Penyebab BAB Darah Hitam (Melena) pada Anjing
BAB darah hitam (melena) pada anjing paling sering disebabkan oleh perdarahan saluran cerna bagian atas, dengan ulkus peptikum (tukak lambung/duodenum) sebagai penyebab tersering, diikuti oleh erosi gastroduodenal, esofagitis, dan gastroenteritis eosinofilik.
Definisi dan Mekanisme
Melena adalah keluarnya feses berwarna hitam seperti ter yang menandakan perdarahan dari saluran cerna bagian atas 1. Warna hitam terbentuk karena darah mengalami oksidasi oleh asam lambung dan enzim pencernaan saat melewati saluran cerna.
Penyebab Utama Berdasarkan Evidence
Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas (Paling Umum)
Berdasarkan data pada manusia yang dapat diekstrapolasi ke anjing, penyebab melena meliputi 1:
- Ulkus peptikum (35-50%): Tukak pada lambung atau duodenum
- Erosi gastroduodenal (8-15%): Kerusakan superfisial mukosa lambung/duodenum
- Esofagitis (5-15%): Peradangan esofagus
- Keganasan saluran cerna atas: Tumor lambung atau duodenum
- Malformasi vaskular (1%): Kelainan pembuluh darah
- Penyebab lain (5%): Termasuk kondisi spesifik pada anjing
Kondisi Spesifik pada Anjing
Gastroenteritis eosinofilik merupakan penyebab penting pada anjing yang dapat menyebabkan muntah darah (hematemesis) dan melena kronis 2. Kondisi ini melibatkan peradangan saluran cerna dengan infiltrasi eosinofil yang memerlukan biopsi untuk diagnosis definitif.
Algoritma Pendekatan Diagnostik
Langkah 1: Konfirmasi Melena Sejati
- Pastikan feses benar-benar hitam seperti ter, bukan hanya gelap karena makanan atau suplemen zat besi
- Periksa apakah ada riwayat konsumsi obat NSAID atau kortikosteroid yang dapat menyebabkan ulkus
Langkah 2: Evaluasi Keparahan
Anjing dengan melena DAN muntah darah memiliki perdarahan yang lebih berat dibanding melena saja 1. Perhatikan tanda-tanda syok:
- Denyut jantung >100x/menit (sesuaikan dengan ukuran anjing)
- Membran mukosa pucat
- Waktu pengisian kapiler memanjang
- Kelemahan atau kolaps
Langkah 3: Identifikasi Sumber Perdarahan
Endoskopi saluran cerna atas (esofagogastroduodenoskopi) adalah pemeriksaan pilihan utama untuk mengidentifikasi sumber perdarahan 3. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi:
- Ulkus lambung/duodenum
- Erosi mukosa
- Esofagitis
- Massa/tumor
- Varises (jarang pada anjing)
Langkah 4: Jika Endoskopi Atas Negatif
Pertimbangkan perdarahan dari usus halus 4, 3:
- Capsule endoscopy (jika tersedia untuk hewan)
- Enteroskopi
- Ultrasonografi abdomen untuk mencari massa atau kelainan struktural
Caveat Penting
- Jangan abaikan penyebab sistemik: Koagulopati, penyakit hati, atau gagal ginjal dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna
- Riwayat obat sangat penting: NSAID adalah penyebab iatrogenik tersering ulkus pada anjing
- Usia anjing berpengaruh: Pada anjing muda (<2 tahun), pertimbangkan benda asing atau intususepsi; pada anjing tua, keganasan lebih mungkin
- Pemeriksaan berulang mungkin diperlukan: Sekitar 20% kasus tidak ditemukan penyebabnya pada pemeriksaan awal 1
Manajemen Berdasarkan Penyebab
- Ulkus peptikum: Inhibitor pompa proton, protektan mukosa, eliminasi NSAID
- Gastroenteritis eosinofilik: Terapi anti-inflamasi dan modifikasi diet untuk mengurangi paparan antigen 2
- Esofagitis: Inhibitor pompa proton, diet lunak
- Keganasan: Pembedahan jika memungkinkan
Prioritas utama adalah stabilisasi hemodinamik dengan cairan intravena dan transfusi darah jika diperlukan, sambil mengidentifikasi dan mengatasi sumber perdarahan.