Perbedaan Vaksin DPT Pemerintah (Whole-Cell) dan Vaksin Paten (Acellular) dalam Hal Demam
Vaksin DPT acellular (DTaP/vaksin paten) secara signifikan lebih jarang menyebabkan demam dibandingkan vaksin whole-cell (DTwP/vaksin pemerintah), dengan perbedaan yang sangat mencolok secara klinis dan statistik. 1
Perbedaan Utama dalam Kejadian Demam
Data dari Uji Klinis Terkontrol
Berdasarkan data FDA dan uji klinis besar di Italia yang membandingkan langsung kedua vaksin 1:
Vaksin Whole-Cell (DTwP):
- Demam tinggi (≥40°C/104°F): 2,4 per 1.000 dosis
- Kejadian demam secara umum: 23,6% dalam 4 jam pertama 2
- Demam >38°C: 26% dari penerima vaksin 3
Vaksin Acellular (DTaP):
- Demam tinggi (≥40°C/104°F): 0,36 per 1.000 dosis (6-7 kali lebih rendah)
- Kejadian demam secara umum: 4% dalam 4 jam pertama 2
- Demam >38°C: 2,58% dari penerima vaksin 3
- Demam >40,5°C: 0% pada dosis kelima 1
Perbedaan ini sangat signifikan secara statistik (P <0,001) 1, 3.
Mengapa Terjadi Perbedaan?
Komposisi Vaksin
Vaksin Whole-Cell (DTwP):
- Mengandung >3.000 antigen dari bakteri pertusis utuh yang dimatikan 4
- Mengandung endotoksin dalam jumlah substansial
- Komponen bakteri lengkap memicu respons inflamasi lebih kuat
Vaksin Acellular (DTaP):
- Hanya mengandung 3-5 antigen pertusis yang dimurnikan 5, 4
- Mengandung endotoksin jauh lebih sedikit 5
- Komponen: pertussis toxin (PT), filamentous hemagglutinin (FHA), pertactin, dan fimbriae 5
Reaksi Lain yang Berbeda
Selain demam, vaksin DTaP juga menunjukkan keunggulan dalam hal 1:
Reaksi Lokal:
- Nyeri: 53% (DTaP) vs lebih tinggi pada DTwP
- Kemerahan ≥50mm: 20% (DTaP)
- Pembengkakan ≥50mm: 12% (DTaP)
Reaksi Sistemik Serius:
- Episode hipotonik-hiporesponsif: 0 per 13.761 dosis (DTaP) vs 0,67 per 1.000 dosis (DTwP) 1
- Menangis berkepanjangan ≥3 jam: 0,44 per 1.000 dosis (DTaP) vs 4,0 per 1.000 dosis (DTwP) - 9 kali lebih rendah 1
Rekomendasi Berdasarkan Pedoman
Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan vaksin DTaP untuk semua 5 dosis dalam jadwal vaksinasi karena reaksi lokal, demam, dan kejadian sistemik terjadi jauh lebih jarang dibandingkan vaksin whole-cell DTP. 5
Jadwal Pemberian
- Dosis 1-3 (primer): usia 2,4,6 bulan
- Dosis 4 (booster pertama): usia 15-18 bulan
- Dosis 5 (booster kedua): usia 4-6 tahun 5
Pertimbangan Penting
Efektivitas
Meskipun DTaP lebih aman, perlu diketahui:
- Efektivitas DTaP: 59-89% untuk mencegah pertusis sedang-berat 5
- Efektivitas DTwP: 83-94% 5
- Kedua vaksin sama-sama efektif mencegah kematian dan komplikasi berat 6
Durasi Perlindungan
- DTaP memberikan perlindungan >65% anak masih kebal 5 tahun setelah dosis terakhir 7
- Efektivitas vaksin >75% pada anak usia 5-9 tahun 7
- Kedua vaksin memerlukan booster berkala 6
Kesimpulan Praktis
Untuk meminimalkan demam dan reaksi pasca-vaksinasi, vaksin DTaP (acellular/paten) adalah pilihan yang jelas lebih unggul dengan profil keamanan yang superior. Perbedaan kejadian demam mencapai 5-6 kali lipat lebih rendah pada vaksin acellular, dengan hampir tidak ada kasus demam tinggi (>40°C). Meskipun vaksin whole-cell sedikit lebih efektif, perbedaan ini tidak bermakna secara klinis untuk mencegah penyakit berat dan kematian, sementara perbedaan reaktogenisitas sangat bermakna untuk kualitas hidup anak dan keluarga 5, 1, 6.