What is the procedure for performing a Thiersch-Duplay urethroplasty?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Prosedur Uretroplasty Thiersch Duplay

Uretroplasty Thiersch Duplay adalah teknik tubularisasi plat uretra yang digunakan untuk rekonstruksi uretra, terutama pada kasus hipospadia. Teknik ini merupakan metode yang efektif untuk memperbaiki hipospadia distal dengan hasil fungsional dan kosmetik yang sangat baik 1.

Persiapan Preoperatif

  • Evaluasi lengkap kondisi anatomi uretra pasien, termasuk lokasi meatus, derajat chordee, dan kualitas plat uretra 2
  • Perencanaan teknik operasi berdasarkan jenis hipospadia (distal, midshaft, atau proksimal) 3
  • Persiapkan instrumen bedah, kateter uretra dengan ukuran yang sesuai (biasanya 5Fr atau 8Fr untuk anak-anak) 3

Langkah-Langkah Prosedur

1. Insisi dan Persiapan

  • Lakukan insisi pada kulit ventral penis di sekitar meatus hipospadia 2
  • Identifikasi dan mobilisasi plat uretra dengan hati-hati 1
  • Jika diperlukan, lakukan koreksi chordee untuk memastikan penis lurus 4

2. Modifikasi Plat Uretra

  • Pada plat uretra yang sempit, lakukan insisi pada garis tengah plat uretra (modifikasi Snodgrass) untuk memperlebar plat 3
  • Insisi dilakukan sepanjang plat uretra dari meatus proksimal hingga ujung distal 3
  • Insisi ini memungkinkan tubularisasi tanpa ketegangan 2

3. Tubularisasi Plat Uretra

  • Tubularisasi plat uretra dilakukan dengan jahitan subepitelial menggunakan benang absorbable halus (biasanya 6-0 atau 7-0) 1
  • Jahitan dimulai dari bagian proksimal ke distal, membentuk tabung uretra baru 2
  • Pastikan tidak ada ketegangan pada garis jahitan 4

4. Lapisan Kedua untuk Menutupi Uretroplasti

  • Gunakan jaringan subkutan sebagai lapisan kedua untuk menutupi uretroplasti 2
  • Penggunaan pedikel jaringan subkutan vaskularisasi dapat mengurangi risiko fistula secara signifikan (risiko fistula 0,8% dibandingkan 6,4% jika hanya menggunakan jaringan lokal) 2

5. Glanuloplasti

  • Lakukan mobilisasi sayap glans 1
  • Tutup glans di atas uretra baru dengan jahitan interupsi menggunakan benang absorbable 1
  • Pastikan meatus terletak di ujung glans dengan penampilan yang baik 1

6. Penutupan Kulit dan Perawatan Pasca Operasi

  • Tutup kulit penis dengan teknik yang sesuai untuk hasil kosmetik optimal 2
  • Pasang kateter uretra selama 7-10 hari pasca operasi 3
  • Berikan antibiotik profilaksis sesuai protokol 5

Hasil dan Komplikasi

  • Tingkat keberhasilan prosedur ini mencapai 97% pada hipospadia distal 2
  • Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
    • Fistula uretra (2,1-6,4%) 1, 2
    • Stenosis meatus (0,5-8%) 1, 5
    • Dehisensi uretra distal (1-5%) 1, 3

Pertimbangan Khusus

  • Untuk hipospadia proksimal yang berat, kombinasi teknik Thiersch-Duplay dengan teknik flap tubularisasi pulau (Duckett) dapat dipertimbangkan, dengan tingkat keberhasilan 74% 4
  • Pada kasus dengan plat uretra yang sangat sempit, modifikasi Snodgrass (insisi pada plat uretra) sangat membantu untuk mencapai tubularisasi tanpa ketegangan 3
  • Hindari penggunaan kulit yang mengandung rambut untuk uretroplasti substitusi karena dapat menyebabkan batu uretra, ISK berulang, dan obstruksi aliran urin 6
  • Follow-up jangka panjang sangat penting karena komplikasi stenosis uretra dapat muncul setelah 1 tahun pasca operasi 5

Catatan Penting

  • Penggunaan jaringan mukosa oral sebagai pilihan pertama untuk graft pada uretroplasti substitusi memberikan kepuasan pasien yang lebih tinggi dibandingkan flap kulit 6
  • Hindari tubularisasi uretra dalam satu tahap pada kasus yang membutuhkan penggantian segmen uretra yang panjang karena berisiko tinggi mengalami restenosis 6
  • Pasien dengan hipospadia distal memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan dengan hipospadia proksimal 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.