Penatalaksanaan Defisiensi Vitamin B6
Defisiensi vitamin B6 harus diobati dengan suplementasi vitamin B6 oral dengan dosis 1,3-1,7 mg per hari untuk orang dewasa, dengan peningkatan dosis hingga 50 mg per hari untuk kasus defisiensi yang terkonfirmasi. 1
Diagnosis Defisiensi Vitamin B6
Defisiensi vitamin B6 jarang terjadi secara alami dan biasanya hanya ditemukan pada kondisi malnutrisi berat. Diagnosis defisiensi vitamin B6 dapat dilakukan dengan:
- Pengukuran kadar plasma pyridoxal 5'-phosphate (PLP), yang merupakan biomarker status vitamin B6 1
- Kadar PLP plasma di atas 30 nmol/L (7,4 μg/L) menunjukkan status vitamin B6 yang adekuat 2
- Defisiensi vitamin B6 ditunjukkan dengan kadar PLP <20 nmol/L (5 μg/L) 2
Manifestasi Klinis Defisiensi Vitamin B6
Defisiensi vitamin B6 dapat menyebabkan berbagai gejala klinis:
- Neuropati perifer
- Ataksia motorik dan kelemahan
- Hilangnya refleks tendon dalam
- Dermatitis
- Anemia
- Kejang
- Depresi dan kebingungan 3
Algoritma Penatalaksanaan
Konfirmasi defisiensi:
- Ukur kadar PLP plasma
- Evaluasi gejala klinis yang mengarah pada defisiensi vitamin B6
Terapi suplementasi:
Dewasa dan anak >18 tahun:
Wanita hamil:
- Kebutuhan dapat mencapai 2 mg/hari 1
Bayi dan anak-anak:
Nutrisi parenteral:
- Kebutuhan vitamin B6 dalam nutrisi parenteral: 4-6 mg per hari 1
Pemantauan:
- Evaluasi respons klinis
- Pantau kadar PLP plasma untuk memastikan kadar tetap antara 30-60 nmol/L 2
Pertimbangan Khusus
Toksisitas
Batas atas yang dapat ditoleransi (UL) untuk pyridoxine:
- Usia 14-18 tahun: 80 mg/hari
- Usia 19-70 tahun: 100 mg/hari
- Usia >70 tahun: 100 mg/hari 1
Dosis suprafisiologis harian dapat menyebabkan neurotoksisitas (biasanya pada kadar >100 nmol/L atau 25 μg/L) 2
Suplementasi berlebihan dapat menyebabkan neuropati nyeri dan lesi kulit akibat degenerasi aksonal serabut saraf sensorik 1
Rekomendasi Pemberian
- Suplemen berbasis PLP lebih disukai daripada pyridoxine karena toksisitas neurologis minimal 2
- Pemberian mingguan dengan dosis rendah (50-100 mg) lebih disukai daripada penggunaan harian untuk mencegah toksisitas 2
Interaksi Obat
- Beberapa jenis obat dapat mengganggu metabolisme vitamin B6, terutama melalui pembentukan kompleks dengan PLP 5
- Defisiensi vitamin B6 subklinis harus dicurigai pada pasien yang mengonsumsi obat-obatan tertentu secara kronis 5
Populasi Khusus
- Pasien dengan penyakit hati kronis: Rentan terhadap defisiensi vitamin B larut air, termasuk vitamin B6 1
- Pasien dengan hiperhomosisteinemia: Suplementasi dengan folat, B2, B6, dan B12 direkomendasikan 3
- Pasien lansia: Sering mengalami status B6 yang tidak adekuat meskipun asupan diet yang tampaknya cukup 2
Vitamin B6 memiliki peran penting dalam metabolisme asam amino dan sintesis neurotransmitter. Meskipun defisiensi jarang terjadi, penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi neurologis dan hematologis.