Terapi Paparan Uap Sianida
Hydroxocobalamin adalah terapi lini pertama yang direkomendasikan untuk keracunan sianida akut dari inhalasi uap, dengan dosis 5 gram intravena, dan dapat diulang hingga dosis maksimal 15 gram. 1
Pendekatan Terapi Berdasarkan Pedoman Terkini
Terapi Antidot Spesifik
Pedoman American Heart Association 2023 memberikan rekomendasi kelas I (rekomendasi kuat) untuk penggunaan hydroxocobalamin sebagai terapi utama keracunan sianida 1. Keunggulan hydroxocobalamin meliputi:
- Tidak menyebabkan hipotensi - sangat penting pada pasien yang sudah mengalami kolaps kardiovaskular
- Tidak mengganggu kapasitas pengangkutan oksigen - berbeda dengan sodium nitrite yang membentuk methemoglobin
- Aman pada keracunan kombinasi CO dan sianida - situasi yang sangat umum pada korban kebakaran 1
Data klinis menunjukkan tingkat kelangsungan hidup 67-72% pada pasien dengan keracunan sianida terkonfirmasi yang diobati dengan hydroxocobalamin 2, 3.
Alternatif Terapi Antidot
Sodium nitrite direkomendasikan (kelas I) sebagai alternatif ketika hydroxocobalamin tidak tersedia, terutama jika keracunan CO bukan merupakan kekhawatiran 1. Namun, perlu perhatian khusus:
- Dosis harus tepat pada anak-anak dan pasien dengan anemia untuk menghindari pembentukan methemoglobin berlebihan
- Dapat memperburuk hipoksia jaringan karena mengurangi kapasitas pengangkutan oksigen
Sodium thiosulfate wajar diberikan (kelas IIa) sebagai terapi tambahan bersama hydroxocobalamin atau sodium nitrite 1. Mekanisme kerjanya terlalu lambat untuk digunakan sebagai monoterapi pada keracunan yang mengancam jiwa, tetapi meningkatkan eliminasi sianida.
Terapi Suportif Esensial
Oksigen 100% harus diberikan segera (kelas IIa) 1. Meskipun tekanan parsial oksigen mungkin normal, oksigen tetap bermanfaat karena sianida adalah racun seluler yang mengganggu respirasi mitokondria. Studi pada hewan menunjukkan manfaat sinergis ketika dikombinasikan dengan antidot spesifik 1.
Algoritma Praktis Penatalaksanaan
Langkah 1: Identifikasi Cepat
- Riwayat paparan kebakaran struktur atau uap sianida
- Jelaga di wajah, mulut, hidung, atau sputum
- Gangguan neurologis akut (penurunan kesadaran, kejang)
- Asidosis metabolik dengan laktat tinggi (≥10 mmol/L pada korban kebakaran tanpa luka bakar berat) 4
Langkah 2: Terapi Segera (Jangan Tunggu Konfirmasi Laboratorium)
- Oksigen 100% via non-rebreathing mask atau intubasi jika diperlukan
- Hydroxocobalamin 5 gram IV segera, infus selama 15 menit
- Dapat diulang hingga total 15 gram jika respons tidak adekuat 2
- Sodium thiosulfate sebagai terapi tambahan
- Resusitasi cairan agresif dan dukungan vasopressor jika hipotensi
Langkah 3: Monitoring dan Terapi Lanjutan
- Pemantauan hemodinamik invasif
- Serial blood gas untuk evaluasi laktat dan asidosis
- Koreksi elektrolit (hipokalemia sering terjadi)
- Perhatikan fungsi hati (dapat terjadi hepatotoksisitas transien) 5
Pertimbangan Penting dan Peringatan
Ketersediaan Antidot
Pedoman konsensus ahli merekomendasikan hydroxocobalamin harus tersedia segera di rumah sakit yang menerima pasien gawat darurat 6. Sodium nitrite dan sodium thiosulfate juga harus tersedia dalam waktu 1 jam 6.
Efek Samping Hydroxocobalamin
Efek samping umumnya ringan dan dapat diterima 2, 3, 7:
- Kromaturia (urin berwarna merah/pink)
- Perubahan warna kulit menjadi merah/pink
- Hipertensi transien
- Ruam kulit (jarang)
Situasi Khusus: Keracunan Kombinasi CO-Sianida
Pada korban kebakaran, keracunan simultan CO dan sianida sangat umum 1. Hydroxocobalamin adalah pilihan superior karena tidak memperburuk hipoksia seperti sodium nitrite yang membentuk methemoglobin.
Jika Antidot Tidak Tersedia
Kasus langka menunjukkan kelangsungan hidup mungkin terjadi dengan perawatan suportif intensif saja 5, tetapi ini tidak boleh menjadi standar - antidot harus selalu diupayakan. Perawatan suportif meliputi:
- Oksigen aliran tinggi
- Resusitasi cairan agresif
- Dukungan vasopressor titrasi
- Koreksi asidosis dan elektrolit
Pemberian Pra-Rumah Sakit
Data dari Paris Fire Brigade menunjukkan pemberian hydroxocobalamin pra-rumah sakit aman dan efektif, dengan tingkat kelangsungan hidup 41.7% pada pasien dengan status survival diketahui 7. Pemberian empiris di lokasi kejadian tidak boleh ditunda menunggu konfirmasi laboratorium.
Efektivitas Berdasarkan Bukti
Studi observasional prospektif menunjukkan hydroxocobalamin dikaitkan dengan kelangsungan hidup 67% pada pasien dengan keracunan sianida terkonfirmasi (kadar darah >39 μmol/L) 2. Bahkan pada pasien dengan kadar sianida >100 μmol/L (biasanya letal), 7 dari 11 pasien (64%) bertahan setelah terapi hydroxocobalamin 3.
Sodium nitrite dan sodium thiosulfate juga efektif, dengan studi hewan menunjukkan 100% penyelamatan pada tikus dan 73-80% pada model mamalia besar ketika diberikan secara intramuskular 8.