Testis Retrактil (Retractile Testis) atau Kriptorkismus yang Didapat (Acquired Cryptorchidism)
Kondisi yang Anda gambarkan—testis bayi yang tertarik ke atas sampai hilang dari skrotum—kemungkinan besar adalah testis retrактil atau kriptorkismus yang didapat (acquired cryptorchidism), di mana testis yang sebelumnya berada di skrotum kemudian naik ke posisi di luar skrotum dan tidak dapat dimanipulasi kembali ke posisi skrotal.
Perbedaan Penting Antara Kondisi-Kondisi Ini
Testis Retrактil (Normal)
- Testis dapat ditarik ke posisi skrotal dengan manipulasi manual dan tetap di sana tanpa segera kembali naik
- Tidak memerlukan pembedahan
- Memerlukan pemantauan tahunan karena risiko 50% untuk berkembang menjadi acquired cryptorchidism 1
Acquired Cryptorchidism (Memerlukan Pembedahan)
- Testis yang sebelumnya turun normal kemudian naik ke posisi di luar skrotum
- Tidak dapat dimanipulasi kembali ke skrotum atau segera kembali naik setelah dilepaskan
- Prevalensi 1-7%, paling sering terdeteksi sekitar usia 8 tahun 1
- Memiliki kerusakan histologis yang sama dengan undescended testis kongenital (kehilangan sel germinal) 2
Kapan Harus Merujuk ke Spesialis Bedah
Rujuk segera ke spesialis bedah urologi pediatrik jika: 1
- Testis tidak dapat dimanipulasi ke posisi skrotal yang stabil
- Testis yang sebelumnya terdokumentasi di skrotum sekarang tidak dapat ditemukan atau berada di luar skrotum
- Usia bayi > 6 bulan (dikoreksi untuk usia gestasi) dengan testis yang tetap tidak turun
- Jangan menunggu pencitraan—pemeriksaan fisik adalah kunci diagnosis
Mengapa Ini Penting: Risiko Jangka Panjang
Pedoman EAU/ESPU 2025 yang paling baru menekankan bahwa pembedahan harus diselesaikan pada usia 12 bulan, atau paling lambat 18 bulan, karena pemeriksaan histologis menunjukkan kehilangan progresif sel germinal dan sel Leydig setelah usia tersebut 3.
Risiko yang terkait dengan testis yang tidak dikoreksi meliputi: 1
- Gangguan potensi fertilitas (tingkat infertilitas hingga 10% untuk unilateral, lebih tinggi untuk bilateral)
- Peningkatan risiko kanker testis (3 kali lipat dibandingkan populasi umum)
- Risiko torsi testis
- Hernia inguinalis terkait
Pemeriksaan Fisik yang Tepat
Teknik pemeriksaan kunci untuk membedakan kondisi: 4
- Posisi pasien: Periksa dalam posisi berbaring dan berdiri (jika usia memungkinkan)
- Teknik "milking": Gunakan satu tangan untuk "memerah" dari cincin inguinal internal ke arah skrotum
- Evaluasi stabilitas: Setelah testis ditempatkan di skrotum, lepaskan—apakah tetap di sana atau segera kembali naik?
- Pemeriksaan ulang di bawah anestesi: Pedoman EAU 2025 menekankan bahwa testis yang sebelumnya tidak teraba mungkin dapat diidentifikasi saat anak di bawah anestesi umum, yang mengubah pendekatan bedah 3
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan memesan USG atau pencitraan lain sebelum rujukan—ini tidak menambah akurasi diagnostik dan menunda perawatan 1, 4
- Jangan menunggu melewati usia 6 bulan untuk merujuk jika testis tidak turun sejak lahir
- Jangan mengabaikan testis yang "kadang-kadang teraba"—ini mungkin acquired cryptorchidism yang memerlukan pembedahan
- Jangan merekomendasikan terapi hormonal—tidak efektif untuk penurunan testis dan bukan standar perawatan 3, 1
Tatalaksana Definitif
Orkidopeksi (pembedahan) adalah terapi standar untuk memposisikan testis ke dalam skrotum 3, 1. Pendekatan bedah tergantung pada lokasi testis:
- Testis teraba: Orkidopeksi standar melalui pendekatan inguinal atau skrotal
- Testis tidak teraba: Laparoskopi diagnostik adalah pendekatan optimal untuk menemukan testis intra-abdominal 3
Meskipun orkidopeksi mengurangi risiko, tidak sepenuhnya mencegah masalah jangka panjang terkait infertilitas dan kanker testis, sehingga konseling dan follow-up pasien sangat penting 1.