Penggunaan Sterimar untuk Pasien dengan Batuk Kronis
Sterimar (irigasi hidung saline) dapat membantu mengurangi gejala batuk pada pasien dengan batuk kronis yang disebabkan oleh Upper Airway Cough Syndrome (UACS), terutama jenis hipertonik yang menunjukkan hasil lebih baik untuk gejala batuk dibandingkan saline normal.
Mekanisme Kerja dan Efektivitas
- Upper Airway Cough Syndrome (UACS), sebelumnya dikenal sebagai Post Nasal Drip Syndrome (PNDS), merupakan penyebab umum batuk kronis pada orang dewasa 1
- Sterimar (nasal saline spray) bekerja dengan:
Bukti Klinis untuk Penggunaan Sterimar pada Batuk Kronis
- Penelitian Culig 2010 menunjukkan bahwa Sterimar hipertonik (2,12%) yang digunakan 3-6 kali sehari selama 2 minggu memberikan hasil yang lebih baik untuk gejala kongesti (pada minggu 1 dan 2) dan batuk (pada minggu ke-2) dibandingkan saline normal 2
- Irigasi hidung dengan saline normal juga terbukti memperbaiki batuk kronis yang terkait dengan rhinitis alergi, bahkan menunjukkan hasil yang lebih baik daripada fluticasone propionate nasal spray dalam mengurangi gejala batuk 5
- Penggunaan Sterimar Mn (diperkaya mangan) selama 5 bulan secara signifikan mengurangi episode rhinitis alergi akut dan memperbaiki kualitas hidup pada pasien dengan rhinitis alergi kronis 4
Rekomendasi Penggunaan
- Untuk pasien dengan batuk kronis yang dicurigai berhubungan dengan UACS:
- Untuk pasien dengan batuk kronis yang tidak merespons terapi antihistamin/dekongestan:
Pendekatan Terapi Komprehensif untuk UACS
- Lini pertama terapi untuk UACS adalah kombinasi antihistamin generasi pertama dengan dekongestan 1, 6
- Contoh: dexbrompheniramine maleate 6 mg dua kali sehari atau azatadine maleate 1 mg dua kali sehari, sering dikombinasikan dengan pseudoephedrine 6
- Jika tidak ada respons terhadap terapi antihistamin/dekongestan:
- Untuk rhinitis alergi, tambahkan kortikosteroid intranasal untuk pengobatan jangka panjang 2, 1
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
- Suhu saline tidak mempengaruhi efektivitas - saline suhu ruangan sama efektifnya dengan saline yang dihangatkan dalam memperbaiki fungsi mukosiliar 3
- Irigasi saline isotonis lebih efektif daripada hipertonik untuk gejala umum rhinosinusitis kronis, tetapi untuk gejala batuk spesifik, formulasi hipertonik seperti Sterimar (2,12%) menunjukkan hasil yang lebih baik 2
- Perbaikan fungsi mukosiliar terlihat setelah irigasi hidung pada pasien dengan rhinosinusitis kronis, yang dapat membantu mengurangi batuk 3
- Pengobatan yang ditargetkan untuk rhinosinusitis yang menyertai sindrom UACS dan batuk kronis dapat menyebabkan perbaikan batuk 7
Kesimpulan
Sterimar (terutama formulasi hipertonik) dapat menjadi pilihan pengobatan yang efektif untuk pasien dengan batuk kronis yang disebabkan oleh UACS, baik sebagai terapi tambahan maupun pada kasus yang tidak merespons terapi antihistamin/dekongestan konvensional. Penggunaan teratur selama minimal 2 minggu direkomendasikan untuk melihat efektivitasnya pada gejala batuk.