Kontraindikasi Kolesistektomi Terbuka
Kontraindikasi absolut untuk kolesistektomi terbuka adalah sepsis berat yang tidak terkontrol dan kontraindikasi anestesi absolut, sementara kontraindikasi relatif meliputi koagulopati berat, perforasi kantong empedu, dan peritonitis bilier.
Kontraindikasi Absolut
- Sepsis berat yang tidak terkontrol: Pasien dengan syok septik memerlukan stabilisasi terlebih dahulu dan mungkin membutuhkan drainase empedu perkutan sebagai jembatan menuju kolesistektomi definitif 1
- Kontraindikasi anestesi absolut: Kondisi kardiopulmonal yang tidak memungkinkan pasien menjalani anestesi umum 1
Kontraindikasi Relatif
Kondisi Medis Pasien
- Koagulopati berat: Gangguan pembekuan darah yang tidak terkoreksi meningkatkan risiko perdarahan intraoperatif 1
- Perforasi kantong empedu: Pada kasus ini, pendekatan perkutan atau endoskopik mungkin lebih diutamakan sebagai tindakan awal 1, 2
- Peritonitis bilier: Memerlukan stabilisasi dan drainase terlebih dahulu 1
- Asites dalam jumlah besar: Meningkatkan risiko komplikasi dan kebocoran bilier 1
Kondisi Khusus
- Kehamilan trimester pertama: Risiko keguguran dan efek toksik anestesi lebih tinggi, sebaiknya ditunda ke trimester kedua jika memungkinkan 1
- Sirosis hati lanjut (Child C): Meningkatkan risiko perdarahan dan komplikasi pasca operasi 1
- Usia sangat lanjut dengan komorbiditas berat: Pada pasien ini, kolesistostomi perkutan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif 1, 3
Pertimbangan Alternatif untuk Pasien Berisiko Tinggi
Pada pasien dengan kontraindikasi kolesistektomi terbuka, beberapa alternatif dapat dipertimbangkan:
Kolesistostomi perkutan: Direkomendasikan untuk pasien berusia >65 tahun dengan ASA III/IV, status performa 3-4, atau syok septik yang dianggap tidak cocok untuk operasi 1, 2
Drainase kantong empedu dengan panduan EUS: Alternatif yang layak untuk kolesistostomi perkutan bagi pasien dengan kontraindikasi operasi 2
Drainase bilier endoskopik: Pada kasus kolesistitis akut dengan kolangitis, ERCP dengan ekstraksi batu saluran empedu dan/atau pemasangan stent bilier direkomendasikan sebagai intervensi lini pertama 2
Catatan Penting
- Kolesistektomi laparoskopik umumnya lebih disukai daripada kolesistektomi terbuka karena tingkat komplikasi yang lebih rendah dan masa rawat inap yang lebih singkat 1
- Pada pasien dengan kolesistitis akut yang mengalami sepsis, kolesistektomi sebaiknya ditunda hingga pasien pulih sepenuhnya dari sepsis, dengan dekompresi bilier dilakukan secara mendesak dalam 24-72 jam setelah presentasi 2
- Kolesistektomi subtotal (laparoskopik atau terbuka) merupakan pilihan yang valid untuk inflamasi lanjut, kantong empedu gangren, dan pada kasus "kantong empedu sulit" di mana anatomi sulit diidentifikasi 1
Penting untuk melakukan evaluasi risiko bedah yang komprehensif sebelum memutuskan pendekatan operatif, dengan mempertimbangkan usia, komorbiditas, dan tingkat keparahan penyakit untuk meminimalkan morbiditas dan mortalitas.