What is the recommended operative therapy for acute cholecystitis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 1, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapia Operatif untuk Kolesistitis Akut

Laparoskopi kolesistektomi dini (dalam 72 jam setelah diagnosis) adalah standar emas untuk penanganan kolesistitis akut, dengan keunggulan berupa tingkat kekambuhan yang lebih rendah, masa rawat inap yang lebih singkat, dan biaya yang lebih rendah. 1

Pendekatan Diagnostik

Sebelum memutuskan terapi operatif, diagnosis yang akurat sangat penting:

  • Ultrasonografi abdomen sebagai pemeriksaan pencitraan lini pertama (sensitivitas ~81%, spesifisitas ~83%)
  • Temuan kunci: batu empedu, penebalan dinding kandung empedu (>3mm), cairan perikolesistik, tanda Murphy sonografi, dan distensi kandung empedu
  • HIDA scan direkomendasikan bila hasil USG tidak konklusif
  • MRI dengan MRCP untuk mendeteksi kolelithiasis/koledokolitiasis
  • CT dengan kontras IV untuk mendeteksi komplikasi

Algoritma Penatalaksanaan Operatif

1. Laparoskopi Kolesistektomi Dini (ELC)

  • Dilakukan dalam 72 jam setelah diagnosis
  • Merupakan pilihan utama untuk mayoritas pasien dengan kolesistitis akut
  • Keuntungan dibandingkan kolesistektomi tertunda:
    • Tingkat morbiditas keseluruhan yang lebih rendah 2
    • Masa rawat inap yang lebih singkat (4 vs 7 hari) 2
    • Durasi terapi antibiotik yang lebih singkat (2 vs 10 hari) 2
    • Biaya rumah sakit yang lebih rendah 2

2. Subtotal Kolesistektomi

  • Diindikasikan pada kasus:
    • Inflamasi lanjut
    • Kandung empedu gangren
    • Anatomi yang sulit
  • Dapat dilakukan secara laparoskopi atau terbuka

3. Drainase Perkutan Kolesistostomi (PC)

  • Direkomendasikan untuk pasien risiko tinggi:
    • Pasien berusia >65 tahun dengan status ASA III/IV
    • Syok septik
    • Kontraindikasi untuk operasi
  • Tingkat komplikasi keseluruhan 3,4-25,9%
  • Dianggap sebagai jembatan menuju operasi definitif, bukan pengobatan definitif

4. Drainase dengan Panduan Endoskopi Ultrasonografi

  • Alternatif yang layak untuk kolesistostomi perkutan
  • Untuk pasien dengan kontraindikasi untuk operasi

Pertimbangan Khusus

Kolesistektomi pada Kolesistitis >72 jam

  • Bukti terbaru menunjukkan bahwa ELC masih aman dan efektif bahkan setelah 72 jam onset gejala 2
  • Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa LC setelah 72 jam dikaitkan dengan:
    • Waktu operasi yang lebih lama
    • Kehilangan darah yang lebih banyak
    • Masa rawat inap yang lebih lama
    • Tingkat konversi ke operasi terbuka yang lebih tinggi 3

Penanganan Non-Operatif

  • Meliputi antibiotik, resusitasi cairan, manajemen nyeri
  • Harus dipantau selama 3-5 hari
  • Jika tidak ada perbaikan klinis setelah 3-5 hari terapi antibiotik, kolesistostomi harus dipertimbangkan
  • Sekitar 30% pasien dengan kolesistitis akut ringan yang tidak menjalani kolesistektomi mengalami komplikasi terkait batu empedu berulang

Komplikasi Potensial

  • Cedera saluran empedu (komplikasi serius dari kolesistektomi laparoskopi)
  • Kolesistitis gangren
  • Kolesistitis emfisematosa
  • Perforasi kandung empedu
  • Kolesistitis hemoragik

Catatan Penting

  • Meskipun laparoskopi kolesistektomi dini adalah standar emas, keputusan harus mempertimbangkan keahlian bedah yang tersedia 4
  • Tingkat konversi dari laparoskopi ke operasi terbuka dilaporkan sekitar 15% dalam beberapa penelitian 5
  • CRP ≥10 mg/dL telah diidentifikasi sebagai faktor risiko untuk konversi ke operasi terbuka 3
  • Waktu operasi ≥90 menit dan kehilangan darah ≥100 ml adalah faktor risiko untuk komplikasi 3

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.