Terapia Operatif untuk Kolesistitis Akut
Laparoskopi kolesistektomi dini (dalam 72 jam setelah diagnosis) adalah standar emas untuk penanganan kolesistitis akut, dengan keunggulan berupa tingkat kekambuhan yang lebih rendah, masa rawat inap yang lebih singkat, dan biaya yang lebih rendah. 1
Pendekatan Diagnostik
Sebelum memutuskan terapi operatif, diagnosis yang akurat sangat penting:
- Ultrasonografi abdomen sebagai pemeriksaan pencitraan lini pertama (sensitivitas ~81%, spesifisitas ~83%)
- Temuan kunci: batu empedu, penebalan dinding kandung empedu (>3mm), cairan perikolesistik, tanda Murphy sonografi, dan distensi kandung empedu
- HIDA scan direkomendasikan bila hasil USG tidak konklusif
- MRI dengan MRCP untuk mendeteksi kolelithiasis/koledokolitiasis
- CT dengan kontras IV untuk mendeteksi komplikasi
Algoritma Penatalaksanaan Operatif
1. Laparoskopi Kolesistektomi Dini (ELC)
- Dilakukan dalam 72 jam setelah diagnosis
- Merupakan pilihan utama untuk mayoritas pasien dengan kolesistitis akut
- Keuntungan dibandingkan kolesistektomi tertunda:
2. Subtotal Kolesistektomi
- Diindikasikan pada kasus:
- Inflamasi lanjut
- Kandung empedu gangren
- Anatomi yang sulit
- Dapat dilakukan secara laparoskopi atau terbuka
3. Drainase Perkutan Kolesistostomi (PC)
- Direkomendasikan untuk pasien risiko tinggi:
- Pasien berusia >65 tahun dengan status ASA III/IV
- Syok septik
- Kontraindikasi untuk operasi
- Tingkat komplikasi keseluruhan 3,4-25,9%
- Dianggap sebagai jembatan menuju operasi definitif, bukan pengobatan definitif
4. Drainase dengan Panduan Endoskopi Ultrasonografi
- Alternatif yang layak untuk kolesistostomi perkutan
- Untuk pasien dengan kontraindikasi untuk operasi
Pertimbangan Khusus
Kolesistektomi pada Kolesistitis >72 jam
- Bukti terbaru menunjukkan bahwa ELC masih aman dan efektif bahkan setelah 72 jam onset gejala 2
- Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa LC setelah 72 jam dikaitkan dengan:
- Waktu operasi yang lebih lama
- Kehilangan darah yang lebih banyak
- Masa rawat inap yang lebih lama
- Tingkat konversi ke operasi terbuka yang lebih tinggi 3
Penanganan Non-Operatif
- Meliputi antibiotik, resusitasi cairan, manajemen nyeri
- Harus dipantau selama 3-5 hari
- Jika tidak ada perbaikan klinis setelah 3-5 hari terapi antibiotik, kolesistostomi harus dipertimbangkan
- Sekitar 30% pasien dengan kolesistitis akut ringan yang tidak menjalani kolesistektomi mengalami komplikasi terkait batu empedu berulang
Komplikasi Potensial
- Cedera saluran empedu (komplikasi serius dari kolesistektomi laparoskopi)
- Kolesistitis gangren
- Kolesistitis emfisematosa
- Perforasi kandung empedu
- Kolesistitis hemoragik
Catatan Penting
- Meskipun laparoskopi kolesistektomi dini adalah standar emas, keputusan harus mempertimbangkan keahlian bedah yang tersedia 4
- Tingkat konversi dari laparoskopi ke operasi terbuka dilaporkan sekitar 15% dalam beberapa penelitian 5
- CRP ≥10 mg/dL telah diidentifikasi sebagai faktor risiko untuk konversi ke operasi terbuka 3
- Waktu operasi ≥90 menit dan kehilangan darah ≥100 ml adalah faktor risiko untuk komplikasi 3