What are the causes of crusting on a baby's eyebrows?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 24, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Kerak pada Alis Bayi: Penyebab Utama

Kerak pada alis bayi paling sering disebabkan oleh dermatitis seboroik (cradle cap), yang merupakan kondisi kulit umum pada bayi dengan prevalensi 10% dan paling tinggi pada 3 bulan pertama kehidupan 1.

Penyebab Primer

Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah penyebab paling umum kerak pada alis bayi 1, 2. Kondisi ini:

  • Prevalensi tertinggi pada 3 bulan pertama kehidupan, menurun cepat setelah usia 1 tahun 1
  • Muncul sebagai sisik berminyak (greasy scaling) pada area anterior kelopak mata dan alis 3
  • Sebagian besar kasus (71,9%) bersifat minimal hingga ringan 1
  • Sering dikaitkan dengan infeksi jamur Malassezia furfur, yang ditemukan pada 8 dari 13 kasus bayi dengan erupsi papulopustular di wajah, leher, dan kulit kepala 4

Blepharitis Seboroik

Ketika kerak melibatkan area alis dan kelopak mata, ini dapat merupakan blepharitis seboroik 3. Karakteristiknya:

  • Sisik berminyak pada margin kelopak mata anterior
  • Sering disertai dermatitis seboroik pada alis dan kulit kepala
  • Dapat terjadi sejak masa kanak-kanak 3

Penyebab Sekunder yang Perlu Dipertimbangkan

Blepharitis Stafilokokus

Meskipun lebih jarang pada bayi, kondisi ini ditandai dengan 3:

  • Sisik, kerak, dan kemerahan pada margin kelopak mata
  • Pembentukan "collarette" di dasar bulu mata
  • Dapat menyebabkan komplikasi serius pada anak, termasuk keratopati dan kehilangan penglihatan

Infestasi Demodex

  • Tungau Demodex folliculorum ditemukan pada 12% anak sehat 3
  • Ditandai dengan "cylindrical dandruff" atau selubung pada dasar bulu mata 3

Tinea Capitis Neonatal

Sangat jarang pada bayi baru lahir, tetapi harus dipertimbangkan jika 5:

  • Terdapat plak bersisik multipel pada kulit kepala yang meluas ke alis
  • Presentasi klinis mirip dermatitis seboroik
  • Memerlukan terapi antijamur sistemik atau topikal

Dermatitis Atopik

Sangat terkait dengan blepharitis pada anak dan dewasa 3. Perlu dicurigai jika ada riwayat atopi dalam keluarga.

Peringatan Penting

Caveat klinis yang harus diwaspadai:

  • Jika kerak disertai dengan telur kutu (nits) yang menempel pada batang bulu mata dan debris berdarah, pertimbangkan pediculosis palpebrarum - pada anak, ini dapat menjadi indikasi pelecehan seksual 3
  • Blepharitis pada anak dapat menyebabkan komplikasi serius: astigmatisme terinduksi, keratopati, ambliopia, kehilangan penglihatan, bahkan perforasi kornea 3
  • Sebagian besar kasus dermatitis seboroik dan pityriasis capitis (71,9-85,8%) bersifat minimal hingga ringan dan memerlukan sedikit atau tanpa pengobatan 1

Faktor yang Mempengaruhi

Kondisi dermatologis yang dapat menyertai kerak pada alis bayi:

  • Dermatitis seboroik pada area lain (kulit kepala, area popok)
  • Rosacea okular (jarang pada anak, tetapi dapat terjadi dengan tanda-tanda halus) 3
  • Psoriasis 3

References

Guideline

blepharitis preferred practice pattern®.

Ophthalmology, 2024

Research

Neonatal Malassezia furfur pustulosis.

Archives of dermatology, 1996

Research

24-day-old newborn with tinea capitis: A case report.

Malaysian family physician : the official journal of the Academy of Family Physicians of Malaysia, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.