Penyebab Hipokortisol yang Mengakibatkan Perawakan Pendek
Hipokortisol yang menyebabkan perawakan pendek terutama disebabkan oleh insufisiensi adrenal primer (penyakit Addison), insufisiensi adrenal sekunder (defisiensi ACTH akibat kelainan hipofisis), dan kondisi genetik spesifik seperti sindrom IMAGe atau familial glucocorticoid deficiency (FGD).
Penyebab Utama
1. Insufisiensi Adrenal Primer (Primary Adrenal Insufficiency/PAI)
Pada PAI, kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi kortisol yang cukup. Pada anak-anak, kondisi ini memerlukan penggantian glukokortikoid yang hati-hati karena:
- Kelebihan dosis (>15-20 mg/m²/hari pada bayi, >15-17 mg/m²/hari pada remaja) dapat menyebabkan supresi pertumbuhan dan perawakan pendek 1
- Kekurangan dosis menyebabkan gejala insufisiensi adrenal yang mengganggu pertumbuhan
- Dosis fisiologis yang tepat sekitar 8 mg/m²/hari hidrokortison dibagi 2-3 kali sehari 1
Tanda kelebihan glukokortikoid: Peningkatan berat badan berlebihan dengan penurunan kecepatan tinggi badan atau tanda Cushing syndrome 1
Tanda kekurangan: Penambahan berat badan tidak adekuat, kelelahan, anoreksia, hiperpigmentasi 1
2. Insufisiensi Adrenal Sekunder (Central Adrenal Insufficiency/CAI)
Disebabkan oleh defisiensi ACTH dari kelainan hipofisis atau hipotalamus:
- Multiple pituitary hormone deficiencies: 8 dari 11 anak dengan kondisi ini menunjukkan bukti hipokortisol meskipun kortisol baseline atau respons terhadap stimulasi sebelumnya normal 2
- Sering terjadi bersamaan dengan defisiensi growth hormone (GH), yang memperburuk perawakan pendek
- Kortisol pagi <80.8 μg/L (dengan assay generasi kedua) sangat sugestif untuk CAI 3
3. Kondisi Genetik Spesifik
Sindrom IMAGe
- Intrauterine growth retardation
- Metaphyseal dysplasia
- Adrenal hypoplasia congenita
- Genital anomalies
- Perawakan pendek adalah ciri khas dari sindrom ini 4
Familial Glucocorticoid Deficiency (FGD)
- Meskipun pasien FGD biasanya tinggi, kasus dengan mutasi homozigot S74I pada reseptor ACTH dapat mengalami perawakan pendek 5
- Mekanisme: Kemungkinan terkait hipotiroidisme primer yang menyertai atau faktor genetik spesifik 5
4. Penyakit Addison Autoimun
Pada penyakit Addison autoimun, pertumbuhan biasanya normal jika pengobatan adekuat 4. Namun, perawakan pendek dapat terjadi jika:
- Diagnosis terlambat
- Pengobatan tidak optimal
- Ada kondisi autoimun lain yang menyertai (seperti hipotiroidisme)
Mekanisme Perawakan Pendek
Efek Langsung Hipokortisol:
- Gangguan metabolisme dan mobilisasi energi
- Ketidakmampuan mengatasi stres fisiologis
- Gangguan pertumbuhan tulang dan maturasi skeletal
Efek Pengobatan yang Tidak Tepat:
- Overtreatment: Dosis glukokortikoid berlebihan menyebabkan supresi pertumbuhan langsung, mirip Cushing syndrome iatrogenik
- Undertreatment: Gejala insufisiensi adrenal kronis mengganggu pertumbuhan
Algoritma Diagnostik
Curiga hipokortisol pada anak dengan perawakan pendek plus:
- Hiperpigmentasi, kelelahan kronis, hipoglikemia
- Hiponatremia dengan hiperkalemia
- Riwayat krisis adrenal atau hipoglikemia berulang
Ukur kortisol pagi (jam 8 pagi):
Tentukan primer vs sekunder:
- Ukur ACTH: Tinggi pada PAI, rendah pada CAI
- Evaluasi fungsi hipofisis lain jika CAI
- Pertimbangkan tes genetik jika ada sindrom spesifik
Monitor pengobatan:
Peringatan Penting
- Jangan menggunakan kortisol plasma ACTH untuk monitoring rutin pada anak dengan PAI karena biasanya di atas normal dan tidak berguna 1
- Perhatikan faktor yang mempengaruhi hasil kortisol: Gangguan ritme sirkadian, kehamilan, estrogen oral, hipoalbuminemia, penyakit kritis 6
- Variabilitas assay: Nilai cut-off berbeda antar laboratorium; kenali nilai yang digunakan di laboratorium Anda 6