What are the essential components of basic obstetrics care in Indonesia, including antenatal care (ANC), labor management using the Partograph, and obstetric physical exams, particularly in relation to Kala I-II-III-IV stages of labor?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 13, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Komponen Penting dalam Pelayanan Kebidanan Dasar di Indonesia

Pelayanan kebidanan dasar di Indonesia mencakup pemeriksaan antenatal care (ANC), penggunaan partograf untuk pemantauan persalinan, dan penanganan persalinan melalui Kala I-IV yang harus dilaksanakan secara terstruktur untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Antenatal Care (ANC)

Komponen ANC yang Direkomendasikan:

  • Minimal 8 kali kunjungan ANC selama kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin 1
  • Pelayanan ANC yang dipimpin oleh bidan dengan kontinuitas perawatan selama periode antenatal, intranatal, dan postnatal 1
  • Pencatatan kesehatan yang dipegang oleh ibu hamil untuk meningkatkan partisipasi aktif 1
  • Promosi perilaku kesehatan dan distribusi suplemen nutrisi 1

Pemeriksaan Fisik Obstetrik dalam ANC:

  • Pengukuran tekanan darah untuk skrining hipertensi dalam kehamilan 1
  • Pemeriksaan hemoglobin untuk mendeteksi anemia 1
  • Pemantauan berat badan dan pertumbuhan janin 1
  • Skrining diabetes dengan pemeriksaan HbA1c pada ibu dengan riwayat diabetes 1
  • USG rutin pada usia kehamilan 12 minggu dan 20 minggu untuk skrining kelainan kongenital 1

Pencegahan Komplikasi Kehamilan:

  • Pemberian aspirin dosis rendah (100-150 mg/hari) sebelum 16 minggu kehamilan sampai 37 minggu pada ibu dengan faktor risiko preeklamsia 1
  • Suplementasi kalsium 1200 mg/hari pada populasi dengan asupan kalsium rendah 1
  • Skrining kesehatan mental untuk mendeteksi gangguan kecemasan dan depresi 1

Partograf dan Pemantauan Persalinan

Penggunaan Partograf:

  • Partograf adalah alat pemantauan persalinan yang wajib digunakan untuk mendeteksi penyulit persalinan secara dini 1
  • Pencatatan dimulai pada fase aktif persalinan (pembukaan serviks ≥4 cm) 1
  • Komponen utama partograf meliputi: denyut jantung janin, pembukaan serviks, penurunan kepala janin, kontraksi uterus, tanda vital ibu, dan cairan ketuban 1

Manfaat Partograf:

  • Membantu deteksi dini persalinan macet atau memanjang 1
  • Memfasilitasi pengambilan keputusan untuk rujukan tepat waktu 1
  • Mengurangi risiko kematian ibu dan bayi melalui identifikasi komplikasi secara dini 2

Tahapan Persalinan (Kala I-IV)

Kala I (Pembukaan):

  • Terbagi menjadi fase laten (pembukaan 0-3 cm) dan fase aktif (pembukaan 4-10 cm) 1
  • Pemantauan kemajuan persalinan setiap 4 jam pada fase laten dan setiap 2 jam pada fase aktif 1
  • Pemantauan denyut jantung janin setiap 30 menit pada fase laten dan setiap 15-30 menit pada fase aktif 1

Kala II (Pengeluaran Janin):

  • Dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) hingga kelahiran bayi 1
  • Pemantauan denyut jantung janin setiap 5-15 menit 1
  • Posisi melahirkan yang nyaman bagi ibu untuk memfasilitasi penurunan janin 1
  • Penilaian kebutuhan episiotomi selektif, bukan rutin 1

Kala III (Pelepasan Plasenta):

  • Manajemen aktif kala III dengan pemberian oksitosin 10 IU intramuskular segera setelah bayi lahir 1
  • Penegangan tali pusat terkendali dengan kontra-traksi pada uterus 1
  • Masase uterus segera setelah plasenta lahir 1
  • Pemeriksaan kelengkapan plasenta dan selaput ketuban 1

Kala IV (Observasi Pasca Persalinan):

  • Pemantauan tanda vital ibu setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua 1
  • Pemantauan kontraksi uterus dan perdarahan 1
  • Pemantauan tanda bahaya pada ibu dan bayi baru lahir 1
  • Inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama kelahiran 1

Tingkatan Fasilitas Pelayanan Maternal di Indonesia

Fasilitas Tingkat I (Perawatan Dasar):

  • Puskesmas dan klinik bidan yang menangani kehamilan dan persalinan normal 1
  • Memiliki kemampuan untuk melakukan perawatan intrapartum dan postpartum rutin 1
  • Memiliki protokol untuk stabilisasi dan rujukan kasus komplikasi 1
  • Memiliki akses ke ultrasonografi obstetrik, pemeriksaan laboratorium, dan persediaan darah 1

Fasilitas Tingkat II (Perawatan Spesialis):

  • Rumah sakit dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi 1
  • Mampu menangani kasus risiko tinggi seperti preeklamsia berat dan perdarahan 1
  • Memiliki layanan anestesi 24 jam untuk analgesik persalinan dan anestesi bedah 1
  • Memiliki akses konsultasi dengan spesialis maternal-fetal 1

Fasilitas Tingkat III dan IV (Perawatan Subspesialis):

  • Rumah sakit rujukan dengan kemampuan penanganan komplikasi maternal dan fetal kompleks 1
  • Memiliki tim spesialis maternal-fetal yang tersedia 24 jam 1
  • Memiliki unit perawatan intensif untuk ibu hamil dengan komplikasi berat 1
  • Berfungsi sebagai pusat rujukan regional dan pendidikan 1

Tantangan dan Solusi Pelayanan Kebidanan di Indonesia

Tantangan:

  • Tingginya angka kematian ibu (37,4/10.000 kasus) yang 10 kali lebih tinggi dari negara maju 2
  • Perdarahan, infeksi, dan toksemia menyumbang 91,2% kematian langsung obstetrik 2
  • Rendahnya pemanfaatan layanan ANC terutama di daerah pedesaan dan luar Jawa-Bali 3
  • Hambatan finansial, jarak ke fasilitas kesehatan, dan kondisi jalan yang buruk 4

Solusi:

  • Integrasi layanan kesehatan maternal ke dalam program keluarga berencana 2
  • Peningkatan aksesibilitas dan ketersediaan layanan kesehatan di daerah pedesaan 3
  • Dukungan finansial untuk ibu dari rumah tangga miskin 3
  • Program promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ANC 5
  • Peningkatan frekuensi kunjungan ANC untuk menurunkan angka kematian neonatal 6

Pendekatan Baru untuk ANC di Indonesia

  • Pendekatan baru ANC terbukti meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan sehat, komplikasi kehamilan, persalinan aman, dan perawatan bayi baru lahir 5
  • Peningkatan pengetahuan dipengaruhi secara signifikan oleh latar belakang pendidikan dan status sosial-ekonomi 5
  • Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi untuk menurunkan angka kematian ibu 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.