Trial Alergi Susu Sapi: Gunakan Protein Susu Murni (Whey/Kasein), Bukan Keju atau Mentega
Untuk trial atau oral food challenge (OFC) pada alergi susu sapi, gunakan protein susu sapi murni dalam bentuk whey atau kasein isolat, bukan produk olahan seperti keju atau mentega, karena proses pengolahan mengubah struktur dan alergenisitas protein.
Mengapa Protein Susu Murni Lebih Baik untuk Testing
Proses Pengolahan Mengubah Alergenisitas
Bukti terkini menunjukkan bahwa pemrosesan susu secara signifikan meningkatkan alergenisitas 1. Penelitian pada model hewan dan uji provokasi pada anak alergi susu menunjukkan:
- Susu mentah (unprocessed) memiliki alergenisitas lebih rendah dibanding susu yang dipanaskan atau diproses
- Anak-anak alergi susu dapat mentolerir hingga 50 mL susu mentah, tetapi hanya 8.6 mL susu olahan (p = 0.0078) 1
- Protein whey native (tidak dipanaskan) mengurangi gejala alergi bahkan pada hewan yang sudah tersensitisasi dengan whey yang dipanaskan 1
Kasein adalah Alergen Utama untuk Monitoring
Kasein merupakan marker terbaik untuk reaktivitas klinis pada alergi susu sapi 2:
- Untuk alergi terhadap baked milk: asIgE kasein ≥7.01 kU/L (AUC = 0.869)
- Untuk alergi terhadap raw milk: asIgE kasein ≥5.96 kU/L (AUC = 0.710)
- Kasein juga merupakan marker terbaik untuk monitoring perkembangan toleransi 2
Rasio Kasein:Whey Menentukan Alergenisitas
Penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara kasein dan whey protein menentukan kapasitas sensitisasi susu 3:
- Susu dengan rasio kasein:whey yang dimodifikasi (40:60) menunjukkan alergenisitas lebih rendah dibanding susu native
- Jumlah diare dan kadar histamin plasma lebih tinggi pada kelompok yang disensitisasi dengan susu native 3
Protokol Trial yang Direkomendasikan
Untuk Diagnosis CMPA
- Gunakan protein susu murni (whey atau kasein isolat), bukan produk olahan
- Evaluasi kedua fraksi - whey dan kasein - karena beberapa pasien hanya alergi terhadap salah satu fraksi 4
- Pertimbangkan testing dengan baked milk terlebih dahulu pada kasus tertentu, karena pemanasan dapat mengurangi alergenisitas pada beberapa pasien 2
Caveat Penting: Keju Bukan Pengganti yang Tepat
Meskipun satu studi lama menyebutkan kemungkinan reintroduksi susu dalam bentuk keju pada pasien dengan alergi kasein yang berkurang 4, ini TIDAK berarti keju cocok untuk diagnostic challenge karena:
- Proses pembuatan keju mengubah struktur protein
- Enzim yang digunakan dalam produksi keju dapat menjadi alergen tambahan 5
- Mentega mengandung sangat sedikit protein, sehingga tidak representatif untuk testing
Implikasi untuk ASI (Breast Milk)
ASI tetap merupakan pilihan terbaik untuk pencegahan dan manajemen alergi susu sapi 6:
- ASI eksklusif direkomendasikan hingga sekitar 6 bulan
- ASI menyediakan beban alergen minimal yang membantu proses toleransi oral 7
- Ibu menyusui tidak perlu menghindari makanan alergenik kecuali ada indikasi spesifik 6
Untuk Trial pada Bayi yang Disusui
Jika perlu melakukan trial pada bayi yang mendapat ASI:
- Evaluasi apakah gejala terkait dengan protein susu sapi yang dikonsumsi ibu
- Jika ya, lakukan eliminasi diet ibu terlebih dahulu
- Trial reintroduksi pada ibu dapat dilakukan dengan susu murni, bukan produk olahan
Kesimpulan Praktis
Gunakan protein susu murni (whey atau kasein isolat) untuk oral food challenge diagnostik, karena memberikan hasil yang lebih akurat dan dapat diprediksi. Produk olahan seperti keju dan mentega tidak cocok untuk diagnostic testing karena proses pengolahan mengubah struktur dan alergenisitas protein, yang dapat memberikan hasil false-negative atau false-positive.