Narasi Workshop Intraarticular Injection dan Cryoablation untuk Intervensi Nyeri di KONAS PERDATIN Riau 2025
Workshop intraarticular injection dan cryoablation untuk intervensi nyeri harus mencakup aspek praktis sebelum, selama, dan setelah prosedur untuk memastikan efektivitas dan keamanan yang optimal bagi pasien dengan nyeri sendi dan muskuloskeletal.
Latar Belakang dan Dasar Ilmiah
- Terapi intraartikular (IAT) merupakan prosedur penting yang banyak dilakukan oleh berbagai profesional kesehatan untuk menangani nyeri sendi pada pasien dengan artritis dan osteoartritis 1
- Cryoablation muncul sebagai pendekatan baru dalam manajemen nyeri bahu dan sendi yang memiliki keunggulan dalam mempertahankan fungsi motorik 2
- Prosedur intervensi nyeri ini memiliki bukti ilmiah yang kuat untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi pada berbagai kondisi artritis 3
Struktur Workshop
Sesi 1: Prinsip Dasar dan Persiapan Prosedur
- Peserta harus memahami bahwa tujuan utama IAT adalah untuk meningkatkan hasil yang berpusat pada pasien, termasuk pengurangan nyeri dan peningkatan fungsi 1
- Persiapan pasien harus mencakup informasi lengkap tentang prosedur, bahan yang akan disuntikkan, serta potensi manfaat dan risiko 1
- Setting optimal untuk prosedur meliputi: ruangan profesional yang bersih, tenang, privat, dan pencahayaan yang baik 1
- Persiapan peralatan untuk prosedur aseptik dan ketersediaan peralatan resusitasi di dekat lokasi prosedur 1
Sesi 2: Teknik Intraarticular Injection
- Akurasi injeksi bergantung pada jenis sendi, jalur masuk, dan keahlian profesional kesehatan; penggunaan panduan pencitraan seperti ultrasonografi dapat meningkatkan akurasi 1
- Teknik aseptik harus selalu dilakukan saat melakukan IAT untuk mengurangi risiko infeksi 1
- Demonstrasi teknik injeksi untuk berbagai sendi (lutut, bahu, pergelangan tangan, dll.) dengan penekanan pada landmark anatomi 3, 4
- Diskusi tentang berbagai bahan yang dapat disuntikkan: kortikosteroid, asam hialuronat, produk darah autologous, dan anestesi lokal 1, 3
Sesi 3: Teknik Cryoablation untuk Intervensi Nyeri
- Pengenalan cryoablation sebagai teknik ablasi saraf yang mempertahankan fungsi motorik, terutama untuk nyeri bahu pada penyakit rotator cuff 2
- Identifikasi cabang artikular saraf yang tepat berdasarkan landmark anatomi untuk prosedur cryoablation 2
- Teknik cryoablation dengan panduan ultrasonografi untuk cabang artikular saraf suprascapular, saraf aksilaris, dan saraf pektoral lateral 2
- Manfaat cryoablation dibandingkan dengan radiofrequency neurotomy dalam hal preservasi fungsi motorik 2, 5
Sesi 4: Pertimbangan Khusus dan Populasi Spesial
- Manajemen pasien diabetes: pasien diabetes, terutama yang memiliki kontrol suboptimal, harus diinformasikan tentang risiko peningkatan glikemia sementara setelah injeksi kortikosteroid intraartikular 1
- Pasien dengan gangguan pembekuan darah: IAT bukan merupakan kontraindikasi pada orang dengan gangguan pembekuan/perdarahan atau yang mengonsumsi obat antitrombotik, kecuali jika risiko perdarahan tinggi 1
- Pertimbangan pada kehamilan: saat menyuntikkan sendi selama kehamilan, harus dipertimbangkan apakah senyawa yang digunakan aman untuk ibu dan bayi 1
- Pasien dengan riwayat penggantian sendi: IAT dapat dilakukan setidaknya 3 bulan sebelum operasi penggantian sendi, dan dapat dilakukan setelah penggantian sendi setelah berkonsultasi dengan tim bedah 1
Sesi 5: Perawatan Pasca Prosedur dan Evaluasi Hasil
- Hindari penggunaan berlebihan pada sendi yang disuntik selama 24 jam setelah IAT; namun, imobilisasi tidak dianjurkan 1, 3
- Keputusan untuk melakukan injeksi ulang harus mempertimbangkan manfaat dari injeksi sebelumnya dan faktor individual lainnya 1, 6
- Evaluasi hasil terapi berdasarkan pengurangan nyeri, peningkatan fungsi, dan peningkatan kualitas hidup 1, 3
- Diskusi tentang durasi efek terapi: kortikosteroid (beberapa minggu hingga bulan), asam hialuronat (hingga 1 tahun), cryoablation (6-12 bulan) 3, 2
Sesi Praktik Hands-on
- Praktik pada model anatomi untuk berbagai teknik injeksi intraartikular 4, 7
- Demonstrasi penggunaan ultrasonografi untuk meningkatkan akurasi injeksi 1
- Simulasi prosedur cryoablation dengan fokus pada identifikasi cabang artikular saraf 2
- Praktik komunikasi dengan pasien tentang prosedur, risiko, dan perawatan pasca prosedur 1
Evaluasi dan Sertifikasi
- Evaluasi pengetahuan teoritis tentang indikasi, kontraindikasi, dan komplikasi prosedur 1, 3
- Penilaian keterampilan praktis dalam melakukan injeksi intraartikular dan cryoablation 2, 4
- Diskusi kasus klinis untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam pengambilan keputusan klinis 1, 3
- Sertifikasi kompetensi dalam melakukan prosedur intervensi nyeri 1, 6
Catatan Penting
- Selalu lakukan teknik aseptik untuk mengurangi risiko infeksi sendi 1
- Perhatikan dosis dan jenis obat yang sesuai untuk setiap jenis sendi dan indikasi 1, 3
- Dokumentasikan informed consent sesuai dengan kebiasaan lokal 1
- Pertimbangkan faktor kontekstual yang dapat mempengaruhi hasil terapi, seperti komunikasi efektif dan ekspektasi pasien 1