Terapi Leptospirosis pada Anak
Untuk leptospirosis pada anak, berikan penisilin kristal intravena sebagai pilihan utama untuk kasus sedang hingga berat, atau amoksisilin/sefalosporin generasi ketiga (seftriakson/sefotaksim) sebagai alternatif yang efektif.
Pilihan Antibiotik Berdasarkan Tingkat Keparahan
Kasus Ringan hingga Sedang (Rawat Jalan)
- Amoksisilin oral: 50-100 mg/kg/hari dibagi dalam 3 dosis
- Alternatif: Doksisiklin untuk anak >7 tahun (2-4 mg/kg/hari dalam 2 dosis)
- Alternatif lain: Azitromisin atau eritromisin 1, 2
Kasus Berat (Rawat Inap dengan Komplikasi Organ)
- Pilihan utama: Penisilin kristal IV 100.000-250.000 U/kg/hari setiap 4-6 jam 2
- Alternatif setara:
- Seftriakson 50-100 mg/kg/hari setiap 12-24 jam 3
- Sefotaksim 150 mg/kg/hari setiap 8 jam
- Ampisilin 200 mg/kg/hari setiap 6 jam
Pertimbangan Klinis Penting
Manifestasi klinis yang harus diwaspadai 3, 2:
- 95% mengalami demam
- 71% mialgia
- 81% trombositopenia
- 76% gejala gastrointestinal
- 86% mengalami acute kidney injury (AKI)
- 30% menunjukkan tanda tubulopati (hipofosfatemia, hipokalemia, proteinuria tubular)
Perbedaan dengan dewasa: Anak memiliki prognosis lebih baik dengan keterlibatan hepar yang jarang, presentasi lebih sering berupa bentuk anikterik dengan keterlibatan ginjal 3. Konjungtivitis yang klasik pada dewasa tidak umum pada anak.
Durasi dan Monitoring Terapi
- Durasi pengobatan: 7-10 hari untuk kasus berat; 5-7 hari untuk kasus ringan 1, 2
- Inisiasi dini sangat krusial: Antibiotik harus dimulai segera setelah kecurigaan klinis tinggi, bahkan sebelum konfirmasi laboratorium
- Monitoring fungsi ginjal: Kreatinin, urinalisis untuk proteinuria, hematuria, dan cast granular 3
- Pemantauan trombosit: Karena risiko perdarahan pada kasus berat
Terapi Suportif
Untuk kasus dengan gagal organ multipel 4:
- Resusitasi cairan agresif
- Manajemen syok jika ada
- Pertimbangkan plasmaferesis dan hemofiltrasi dengan filter pembersih endotoksin-sitokin untuk kasus refrakter dengan demam persisten dan ARDS
- Tidak ada pasien dalam studi yang memerlukan dialisis akut meskipun 19% mengalami oligoanuria 3
Peringatan Penting
Jangan tunda terapi antibiotik sambil menunggu konfirmasi laboratorium - diagnosis klinis berdasarkan faktor risiko (paparan air banjir, kontak dengan urin hewan, aktivitas di daerah endemik) dan presentasi klinis sudah cukup untuk memulai terapi 1, 2.
Hindari kesalahan diagnosis: Gejala non-spesifik sering menyebabkan misdiagnosis sebagai malaria, demam tifoid, atau dengue di daerah tropis 1, 5. Urinalisis sederhana (proteinuria, glukosuria, piuria, hematuria) dapat membantu membedakan leptospirosis 5.