What are the indications and contraindications for laparoscopic (minimally invasive surgical procedure using a laparoscope) cholecystectomy (surgical removal of the gallbladder)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 1, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Indikasi dan Kontraindikasi Kolesistektomi Laparoskopi dan Cara Pelaksanaannya

Kolesistektomi laparoskopi merupakan pilihan utama untuk penanganan penyakit batu empedu simptomatik dan kolesistitis akut, dengan pendekatan laparoskopi yang harus selalu dicoba terlebih dahulu kecuali pada kasus kontraindikasi anestesi absolut atau syok septik. 1

Indikasi Kolesistektomi Laparoskopi

Indikasi Utama:

  • Kolesistitis akut kalkulus 1
  • Penyakit batu empedu simptomatik 2, 3
  • Pankreatitis batu empedu (kolesistektomi dalam 2 minggu setelah presentasi) 2
  • Kolesistitis gangrenosa 1
  • Empiema kandung empedu 1

Indikasi Berdasarkan Waktu Pelaksanaan:

  • Kolesistektomi laparoskopi dini (early laparoscopic cholecystectomy) harus dilakukan sesegera mungkin tetapi dapat dilakukan hingga 10 hari sejak onset gejala 1
  • Pada pasien dengan kolesistitis akut ringan, kolesistektomi sebaiknya dilakukan dalam 2 minggu setelah presentasi, lebih disukai selama rawat inap yang sama 2

Kontraindikasi Kolesistektomi Laparoskopi

Kontraindikasi Absolut:

  • Kontraindikasi anestesi absolut 1
  • Syok septik 1

Kontraindikasi Relatif:

  • Pasien dengan risiko tinggi yang tidak cocok untuk operasi (ASA III/IV, status performa 3-4) 1
  • Peradangan lokal berat, perdarahan di segitiga Calot, atau kecurigaan cedera saluran empedu (dalam kasus ini direkomendasikan konversi ke operasi terbuka) 1

Pertimbangan Khusus pada Pasien Lanjut Usia

  • Usia tua (>65 tahun) sendiri bukan merupakan kontraindikasi untuk kolesistektomi pada kolesistitis akut kalkulus 1
  • Evaluasi kerapuhan pasien lebih penting daripada usia kronologis dalam menentukan risiko operasi 2

Teknik Kolesistektomi Laparoskopi

Persiapan:

  1. Evaluasi diagnostik dengan USG abdomen sebagai teknik pencitraan awal 1
  2. Pemeriksaan laboratorium termasuk hitung darah lengkap dan tes fungsi hati 2
  3. Mulai antibiotik spektrum luas segera setelah diagnosis 2

Prosedur Operasi:

  1. Anestesi umum
  2. Posisikan pasien dalam posisi terlentang
  3. Buat insisi umbilikal untuk memasukkan trokar pertama (teknik terbuka atau tertutup)
  4. Insufflasi rongga peritoneum dengan gas CO₂
  5. Masukkan laparoskop melalui trokar umbilikal
  6. Tempatkan 2-3 trokar tambahan di bawah tepi kosta kanan
  7. Identifikasi dan isolasi segitiga Calot
  8. Klem, potong, dan ligasi arteri sistik dan duktus sistik
  9. Pisahkan kandung empedu dari tempat tidurnya di hati
  10. Keluarkan kandung empedu melalui salah satu port
  11. Periksa hemostasis dan bersihkan area operasi

Pertimbangan Teknis:

  • Pada kasus peradangan lanjut, kandung empedu gangrenosa, atau anatomi yang sulit dikenali, kolesistektomi subtotal laparoskopi atau terbuka adalah pilihan yang valid 1
  • Konversi ke operasi terbuka harus dipertimbangkan pada kasus peradangan lokal berat, perlengketan, perdarahan di segitiga Calot, dan kecurigaan cedera saluran empedu 1
  • Drainase hepatorenal mungkin diperlukan pada kasus tertentu 4

Alternatif Pengobatan untuk Pasien Risiko Tinggi

  • Perkutaneus kolesistostomi dapat dipertimbangkan untuk pasien yang tidak cocok untuk operasi (usia >65, ASA III/IV, status performa 3-4, atau syok septik) 1
  • Kolesistostomi perkutaneus dapat digunakan sebagai jembatan menuju kolesistektomi pada pasien lanjut usia yang sakit akut dengan risiko tinggi 1
  • Kolesistostomi perkutaneus transhepatik adalah metode yang disukai untuk melakukan kolesistostomi perkutaneus 1
  • Kateter kolesistostomi perkutaneus harus dilepas antara 4 dan 6 minggu setelah pemasangan 1, 2

Hasil dan Komplikasi

  • Kolesistektomi laparoskopi pada pasien dengan kolesistitis akut aman, layak, dengan tingkat komplikasi rendah, dan dikaitkan dengan masa rawat inap yang lebih singkat 1
  • Tingkat konversi ke operasi terbuka pada kolesistitis akut bervariasi tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan kolesistolitiasis simptomatik 3
  • Sebagian besar pasien dapat dipulangkan dalam 1-2 hari setelah kolesistektomi laparoskopi 2
  • Tindak lanjut pada 7-10 hari pasca operasi direkomendasikan untuk evaluasi luka 2

Kolesistektomi laparoskopi telah menjadi standar emas dalam penanganan penyakit batu empedu simptomatik dan kolesistitis akut, dengan keunggulan berupa insiden komplikasi yang lebih rendah, masa rawat inap pasca operasi yang lebih singkat, pemulihan yang lebih cepat, dan kembali bekerja lebih awal dibandingkan kolesistektomi terbuka 5.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Gallstones

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Gallstone disease: Surgical aspects of symptomatic cholecystolithiasis and acute cholecystitis.

Best practice & research. Clinical gastroenterology, 2006

Research

Surgical treatment of patients with acute cholecystitis: Tokyo Guidelines.

Journal of hepato-biliary-pancreatic surgery, 2007

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.