Kontraindikasi Imunisasi Anak dan Pemberian Vaksin pada Infeksi Bakteri Akut
Anak dengan infeksi bakteri akut ringan (seperti batuk pilek atau otitis media) TETAP DAPAT menerima imunisasi, sedangkan penyakit sedang hingga berat harus ditunda hingga kondisi membaik. 1
Kontraindikasi Absolut (Berlaku untuk Semua Vaksin)
Hanya ada SATU kontraindikasi absolut yang berlaku untuk semua vaksin:
- Riwayat reaksi alergi berat (anafilaksis) terhadap dosis vaksin sebelumnya atau komponen vaksin 1
Kontraindikasi Absolut Spesifik
Untuk Vaksin Hidup (MMR, Varicella, Rotavirus, LAIV)
- Imunodefisiensi berat - tidak boleh menerima vaksin hidup 1, 2
- Kehamilan - untuk remaja perempuan, tidak boleh menerima vaksin virus hidup 1
Untuk Vaksin Pertusis (DTaP)
- Ensefalopati dalam 7 hari setelah dosis DTP/DTaP sebelumnya yang tidak dapat dijelaskan penyebab lainnya 1
Untuk Vaksin Influenza
- Alergi anafilaksis terhadap protein telur - kontraindikasi untuk TIV 3
- Alergi lateks berat - kontraindikasi untuk RV1 (aplikator mengandung lateks) 4
Kontraindikasi Relatif (Prekursor)
Penyakit Akut Sedang hingga Berat
- Dengan atau tanpa demam - tunda imunisasi hingga kondisi membaik 1
- Gastroenteritis akut sedang-berat - khusus untuk vaksin rotavirus, tunda hingga membaik 4
Untuk Vaksin DTaP (dalam 48 jam setelah dosis sebelumnya)
- Demam ≥40.5°C (105°F)
- Menangis terus-menerus >3 jam
- Kolaps atau syok
- Kejang dalam 3 hari 1
Catatan penting: Meskipun ini adalah prekursor, vaksin pertusis masih dapat diberikan jika risiko pertusis tinggi (misalnya saat wabah) 1
Untuk Vaksin LAIV
- Asma atau penyakit paru kronik 3, 5
- Riwayat mengi dalam 12 bulan terakhir pada anak <5 tahun 5
- Kongesti hidung berat yang menghambat pemberian vaksin 5
Riwayat Guillain-Barré Syndrome
- Dalam 6 minggu setelah vaksinasi influenza sebelumnya - keputusan harus mempertimbangkan risiko-manfaat 3, 5
Pemberian Vaksin pada Infeksi Bakteri Akut (Bapil)
DAPAT diberikan jika:
- Penyakit ringan (ISPA ringan, diare, otitis media) dengan atau tanpa demam 1
- Studi menunjukkan >97% anak dengan penyakit ringan tetap menghasilkan antibodi yang adekuat 1
- Terapi antimikroba saat ini BUKAN kontraindikasi 1
- Fase konvalesen penyakit akut BUKAN kontraindikasi 1
HARUS ditunda jika:
- Penyakit sedang hingga berat - tunda hingga fase akut membaik 1
- Alasan penundaan: menghindari efek samping vaksin yang tumpang tindih dengan penyakit dasar, atau salah mengaitkan manifestasi penyakit dengan vaksin 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Kondisi yang SERING SALAH dianggap sebagai kontraindikasi (padahal BUKAN): 1
- Diare
- ISPA ringan (termasuk otitis media) dengan atau tanpa demam
- Reaksi lokal ringan-sedang pada dosis sebelumnya
- Terapi antimikroba saat ini
- Fase konvalesen penyakit akut
- Riwayat alergi penisilin
- Rinitis alergi
- Demam ringan
Algoritma Praktis
Saat anak datang dengan infeksi:
Tanyakan kepada orangtua: "Apakah anak sakit?" 1
Evaluasi tingkat keparahan:
Pemeriksaan fisik rutin dan pengukuran suhu TIDAK diperlukan untuk anak yang tampak sehat 1
Jangan tunda vaksinasi karena kepatuhan follow-up tidak dapat dipastikan - gunakan setiap kesempatan untuk vaksinasi 1
Pertimbangan Khusus
Kegagalan memvaksinasi anak dengan penyakit ringan dapat menghambat upaya vaksinasi secara serius 1. Studi menunjukkan keamanan dan efikasi vaksinasi pada penyakit ringan tetap terjaga 1. Hanya satu studi terbatas yang melaporkan tingkat serokonversi lebih rendah (79%) untuk komponen campak pada anak dengan ISPA ringan tanpa demam, namun mayoritas studi mendukung vaksinasi pada penyakit ringan 1.