Komponen Penting dalam Pelayanan Kebidanan Dasar di Indonesia
Pelayanan kebidanan dasar di Indonesia mencakup pemeriksaan antenatal care (ANC), penggunaan partograf untuk pemantauan persalinan, dan penanganan persalinan melalui Kala I-IV yang harus dilaksanakan secara terstruktur untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Antenatal Care (ANC)
Komponen ANC yang Direkomendasikan:
- Minimal 8 kali kunjungan ANC selama kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin 1
- Pelayanan ANC yang dipimpin oleh bidan dengan kontinuitas perawatan selama periode antenatal, intranatal, dan postnatal 1
- Pencatatan kesehatan yang dipegang oleh ibu hamil untuk meningkatkan partisipasi aktif 1
- Promosi perilaku kesehatan dan distribusi suplemen nutrisi 1
Pemeriksaan Fisik Obstetrik dalam ANC:
- Pengukuran tekanan darah untuk skrining hipertensi dalam kehamilan 1
- Pemeriksaan hemoglobin untuk mendeteksi anemia 1
- Pemantauan berat badan dan pertumbuhan janin 1
- Skrining diabetes dengan pemeriksaan HbA1c pada ibu dengan riwayat diabetes 1
- USG rutin pada usia kehamilan 12 minggu dan 20 minggu untuk skrining kelainan kongenital 1
Pencegahan Komplikasi Kehamilan:
- Pemberian aspirin dosis rendah (100-150 mg/hari) sebelum 16 minggu kehamilan sampai 37 minggu pada ibu dengan faktor risiko preeklamsia 1
- Suplementasi kalsium 1200 mg/hari pada populasi dengan asupan kalsium rendah 1
- Skrining kesehatan mental untuk mendeteksi gangguan kecemasan dan depresi 1
Partograf dan Pemantauan Persalinan
Penggunaan Partograf:
- Partograf adalah alat pemantauan persalinan yang wajib digunakan untuk mendeteksi penyulit persalinan secara dini 1
- Pencatatan dimulai pada fase aktif persalinan (pembukaan serviks ≥4 cm) 1
- Komponen utama partograf meliputi: denyut jantung janin, pembukaan serviks, penurunan kepala janin, kontraksi uterus, tanda vital ibu, dan cairan ketuban 1
Manfaat Partograf:
- Membantu deteksi dini persalinan macet atau memanjang 1
- Memfasilitasi pengambilan keputusan untuk rujukan tepat waktu 1
- Mengurangi risiko kematian ibu dan bayi melalui identifikasi komplikasi secara dini 2
Tahapan Persalinan (Kala I-IV)
Kala I (Pembukaan):
- Terbagi menjadi fase laten (pembukaan 0-3 cm) dan fase aktif (pembukaan 4-10 cm) 1
- Pemantauan kemajuan persalinan setiap 4 jam pada fase laten dan setiap 2 jam pada fase aktif 1
- Pemantauan denyut jantung janin setiap 30 menit pada fase laten dan setiap 15-30 menit pada fase aktif 1
Kala II (Pengeluaran Janin):
- Dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) hingga kelahiran bayi 1
- Pemantauan denyut jantung janin setiap 5-15 menit 1
- Posisi melahirkan yang nyaman bagi ibu untuk memfasilitasi penurunan janin 1
- Penilaian kebutuhan episiotomi selektif, bukan rutin 1
Kala III (Pelepasan Plasenta):
- Manajemen aktif kala III dengan pemberian oksitosin 10 IU intramuskular segera setelah bayi lahir 1
- Penegangan tali pusat terkendali dengan kontra-traksi pada uterus 1
- Masase uterus segera setelah plasenta lahir 1
- Pemeriksaan kelengkapan plasenta dan selaput ketuban 1
Kala IV (Observasi Pasca Persalinan):
- Pemantauan tanda vital ibu setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua 1
- Pemantauan kontraksi uterus dan perdarahan 1
- Pemantauan tanda bahaya pada ibu dan bayi baru lahir 1
- Inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama kelahiran 1
Tingkatan Fasilitas Pelayanan Maternal di Indonesia
Fasilitas Tingkat I (Perawatan Dasar):
- Puskesmas dan klinik bidan yang menangani kehamilan dan persalinan normal 1
- Memiliki kemampuan untuk melakukan perawatan intrapartum dan postpartum rutin 1
- Memiliki protokol untuk stabilisasi dan rujukan kasus komplikasi 1
- Memiliki akses ke ultrasonografi obstetrik, pemeriksaan laboratorium, dan persediaan darah 1
Fasilitas Tingkat II (Perawatan Spesialis):
- Rumah sakit dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi 1
- Mampu menangani kasus risiko tinggi seperti preeklamsia berat dan perdarahan 1
- Memiliki layanan anestesi 24 jam untuk analgesik persalinan dan anestesi bedah 1
- Memiliki akses konsultasi dengan spesialis maternal-fetal 1
Fasilitas Tingkat III dan IV (Perawatan Subspesialis):
- Rumah sakit rujukan dengan kemampuan penanganan komplikasi maternal dan fetal kompleks 1
- Memiliki tim spesialis maternal-fetal yang tersedia 24 jam 1
- Memiliki unit perawatan intensif untuk ibu hamil dengan komplikasi berat 1
- Berfungsi sebagai pusat rujukan regional dan pendidikan 1
Tantangan dan Solusi Pelayanan Kebidanan di Indonesia
Tantangan:
- Tingginya angka kematian ibu (37,4/10.000 kasus) yang 10 kali lebih tinggi dari negara maju 2
- Perdarahan, infeksi, dan toksemia menyumbang 91,2% kematian langsung obstetrik 2
- Rendahnya pemanfaatan layanan ANC terutama di daerah pedesaan dan luar Jawa-Bali 3
- Hambatan finansial, jarak ke fasilitas kesehatan, dan kondisi jalan yang buruk 4
Solusi:
- Integrasi layanan kesehatan maternal ke dalam program keluarga berencana 2
- Peningkatan aksesibilitas dan ketersediaan layanan kesehatan di daerah pedesaan 3
- Dukungan finansial untuk ibu dari rumah tangga miskin 3
- Program promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ANC 5
- Peningkatan frekuensi kunjungan ANC untuk menurunkan angka kematian neonatal 6
Pendekatan Baru untuk ANC di Indonesia
- Pendekatan baru ANC terbukti meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan sehat, komplikasi kehamilan, persalinan aman, dan perawatan bayi baru lahir 5
- Peningkatan pengetahuan dipengaruhi secara signifikan oleh latar belakang pendidikan dan status sosial-ekonomi 5
- Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi untuk menurunkan angka kematian ibu 5