What are the causes of gastric perforation in children?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 26, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Penyebab Perforasi Gaster pada Anak

Perforasi gaster pada anak terutama disebabkan oleh necrotizing enterocolitis (NEC) pada neonatus prematur, obstruksi distal kongenital, dan pada anak yang lebih besar dapat terjadi akibat ulkus peptikum, trauma, atau infeksi bakteri langka seperti Sarcina ventriculi.

Penyebab Berdasarkan Kelompok Usia

Neonatus dan Bayi Prematur

Necrotizing enterocolitis (NEC) adalah penyebab paling umum perforasi gaster pada neonatus, terutama pada bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah 1. NEC memerlukan tiga komponen:

  • Substrat untuk pertumbuhan bakteri (pemberian makan)
  • Agen infeksius (biasanya bakteri)
  • Kejadian yang menyebabkan kerusakan usus, seperti penurunan aliran darah ke usus 1

Faktor risiko spesifik pada bayi berat lahir sangat rendah 2:

  • Patent ductus arteriosus (PDA) yang signifikan secara hemodinamik (75% kasus)
  • Sepsis dini
  • Hipotensi persisten
  • Penggunaan obat (parasetamol, ibuprofen)
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Korioamnionitis
  • Asfiksia
  • Pemasangan kateter orogastrik

Obstruksi distal kongenital merupakan penyebab penting yang semakin dikenali 3. Studi 20 tahun menunjukkan bahwa proporsi perforasi gaster dengan obstruksi distal meningkat secara signifikan (p = 0.015), termasuk:

  • Volvulus midgut (3 kasus)
  • Stenosis jejunal
  • Eventration diafragma
  • Malrotasi intestinal
  • Duodenal web

Anak yang Lebih Besar

Ulkus peptikum adalah penyebab utama pada anak yang lebih besar 4, 5. Faktor etiologi meliputi:

  • Helicobacter pylori (faktor etiologi utama)
  • Penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID)
  • Steroid
  • Merokok (pada remaja)
  • Diet tinggi garam
  • Stres ulkus pada pasien sakit kritis 4

Penyebab langka namun penting:

  • Infeksi Sarcina ventriculi: Bakteri anaerob Gram-positif langka yang dapat menyebabkan perforasi gaster spontan bahkan pada anak sehat tanpa kondisi predisposisi 6
  • Dilatasi gaster masif: Dapat menyebabkan nekrosis dan perforasi, terutama pada anak dengan gangguan mental dan aerofagia patologis 7
  • Trauma: Laserasi atau transeksi dinding usus, hematoma mural dan mesenterik, devaskularisasi lokal 4
  • Keganasan: 10-16% dari semua perforasi gaster disebabkan oleh karsinoma gaster, meskipun sangat jarang pada anak 8, 9

Faktor Prognostik Buruk

Berdasarkan bukti, faktor-faktor berikut menunjukkan prognosis buruk 10:

  • Leukopenia saat masuk (sensitivitas 100%)
  • Trombositopenia dalam 48 jam (sensitivitas 100%, spesifisitas 67%)
  • Peritonitis
  • Lahir di luar rumah sakit rujukan
  • Anomali gastrointestinal konkomitan (70% kasus memiliki kelainan GI terkait)

Pertimbangan Klinis Penting

Pada neonatus, perforasi gaster sering bersamaan dengan:

  • Iskemia usus/NEC (5 pasien dalam satu seri)
  • Malrotasi intestinal
  • Kelainan inflamasi/infeksius 10

Tingkat mortalitas bervariasi berdasarkan penyebab:

  • NEC dengan perforasi: 5% survival kecuali melibatkan seluruh usus (mortalitas 40-90%) 1
  • Perforasi gaster neonatal: 30% mortalitas 10
  • Perforasi usus halus akibat penyakit infeksi (demam tifoid) di negara berkembang: hingga 60% mortalitas 4

Peringatan penting: Evaluasi kemungkinan obstruksi distal harus dilakukan selama operasi untuk perforasi gaster, karena proporsi kasus "spontan" sejati telah menurun seiring waktu, dengan lebih banyak kasus terkait obstruksi distal yang dapat diidentifikasi 3.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.