Manajemen dan Asesmen Neonatus Berisiko Tinggi
Manajemen neonatus berisiko tinggi memerlukan pendekatan komprehensif yang berfokus pada stabilitas fisiologis, identifikasi risiko infeksi dan non-infeksi, serta perencanaan perawatan yang terkoordinasi untuk memastikan kelangsungan hidup dan kualitas hidup optimal. 1
Asesmen Risiko Infeksi
Identifikasi Faktor Risiko Infeksi
- Bayi prematur memiliki risiko infeksi lebih tinggi karena sistem imun yang belum matang 2
- Penggunaan kateter sentral berkepanjangan meningkatkan risiko infeksi nosokomial 2
- Ventilasi mekanis berkepanjangan meningkatkan risiko pneumonia 2
- Kelainan kongenital dapat menjadi faktor predisposisi infeksi 2
- Penggunaan antibiotik spektrum luas dapat menyebabkan disbiosis dan meningkatkan risiko infeksi 2
Evaluasi Klinis untuk Infeksi
- Lakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dengan fokus pada tanda-tanda infeksi (perubahan suhu, pernapasan, warna kulit, aktivitas) 3
- Evaluasi laboratorium termasuk hitung darah lengkap, CRP, kultur darah, dan analisis cairan serebrospinal jika diperlukan 3
- Pemantauan tanda vital secara ketat untuk mendeteksi perubahan dini 1
Manajemen Antibiotik
- Untuk sepsis neonatal yang dicurigai, terapi empiris dengan kombinasi ampisilin dan gentamisin direkomendasikan 4, 5
- Dosis gentamisin untuk neonatus harus disesuaikan berdasarkan usia gestasi dan postnatal 4
- Dosis ampisilin untuk meningitis bakterial dan sepsis pada neonatus:
- Usia gestasi ≤34 minggu, usia postnatal ≤7 hari: 100 mg/kg/hari dibagi setiap 12 jam
- Usia gestasi ≤34 minggu, usia postnatal 8-28 hari: 150 mg/kg/hari dibagi setiap 12 jam
- Usia gestasi >34 minggu, usia postnatal ≤28 hari: 150 mg/kg/hari dibagi setiap 8 jam 5
- Terapi antibiotik harus dilanjutkan minimal 48-72 jam setelah pasien bebas gejala 5
Asesmen Risiko Non-Infeksi
Evaluasi Kematangan Fisiologis
- Kemampuan makan oral yang cukup untuk mendukung pertumbuhan 1
- Kemampuan mempertahankan suhu tubuh normal dalam lingkungan rumah 1
- Kontrol pernapasan yang cukup matang 1
- Pola pertumbuhan berat badan yang berkelanjutan 6
Skrining dan Evaluasi Sebelum Pemulangan
- Skrining metabolik harus diselesaikan 1
- Imunisasi sesuai usia postnatal harus diberikan 1
- Evaluasi status hematologis untuk mendeteksi anemia 1
- Pemeriksaan funduskopi untuk retinopati prematuritas pada bayi berisiko 1
- Evaluasi pendengaran dengan pengukuran elektronik 1
- Evaluasi kursi mobil untuk memastikan stabilitas fisiologis 1
- Asesmen neurologis dan perkembangan saraf dasar 1
Evaluasi Khusus untuk Bayi dengan Kejang
- Evaluasi neurologis menyeluruh termasuk pemeriksaan EEG 6
- Edukasi orangtua tentang pengenalan kejang dan manajemen darurat 6
- Pengajaran posisi yang tepat selama kejang (posisi pemulihan) 6
- Instruksi untuk tidak menahan bayi atau memasukkan apapun ke dalam mulut selama kejang 6
Perencanaan Perawatan Komprehensif
Persiapan Keluarga
- Identifikasi minimal dua pengasuh yang mampu merawat bayi 1
- Berikan edukasi komprehensif tentang perawatan bayi berisiko tinggi 1
- Libatkan orangtua dalam perawatan bayi sejak awal rawat inap 1
- Kembangkan rencana pengajaran individual dengan daftar periksa tertulis 1
- Lakukan evaluasi kemampuan orangtua dalam merawat bayi sebelum pemulangan 1
Koordinasi Perawatan Lanjutan
- Identifikasi dokter perawatan primer ("rumah medis") jauh sebelum pemulangan 1
- Jadwalkan janji temu awal dengan dokter perawatan primer sebelum pemulangan 1
- Atur janji temu spesifik dengan setiap spesialis yang terlibat 1
- Daftarkan bayi dalam klinik tindak lanjut yang mengkhususkan diri dalam penilaian perkembangan saraf bayi berisiko tinggi 1
- Kembangkan rencana untuk perawatan darurat dan transportasi ke rumah sakit jika diperlukan 1
Dukungan Sosial dan Komunitas
- Evaluasi kondisi psikologis, sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga 1
- Identifikasi kekuatan yang dapat mendukung adaptasi, pertumbuhan, dan perkembangan bayi 1
- Lakukan tinjauan kebutuhan keluarga, keterampilan mengatasi masalah, penggunaan sumber daya yang tersedia, dan masalah keuangan 1
- Kembangkan rencana intervensi yang sesuai menggunakan program komunitas yang tersedia 1
- Pertimbangkan kunjungan perawat ke rumah untuk bayi berisiko tinggi 1
Pertimbangan Khusus
Bayi Prematur
- Bayi prematur harus ditempatkan dalam posisi telentang untuk tidur, seperti bayi cukup bulan 1
- Monitor rumah jarang diindikasikan untuk deteksi apnea semata-mata karena kontrol pernapasan yang belum matang 1
- Monitor rumah tidak diindikasikan untuk pencegahan SIDS pada bayi prematur, meskipun bayi prematur berisiko lebih tinggi terkena SIDS 1
Bayi dengan Kebutuhan Teknologi
- Pilih perusahaan atau agen perawatan rumah yang memiliki kinerja sebelumnya yang baik dan program pengendalian mutu yang ada 1
- Pastikan peralatan dan persediaan yang diperlukan tersedia dengan sumber yang dapat diakses 1
- Gunakan perawat yang berpengalaman dan berkualifikasi untuk melakukan penilaian yang diperlukan 1
Bayi dengan Risiko Keluarga
- Lakukan penilaian psikososial untuk kekuatan dan risiko pengasuhan 6
- Selesaikan penilaian lingkungan rumah yang mungkin termasuk evaluasi di tempat 6
- Tinjau sumber daya keuangan yang tersedia dan identifikasi dukungan keuangan yang memadai 6
Dengan menerapkan pendekatan sistematis ini dalam manajemen dan asesmen neonatus berisiko tinggi, kita dapat meningkatkan hasil klinis dan mencegah komplikasi yang dapat mengancam jiwa, baik dari infeksi maupun kondisi non-infeksi.