Regimen Antibiotik untuk Appendicitis Akut pada Anak < 17 Tahun
Untuk appendicitis tidak terkomplikasi: berikan satu dosis antibiotik spektrum luas preoperatif (0-60 menit sebelum insisi), TANPA antibiotik postoperatif. Untuk appendicitis terkomplikasi: berikan antibiotik intravena yang kemudian beralih ke oral setelah 48 jam, dengan durasi total < 7 hari 1.
Algoritma Berdasarkan Tingkat Keparahan
Appendicitis Tidak Terkomplikasi (Non-Perforated)
Pilihan Antibiotik Preoperatif:
- Sefalosporin generasi 2-3 (cefoxitin atau cefotetan) sebagai dosis tunggal 1
- Amoxicillin-clavulanate - pilihan yang sesuai berdasarkan sensitivitas lokal 2
- Cefazolin dapat dipertimbangkan jika CRP < 4.2 mg/dL 3
Durasi: Satu dosis saja, TIDAK perlu antibiotik postoperatif 1. Pedoman WSES 2020 dengan kualitas bukti tinggi menyatakan antibiotik postoperatif tidak berperan dalam mengurangi infeksi luka operasi pada anak dengan appendicitis tidak terkomplikasi.
Appendicitis Terkomplikasi (Perforated/Gangrenous/Abscess)
Pilihan Antibiotik Intravena (harus mencakup gram negatif enterik dan anaerob termasuk E. coli dan Bacteroides):
Regimen Pilihan:
- Piperacillin-tazobactam - resistensi rendah (8%) 4
- Ampicillin-sulbactam
- Ticarcillin-clavulanate
- Imipenem-cilastatin 1
Regimen Kombinasi Alternatif:
- Ampicillin + Clindamycin (atau Metronidazole) + Gentamicin - kombinasi paling umum 1
- Ceftriaxone + Metronidazole 5
- Cefminox + Metronidazole - pilihan paling ekonomis dengan efikasi setara 6
Catatan Penting: Metronidazole TIDAK diperlukan jika sudah menggunakan aminopenicillin dengan inhibitor β-laktam atau carbapenem 1.
Durasi dan Cara Pemberian untuk Kasus Terkomplikasi
Protokol yang Direkomendasikan:
- Mulai dengan antibiotik intravena segera setelah diagnosis ditegakkan
- Beralih ke oral setelah 48 jam jika kondisi klinis membaik 1
- Durasi total < 7 hari (biasanya 5-7 hari) 1
- JANGAN memperpanjang > 3-5 hari jika kontrol sumber adekuat 1
Pedoman WSES 2020 memberikan rekomendasi kuat (1B) untuk beralih dini ke antibiotik oral pada anak dengan appendicitis terkomplikasi, dengan durasi total < 7 hari aman dan tidak meningkatkan komplikasi.
Pertimbangan Khusus Berdasarkan Bukti Terkini
Pola Resistensi Antibiotik
Berdasarkan data mikrobiologi 2, 4:
- E. coli adalah bakteri predominan (85% kasus)
- Pseudomonas dan Streptococcus anginosus group terkait dengan perforasi
- Resistensi tinggi terhadap: ampicillin-sulbactam (31%), cefuroxime/ceftriaxone (37%), ciprofloxacin (51%)
- Resistensi rendah terhadap: gentamicin (15%), piperacillin-tazobactam (8%), meropenem (3%)
Prediksi Preoperatif untuk Memilih Antibiotik
Jika CRP > 4.2 mg/dL atau neutrofil > 80.1%, kemungkinan besar appendicitis terkomplikasi - gunakan amoxicillin-clavulanate sebagai terapi (bukan profilaksis) 3.
Peringatan Klinis Penting
Hindari kesalahan umum:
- JANGAN berikan antibiotik postoperatif rutin untuk appendicitis tidak terkomplikasi - tidak ada manfaat dan meningkatkan resistensi
- JANGAN perpanjang antibiotik > 7 hari pada anak dengan appendicitis terkomplikasi jika kontrol sumber adekuat
- JANGAN gunakan antibiotik spektrum sangat luas (extended-spectrum) secara rutin - tidak memberikan keuntungan dibanding spektrum lebih sempit pada anak 1
- Beralih ke oral setelah 48 jam aman dan mengurangi lama rawat inap
Manajemen Non-Operatif (Jika Dipilih)
Untuk appendicitis tidak terkomplikasi tanpa appendicolith yang dikelola konservatif 1, 5:
- Antibiotik intravena (ceftriaxone/metronidazole atau amoxicillin-clavulanate) selama 48 jam
- Dilanjutkan antibiotik oral hingga total 10 hari
- Tingkat kegagalan dini: 10.3%
- Tingkat rekurensi: 24.3% dalam 16 bulan
- Tetap merupakan alternatif aman dengan biaya lebih rendah
Rekomendasi ini berdasarkan pedoman WSES Jerusalem 2020 dengan kualitas bukti tinggi hingga moderat, didukung oleh studi mikrobiologi dan farmakoekonomik terkini pada populasi pediatrik.