | Dapat Diterima | Borderline | Tinggi |
|---|---|---|---|
| Kolesterol Total | <170 mg/dL | 170-199 mg/dL | ≥200 mg/dL |
| LDL Kolesterol | <110 mg/dL | 110-129 mg/dL | ≥130 mg/dL |
| HDL Kolesterol | - | - | <35 mg/dL (risiko) |
| Trigliserida | - | - | ≥200 mg/dL |
Penanganan
Langkah Pertama: Modifikasi Gaya Hidup (Untuk Semua Anak ≥2 Tahun)
Diet yang direkomendasikan 2, 1:
- Lemak jenuh: ≤10% dari total kalori
- Total lemak: 20-30% dari total kalori
- Kolesterol diet: <300 mg/hari
- 5+ porsi sayur dan buah per hari
- 6-11 porsi biji-bijian per hari
- Kalori cukup untuk mendukung pertumbuhan normal
Jika LDL tetap ≥130 mg/dL setelah diet standar, tingkatkan ke diet lebih ketat 2:
- Lemak jenuh: ≤7% dari total kalori
- Kolesterol diet: <200 mg/hari
- Lakukan selama 6-12 bulan
Terapi Obat (Statin)
Indikasi terapi statin pada anak 2:
- Usia ≥10 tahun DAN
- LDL ≥190 mg/dL setelah 6-12 bulan terapi diet, ATAU
- LDL ≥160 mg/dL dengan salah satu:
- Riwayat keluarga penyakit kardiovaskular prematur, ATAU
- ≥2 faktor risiko kardiovaskular lain
Target pengobatan: LDL <100 mg/dL 5
Keamanan: Studi jangka menengah menunjukkan terapi statin aman dan efektif pada anak dengan dislipidemia genetik 3.
Peringatan Penting
Jangan abaikan riwayat keluarga: 36-46% anak memenuhi kriteria skrining berdasarkan riwayat keluarga, bukan hanya 25% seperti perkiraan awal 2
Kolesterol total saja tidak cukup: Penggunaan kolesterol total sebagai skrining memiliki tingkat false-positive 50-80% 2. Profil lipid lengkap lebih akurat.
Jangan menunda pada kasus genetik: Anak dengan FH memerlukan identifikasi dan pengobatan dini karena risiko penyakit kardiovaskular prematur sangat tinggi 4, 7
Pertimbangkan tes genetik: Untuk anak dengan LDL sangat tinggi atau riwayat keluarga kuat, tes genetik dapat mengkonfirmasi diagnosis FH 8, 9
Cascade screening: Jika satu anggota keluarga didiagnosis FH, periksa anggota keluarga lainnya (first-, second-, third-degree relatives) 6