What is the recommended adult dose of Coditam (codeine phosphate and paracetamol)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 14, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Dosis Coditam untuk Orang Dewasa

Untuk orang dewasa, dosis Coditam (kombinasi kodein fosfat dan parasetamol) yang direkomendasikan adalah 1-2 tablet setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, dengan dosis maksimal 8 tablet per hari (setara dengan 240 mg kodein dan 4000 mg parasetamol). Ini berarti tidak boleh melebihi 4000 mg parasetamol dan 240 mg kodein dalam 24 jam 1.

Panduan Dosis Spesifik

Dosis awal yang umum:

  • Mulai dengan 1-2 tablet (masing-masing tablet biasanya mengandung 30 mg kodein + 500 mg parasetamol)
  • Interval pemberian: setiap 4-6 jam
  • Batas maksimal harian: 8 tablet atau 240 mg kodein + 4000 mg parasetamol 1, 2, 1

Algoritma Penggunaan Berdasarkan Intensitas Nyeri

Untuk nyeri ringan hingga sedang (WHO Level II):

  • Kombinasi kodein-parasetamol efektif untuk nyeri dengan intensitas sedang
  • Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai dosis maksimal sebelum beralih ke opioid yang lebih kuat 1, 3

Bukti efektivitas:

  • Kombinasi parasetamol 600-650 mg + kodein 60 mg memiliki NNT (number-needed-to-treat) 3,6 untuk mencapai setidaknya 50% pengurangan nyeri 4, 5, 6
  • Penambahan kodein 60 mg ke parasetamol memberikan tambahan 10-15% pasien yang mencapai pengurangan nyeri ≥50% 4, 7

Peringatan Penting dan Jebakan Klinis

Batasan toksisitas parasetamol:

  • Jangan pernah melebihi 4000 mg parasetamol per hari karena risiko hepatotoksisitas 3, 2, 1
  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati 3

Efek samping kodein yang perlu diwaspadai:

  • Mengantuk, pusing, dan mual lebih sering terjadi dengan kombinasi kodein-parasetamol dibanding parasetamol saja 8, 4, 5, 9
  • Konstipasi adalah efek samping umum yang memerlukan pencegahan proaktif 1
  • NNH (number-needed-to-harm) untuk mengantuk adalah 11, untuk pusing adalah 27 5

Kontraindikasi dan interaksi:

  • Jangan kombinasikan dengan opioid lain dari kelas yang berbeda secara bersamaan 3
  • Hindari penggunaan jangka panjang tanpa evaluasi ulang 3

Kapan Harus Mengevaluasi Ulang

Jika pasien memerlukan lebih dari 4 dosis "breakthrough" per hari, pertimbangkan untuk:

  • Meningkatkan dosis dasar (jika belum mencapai maksimal)
  • Beralih ke opioid yang lebih kuat (WHO Level III) jika dosis maksimal sudah tercapai 1, 2, 1

Durasi penggunaan:

  • Evaluasi ulang setelah 6 minggu jika nyeri tidak membaik 10
  • Hindari penggunaan berkelanjutan jangka panjang tanpa evaluasi berkala 3

Pertimbangan Khusus

Untuk pasien dengan nyeri kanker sedang, kombinasi kodein-parasetamol dapat digunakan sebagai terapi lini kedua sesuai tangga analgesik WHO, dengan opsi untuk meningkatkan ke opioid kuat jika kontrol nyeri tidak adekuat 1, 3, 2, 1.

References

Guideline

adult cancer pain.

Journal of the National Comprehensive Cancer Network : JNCCN, 2010

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.