What is the role of thiamine in treating neurological conditions?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: July 31, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Mekanisme Kerja Tiamin pada Pasien Neurologi

Tiamin (vitamin B1) berperan penting dalam pengobatan kondisi neurologis melalui fungsinya sebagai kofaktor enzim yang terlibat dalam metabolisme energi di otak, dan harus diberikan dengan dosis 500 mg tiga kali sehari secara intravena untuk kasus ensefalopati yang tidak jelas etiologinya.

Fungsi Tiamin dalam Sistem Saraf

Tiamin dalam bentuk aktifnya, tiamin difosfat (ThDP), memiliki beberapa fungsi penting pada sistem saraf:

  • Berperan sebagai kofaktor enzim dalam metabolisme energi di otak
  • Penting untuk struktur dan fungsi saraf
  • Terlibat dalam metabolisme otak
  • Berfungsi sebagai antioksidan di sistem saraf pusat
  • Berperan dalam produksi ATP mitokondria yang sangat penting bagi otak 1

Defisiensi Tiamin dan Manifestasi Neurologis

Defisiensi tiamin dapat menyebabkan berbagai gangguan neurologis, termasuk:

  1. Ensefalopati Wernicke:

    • Ataksia
    • Kelainan gerakan mata (nistagmus, oftalmoplegi)
    • Kebingungan mental
    • Konfabulasi dan kehilangan memori 2, 3
  2. Sindrom Wernicke-Korsakoff:

    • Gangguan memori jangka pendek
    • Psikosis
    • Gangguan kognitif 4
  3. Manifestasi neurologis lainnya:

    • Neuropati perifer
    • Asidosis laktat
    • Gangguan keseimbangan 3, 1

Dosis dan Cara Pemberian Tiamin untuk Kondisi Neurologis

Dosis tiamin bervariasi tergantung pada kondisi klinis:

Kondisi Klinis Dosis Rekomendasi
Ensefalopati yang tidak jelas etiologinya 500 mg, 3 kali sehari, IV [5]
Kecurigaan tinggi atau defisiensi terbukti 200 mg, 3 kali sehari, IV [5]
Sindrom Wernicke-Korsakoff 100 mg IV dosis awal, diikuti 50-100 mg IM setiap hari [6]
Pasien berisiko defisiensi 100 mg, 3 kali sehari, IV [5]
Dosis pemeliharaan pada defisiensi terbukti 50-100 mg/hari, oral [5]

Jalur Pemberian:

  • Kondisi akut: Jalur intravena (IV) lebih diutamakan untuk efisiensi maksimal
  • Kondisi kronis tanpa penyakit akut: Jalur oral sudah mencukupi 5, 2

Indikasi Pemberian Tiamin pada Pasien Neurologis

Tiamin diindikasikan untuk:

  1. Pengobatan ensefalopati Wernicke
  2. Sindrom Wernicke-Korsakoff
  3. Neuropati perifer akibat defisiensi tiamin
  4. Pencegahan komplikasi neurologis pada pasien berisiko tinggi 7, 6

Kapan Harus Mencurigai Defisiensi Tiamin

Defisiensi tiamin harus dicurigai pada pasien dengan:

  • Kardiomiopati dan penggunaan diuretik jangka panjang
  • Nutrisi medis jangka panjang
  • Pasca bedah bariatrik
  • Sindrom refeeding
  • Ensefalopati yang tidak jelas penyebabnya
  • Konsumsi alkohol kronis
  • Malnutrisi 5, 2

Pemeriksaan Status Tiamin

  • Status tiamin harus ditentukan dengan mengukur tiamin difosfat (ThDP) dalam sel darah merah atau darah lengkap
  • Jika pemeriksaan ThDP tidak tersedia, pengukuran transketolase sel darah merah dan aktivasinya oleh tiamin dapat dipertimbangkan 5, 2

Respons Klinis dan Efek Samping

  • Perbaikan klinis dapat terjadi dalam hitungan jam atau hari
  • Keterlibatan neurologis mungkin memerlukan dosis lebih tinggi dan waktu pemulihan lebih lama
  • Dosis IV tinggi jarang menyebabkan anafilaksis
  • Dosis lebih dari 400 mg dapat menyebabkan mual, anoreksia, dan ataksia ringan 2, 3

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

  • Tiamin harus diberikan sebelum cairan yang mengandung glukosa pada pasien berisiko untuk mencegah presipitasi ensefalopati Wernicke 2
  • Pengobatan harus dilanjutkan selama 2-3 bulan setelah resolusi gejala pada pasien dengan defisiensi terkait alkohol 2
  • Suplemen multivitamin yang mengandung tiamin mungkin tidak cukup untuk mencegah defisiensi, dan suplemen tiamin tambahan harus dipertimbangkan 2

Dengan penanganan yang tepat dan cepat, morbiditas dan mortalitas terkait defisiensi tiamin pada pasien neurologis dapat dikurangi secara signifikan.

References

Guideline

Thiamine Deficiency Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Thiamine deficiency disorders: a clinical perspective.

Annals of the New York Academy of Sciences, 2021

Research

Thiamin in Clinical Practice.

JPEN. Journal of parenteral and enteral nutrition, 2015

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.