Penyebab Hipotermia Berkepanjangan pada Bayi di Infant Warmer
Bayi dapat mengalami hipotermia berkepanjangan meskipun berada di infant warmer karena penggunaan infant warmer saja tidak cukup - diperlukan kombinasi intervensi termasuk suhu lingkungan yang tepat, selimut hangat, pembungkus plastik, topi, dan alas termal untuk mencegah hipotermia pada bayi baru lahir, terutama bayi prematur.
Faktor-faktor Penyebab Hipotermia Berkepanjangan
Keterbatasan Infant Warmer
- Infant warmer saja tidak cukup untuk mempertahankan suhu normal pada bayi, terutama bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah 1
- Penggunaan infant warmer tanpa intervensi tambahan memiliki efektivitas terbatas dalam mencegah hipotermia 1
Faktor Risiko Bayi
- Bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko hipotermia lebih tinggi karena:
Faktor Lingkungan
- Suhu ruangan yang tidak optimal (seharusnya 23-25°C) dapat menyebabkan hipotermia berkepanjangan 1
- Kelembaban udara yang tidak tepat dapat mempengaruhi efektivitas infant warmer 1, 5
- Paparan dingin saat prosedur medis atau perawatan rutin 6, 4
Intervensi yang Direkomendasikan
Kombinasi Intervensi yang Efektif
- Penggunaan kombinasi intervensi terbukti lebih efektif daripada infant warmer saja, termasuk:
Penggunaan Pembungkus Plastik
- Pembungkus plastik sangat efektif untuk mengurangi risiko hipotermia pada bayi prematur 1, 5
- Metaanalisis menunjukkan bahwa pembungkus plastik meningkatkan suhu tubuh inti saat masuk NICU (perbedaan rata-rata 0,58°C, 95% CI 0,50-0,66) 5
- Mengurangi risiko hipotermia sebesar 33% (RR 0,67,95% CI 0,62-0,72) 5
Penggunaan Topi/Penutup Kepala
- Penggunaan topi sangat direkomendasikan untuk bayi prematur (<34 minggu) 1
- Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan topi meningkatkan normotermia secara signifikan (RR 6,00,95% CI 1,96-18,38) 1
Pemantauan Suhu yang Tepat
- Pemantauan suhu harus dilakukan secara cermat untuk mencegah hipotermia dan hipertermia 1
- Suhu tubuh normal yang direkomendasikan adalah 36,5-37,5°C 6, 5
Hal-hal yang Perlu Diwaspadai
Risiko Hipertermia
- Penggunaan kombinasi intervensi dapat meningkatkan risiko hipertermia 1, 5
- Perlu pemantauan suhu yang ketat untuk menghindari suhu tubuh >38°C 1
Kesalahan Umum dalam Manajemen Suhu
- Mengandalkan hanya satu intervensi (seperti infant warmer saja) 1, 2
- Mengabaikan pentingnya suhu lingkungan 1
- Tidak menggunakan topi/penutup kepala pada bayi prematur 1, 6
- Penundaan pengenalan intervensi pencegahan hipotermia 2, 5
- Pemantauan suhu yang tidak adekuat 6, 3
Rekomendasi Praktis
- Gunakan pendekatan kombinasi intervensi untuk mencegah hipotermia 1
- Pastikan suhu ruangan optimal (23-25°C) 1
- Gunakan pembungkus plastik tanpa pengeringan, terutama untuk bayi prematur 1
- Selalu gunakan topi/penutup kepala 1, 6
- Pantau suhu bayi secara ketat untuk menghindari hipotermia dan hipertermia 1
- Pertimbangkan penggunaan alas termal sebagai tambahan infant warmer 1, 5