Pemilihan Antibiotik pada Osteomielitis Anak
Untuk osteomielitis akut hematogen pada anak, mulai dengan vankomisin IV 15 mg/kg setiap 6 jam sebagai terapi empiris, atau klindamisin 10-13 mg/kg setiap 6-8 jam (maksimal 40 mg/kg/hari) jika pasien stabil tanpa bakteremia dan tingkat resistensi klindamisin lokal rendah (<10%). 1
Pendekatan Terapi Berdasarkan Keparahan
Osteomielitis Tanpa Komplikasi (Pasien Stabil)
Pilihan Utama:
- Klindamisin IV 10-13 mg/kg/dosis setiap 6-8 jam (total 40 mg/kg/hari) - dapat beralih ke oral jika strain sensitif 1
- Alternatif: Vankomisin IV 15 mg/kg/dosis setiap 6 jam 1, 2
Kriteria untuk menggunakan klindamisin:
- Pasien hemodinamik stabil
- Tidak ada bakteremia berkelanjutan
- Tidak ada infeksi intravaskular
- Tingkat resistensi klindamisin lokal <10%
Osteomielitis dengan Komplikasi atau MRSA
Pilihan Utama:
- Vankomisin IV 15 mg/kg/dosis setiap 6 jam 1, 2
- Daptomisin 6-10 mg/kg/dosis IV sekali sehari 1
- Linezolid: 10 mg/kg/dosis setiap 8 jam untuk anak <12 tahun (maksimal 600 mg/dosis); 600 mg dua kali sehari untuk ≥12 tahun 1
Pertimbangan Penambahan Rifampisin
Beberapa ahli merekomendasikan penambahan rifampisin 5 mg/kg/dosis setiap 8-12 jam pada antibiotik yang dipilih 3, 1. Namun, rifampisin hanya boleh ditambahkan setelah bakteremia terkontrol jika ada bakteremia bersamaan 3.
Durasi Terapi
- Minimum 4-6 minggu untuk osteomielitis 1, 2
- Beberapa ahli menyarankan tambahan 1-3 bulan terapi oral berbasis rifampisin untuk infeksi kronis atau jika debridemen tidak dilakukan 3
- Untuk artritis septik bersamaan: 3-4 minggu 1, 2
Transisi IV ke Oral
Kriteria untuk beralih ke terapi oral:
- Perbaikan klinis yang jelas
- Penurunan C-reactive protein (CRP)
- Pasien stabil tanpa bakteremia berkelanjutan
- Antibiotik oral yang sesuai tersedia dengan strain yang sensitif
Pilihan oral (jika strain sensitif):
Penelitian terbaru menunjukkan terapi oral dapat dimulai setelah 2-4 hari terapi IV, bahkan sejak awal pada kasus tanpa kriteria keparahan, dengan hasil yang tidak inferior 4, 5, 6, 7.
Peran Debridemen Bedah
Debridemen bedah adalah terapi utama dan harus dilakukan bila memungkinkan 3, 1, terutama pada:
- Abses subperiosteal
- Abses jaringan lunak terkait
- Artritis septik (drainase atau debridemen ruang sendi selalu diperlukan) 3, 1
Patogen yang Harus Dicakup
- Staphylococcus aureus adalah patogen paling umum pada semua usia 4, 8, 9
- Kingella kingae sangat umum pada anak <4 tahun 4, 10
- Pertimbangkan Streptococcus grup B pada neonatus
- Pertimbangkan Salmonella spp. pada pasien dengan penyakit sel sabit 11
Peringatan Penting
- Jangan gunakan doksisiklin pada anak <8 tahun 2
- Jangan tambahkan gentamisin atau rifampisin secara rutin pada bakteremia atau endokarditis - harus diindividualisasi 2
- Untuk anak >3 bulan dengan infeksi tanpa komplikasi, amoksisilin-klavulanat dosis tinggi (150 mg/kg/hari) IV, sefuroksim, atau sefazolin dapat digunakan sebagai terapi empiris untuk MSSA 4
- Pantau ESR dan/atau CRP untuk memandu respons terapi 3
- MRI dengan gadolinium adalah modalitas pencitraan pilihan 3
Pedoman ini memprioritaskan rekomendasi IDSA 2011 3, 1 yang tetap menjadi standar emas untuk penatalaksanaan MRSA, dilengkapi dengan bukti terkini yang mendukung durasi IV lebih pendek dan transisi oral lebih awal untuk kasus tanpa komplikasi 4, 5, 6, 7.