Terapi Migrain Abdomen
Untuk migrain abdomen, gunakan terapi profilaksis dengan propranolol, pizotifen, atau riboflavin sebagai lini pertama, dengan triptan (sumatriptan) untuk serangan akut yang berat.
Pendekatan Terapi Berdasarkan Fase
Terapi Akut (Saat Serangan)
Untuk serangan akut:
- NSAID (ibuprofen, diklofenak) sebagai lini pertama untuk nyeri ringan-sedang 1, 2
- Triptan (sumatriptan) untuk serangan berat atau yang tidak respons terhadap NSAID, dengan efikasi mencapai 98% 2
- Antiemetik jika disertai mual/muntah yang signifikan 1
Penting: Triptan paling efektif bila diberikan dini saat nyeri masih ringan, bukan saat fase aura 3. Jika satu triptan tidak efektif, coba triptan lain karena respons individual bervariasi 1.
Terapi Profilaksis (Pencegahan)
Indikasi terapi profilaksis: Serangan yang sering atau melumpuhkan aktivitas sehari-hari 1.
Pilihan obat profilaksis berdasarkan efikasi:
Propranolol (beta-blocker): Efikasi 100% dalam studi 4, 2
- Dosis disesuaikan dengan berat badan dan respons klinis
Pizotifen (antihistamin): Efikasi 90-92.8% 4, 2
- Sangat efektif untuk anak-anak
Riboflavin (Vitamin B2): Efikasi 90% 4
- Pilihan aman dengan efek samping minimal
Topiramat (antikonvulsan): Efikasi 95% 5, 2
- Dosis 50 mg dua kali sehari efektif pada dewasa
- Peringatan: Bersifat teratogenik - wajib gunakan kontrasepsi efektif dan suplementasi folat pada wanita usia subur 1
Amitriptilin: Pertimbangkan kombinasi dengan terapi perilaku kognitif 1
Terapi Kombinasi
Jika monoterapi tidak efektif:
- Pizotifen + Propranolol: Efikasi 71.4% 4
- Riboflavin + Pizotifen: Efikasi 100% 4
- Kombinasi NSAID dengan triptan untuk mencegah relaps 3
Algoritma Pemilihan Terapi
Langkah 1: Identifikasi frekuensi dan keparahan serangan
- Serangan jarang (< 2x/bulan) → Fokus pada terapi akut
- Serangan sering (≥ 2x/bulan) atau melumpuhkan → Tambahkan profilaksis
Langkah 2: Untuk terapi akut
- Mulai dengan ibuprofen atau diklofenak
- Jika tidak respons dalam 3 serangan berturut-turut → Eskalasi ke triptan
- Tambahkan antiemetik jika muntah dominan
Langkah 3: Untuk profilaksis (pilih berdasarkan profil pasien)
- Anak-anak: Mulai dengan riboflavin (aman) atau pizotifen
- Dewasa: Propranolol atau topiramat
- Wanita usia subur: Hindari topiramat, pilih propranolol atau riboflavin
- Evaluasi respons setelah 2-3 bulan
Langkah 4: Jika monoterapi gagal
- Coba kombinasi (pizotifen + propranolol atau riboflavin + pizotifen)
- Pertimbangkan rujuk ke spesialis neurologi
Peringatan Penting
- Diagnosis eksklusi: Pastikan telah menyingkirkan penyebab organik gastrointestinal dan ginjal sebelum diagnosis migrain abdomen 2
- Prediktor respons: Kehadiran muntah dapat memprediksi respons terapi yang lebih baik 4
- Hindari opioid dan butalbital: Tidak direkomendasikan untuk migrain 6
- Edukasi pasien: Diskusikan bahwa plasebo seefektif beberapa obat dalam uji klinis, sehingga keputusan menggunakan profilaksis harus dipertimbangkan bersama pasien/keluarga 1
- Modifikasi gaya hidup: Identifikasi dan hindari faktor pencetus, perbaiki kualitas tidur dan kebugaran fisik 3
Pertimbangan Khusus
Migrain abdomen lebih sering pada anak (0.2-4.1% populasi pediatrik) 7 dengan rasio perempuan:laki-laki 1.6:1 2. Keterlambatan diagnosis rata-rata 3-4 tahun 2, sehingga kewaspadaan tinggi diperlukan pada nyeri abdomen rekuren dengan pemeriksaan GI normal dan riwayat keluarga migrain.