Cara Membantu Anjing yang Melahirkan dengan Kontraksi Uterus yang Lemah
Untuk menginduksi kontraksi uterus pada anjing yang mengalami kesulitan melahirkan (uterine inertia), gunakan kombinasi aglepristone (antiprogesteron) diikuti dengan oxytocin atau PGF2α, dengan protokol yang telah terbukti efektif dan aman.
Protokol Medikasi yang Direkomendasikan
Pilihan Utama: Aglepristone + Oxytocin
Dosis Aglepristone:
- Berikan 15 mg/kg pada hari ke-59-61 setelah ovulasi 1, 2
- Dapat diberikan dua kali dengan interval 9 jam jika diperlukan 2
Dosis Oxytocin (setelah aglepristone):
- Tunggu 24 jam setelah pemberian aglepristone
- Berikan 0.15 IU/kg secara subkutan setiap 2 jam 1
- Anak anjing pertama biasanya lahir dalam 25.9 ± 3.29 jam setelah aglepristone (rentang 21-30 jam) 1
Mekanisme Kerja
Aglepristone bekerja sebagai progesterone receptor blocker yang:
- Menurunkan kadar progesteron yang menghambat kontraksi
- Meningkatkan sensitivitas myometrium terhadap oxytocin 3
- Paling efektif pada lapisan longitudinal myometrium 3
Evaluasi Sebelum Pemberian Obat
Hal-hal yang HARUS disingkirkan terlebih dahulu:
Obstruksi mekanis (fetal dystocia):
- Fetus terlalu besar (macrosomia)
- Malposisi fetus
- Panggul terlalu sempit (cephalopelvic disproportion)
- JANGAN berikan uterotonika jika ada obstruksi - risiko ruptur uterus 4
Tanda-tanda yang mengindikasikan obstruksi:
- Kontraksi kuat tetapi tidak ada kemajuan
- Fetus teraba di jalan lahir tetapi tidak keluar
- Distress maternal yang meningkat
Alternatif Jika Aglepristone Tidak Tersedia
PGF2α (Dinoprost)
- Dapat digunakan untuk menginduksi kontraksi uterus 5, 6
- Bekerja terutama pada lapisan circular myometrium 3
- Konsentrasi lokal PGF2α meningkat secara alami saat persalinan 6
- Catatan: Pada kasus uterine inertia primer, konsentrasi PGF2α lokal cenderung lebih rendah 6
Monitoring dan Waktu Respons
Timeline yang diharapkan:
- Respons terhadap oxytocin: kontraksi meningkat dalam 2 jam 4
- Jika tidak ada kemajuan setelah 2-4 jam stimulasi oxytocin, pertimbangkan sectio caesarea 4
- Beberapa anjing kecil (<10 kg) dapat melahirkan bahkan sebelum pemberian oxytocin pertama 1
Durasi persalinan yang normal setelah induksi:
Peringatan Penting
Risiko dan Komplikasi
Prematuritas: Jika induksi dilakukan terlalu dini (<hari ke-58), anak anjing dapat prematur dan tidak bertahan 1
Hiperstimulasi uterus:
- Titrasi oxytocin secara perlahan
- Hindari dosis berlebihan yang dapat menyebabkan kontraksi tetanik
- Dapat menyebabkan fetal distress atau ruptur uterus 4
Defek myometrial:
- Pada beberapa kasus uterine inertia, terdapat downregulasi gen MLCK4 dan MYH2 yang mengatur kontraksi 7
- Kasus seperti ini mungkin tidak merespons baik terhadap uterotonika
Kapan Harus Melakukan Sectio Caesarea
Indikasi absolut untuk operasi:
- Tidak ada respons terhadap uterotonika setelah 2-4 jam 4
- Bukti obstruksi mekanis
- Fetal distress
- Maternal distress yang memburuk
- Riwayat sectio caesarea sebelumnya dengan risiko ruptur uterus
Prognosis
- Protokol aglepristone-oxytocin berhasil pada 7/7 anjing dalam studi 1
- Survival rate anak anjing dan berat lahir tidak berbeda signifikan dengan persalinan spontan 1, 2
- Tidak mempengaruhi fertilitas masa depan - anjing dapat melahirkan normal pada kehamilan berikutnya 5
- Tingkat pertumbuhan anak anjing pasca-lahir normal 2
Kesimpulan: Kombinasi aglepristone diikuti oxytocin adalah metode yang paling efektif dan aman untuk menginduksi kontraksi uterus pada anjing dengan uterine inertia, dengan tingkat keberhasilan tinggi dan minimal efek samping jika dilakukan dengan protokol yang tepat dan setelah menyingkirkan obstruksi mekanis.