What are the best antioxidants for sperm disorders?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 15, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Antioksidan Terbaik untuk Kelainan Sperma

Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia, tidak ada cukup data berkualitas tinggi untuk merekomendasikan penggunaan antioksidan spesifik untuk mengatasi kelainan sperma. 1

Bukti Ilmiah tentang Antioksidan dan Kelainan Sperma

Tinjauan Bukti Saat Ini

  • Stres oksidatif memang berperan penting dalam disfungsi sperma dan infertilitas pria, namun bukti klinis untuk penggunaan antioksidan masih terbatas dan berkualitas rendah 1
  • Tinjauan Cochrane yang menganalisis 48 studi (37 di antaranya termasuk dalam meta-analisis) menemukan bahwa hanya 7 dari 48 uji klinis yang melaporkan tingkat kehamilan klinis, dan hanya 4 yang melaporkan kelahiran hidup 1
  • Bukti berkualitas rendah dari hanya 4 RCT kecil menunjukkan bahwa suplementasi antioksidan pada pria infertil mungkin meningkatkan tingkat kelahiran hidup, tetapi data tentang efek samping masih kurang 1

Jenis Antioksidan yang Diteliti

  • Beberapa antioksidan yang telah diteliti termasuk vitamin C, vitamin E, koenzim Q10 (CoQ10), karnitin, asam folat, selenium, dan zinc 2, 3
  • L-karnitin, terutama dalam kombinasi dengan L-asetil-karnitin, menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk konsentrasi sperma, motilitas progresif, dan morfologi dalam beberapa penelitian 4
  • Kombinasi vitamin E dengan selenium atau zinc memiliki peringkat tertinggi untuk motilitas total sperma dalam beberapa studi 4
  • Vitamin E dengan CoQ10 menunjukkan kontribusi pada motilitas progresif sperma 4

Efek Antioksidan pada Parameter Sperma

Potensi Manfaat

  • Beberapa studi menunjukkan bahwa antioksidan dapat meningkatkan jumlah sperma, motilitas, dan morfologi pada pria infertil 2, 3
  • Administrasi simultan vitamin E dan vitamin C dapat mengurangi kerusakan DNA sperma dalam beberapa penelitian 2
  • Asupan antioksidan yang lebih tinggi dikaitkan dengan jumlah sperma dan motilitas yang lebih baik pada sampel pria sehat non-perokok 3

Keterbatasan Bukti

  • Kualitas metodologi sebagian besar studi tentang antioksidan dan terapi herbal untuk mengobati infertilitas pria masih buruk 1
  • Heterogenitas studi yang dipilih membuat meta-analisis menjadi tantangan tersendiri 1
  • Teknik untuk mengukur stres oksidatif, kapasitas antioksidan, dan/atau kerusakan DNA tidak distandarisasi di antara semua uji klinis 1
  • Sering kali tidak ada preseleksi yang jelas dari subkelompok untuk pengujian, misalnya konfirmasi spesies oksigen reaktif tinggi/kerusakan DNA, atau kapasitas antioksidan berkurang 1

Rekomendasi Klinis

Panduan Resmi

  • Pedoman dari Human Reproduction Update (2017) dengan tegas merekomendasikan berdasarkan bukti berkualitas rendah bahwa data yang tersedia tidak cukup untuk merekomendasikan penggunaan terapi antioksidan tambahan untuk pengobatan pria dengan parameter semen abnormal dan/atau infertilitas pria 1
  • European Association of Urology (2025) menyatakan bahwa bukti untuk peran terapi antioksidan dalam infertilitas pria masih bertentangan 1
  • American Urological Association/American Society for Reproductive Medicine (2021) menyarankan agar klinisi memberi tahu pasien bahwa manfaat suplemen (misalnya antioksidan, vitamin) memiliki kegunaan klinis yang dipertanyakan dalam mengobati infertilitas pria 1

Pertimbangan Praktis

  • Meskipun bukti masih terbatas, terapi antioksidan oral dapat meningkatkan status oksidatif seminal pada pria infertil baik dengan menurunkan stres oksidatif atau dengan meningkatkan kapasitas antioksidan total 1
  • Dalam beberapa kasus, hubungan positif termanifestasi dalam peningkatan parameter semen, paling sering motilitas sperma 1
  • Ini mungkin menjelaskan tingkat kehamilan yang lebih tinggi setelah terapi antioksidan dibandingkan dengan plasebo, tetapi studi lebih lanjut yang terperinci diperlukan 1

Kesimpulan dan Arah Penelitian Masa Depan

  • Diperlukan uji klinis acak terkontrol plasebo yang besar dan dirancang dengan baik dengan hasil utama berupa waktu untuk hamil dan tingkat kelahiran hidup (termasuk kesehatan kelahiran ini) yang dilaporkan pada kelompok yang terkarakterisasi dengan baik 1
  • Penelitian lebih lanjut perlu fokus pada efek suplementasi diet, vitamin, dan obat herbal pada parameter sperma dan hasil kesuburan 1
  • Saat ini, tidak ada data berkualitas tinggi untuk mendukung penggunaan antioksidan tunggal atau kombinasi antioksidan tertentu, dan tidak mungkin untuk merekomendasikan rejimen pengobatan yang efektif 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Antioxidant supplements and semen parameters: An evidence based review.

International journal of reproductive biomedicine, 2016

Research

Antioxidant intake is associated with semen quality in healthy men.

Human reproduction (Oxford, England), 2005

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.