Differential Diagnosis
- Single most likely diagnosis
- Infeksi sekunder pasca FESS (Fungsi Endoskopi Sinus): Gejala edema palpebra, hiperemis, dan nyeri tekan pada orbita kanan setelah FESS revisi draft 3 hari ke-18 mendukung kemungkinan infeksi sekunder. FESS dapat menyebabkan trauma pada jaringan sekitar, memungkinkan bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi.
- Other Likely diagnoses
- Abses orbita: Meskipun tidak ada sekret, abses orbita dapat terjadi tanpa gejala yang jelas. Edema palpebra dan nyeri tekan dapat menjadi tanda awal abses orbita.
- Selulitis orbita: Selulitis orbita dapat menyebabkan gejala serupa dengan infeksi sekunder pasca FESS, termasuk edema palpebra, hiperemis, dan nyeri tekan.
- Do Not Miss (ddxs yang tidak mungkin, tetapi dapat berakibat fatal jika tidak didiagnosis)
- Trombosis sinus kavernosus: Meskipun jarang, trombosis sinus kavernosus dapat terjadi sebagai komplikasi infeksi sinus atau FESS. Gejala dapat meliputi edema palpebra, hiperemis, dan nyeri tekan, serta gejala lain seperti sakit kepala dan demam.
- Abses intrakranial: Abses intrakranial dapat terjadi sebagai komplikasi infeksi sinus atau FESS, dan dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, demam, dan perubahan status mental.
- Rare diagnoses
- Granuloma orbita: Granuloma orbita dapat menyebabkan gejala seperti edema palpebra dan nyeri tekan, tetapi biasanya tidak terkait dengan FESS atau infeksi sinus.
- Pseudotumor orbita: Pseudotumor orbita dapat menyebabkan gejala seperti edema palpebra dan nyeri tekan, tetapi biasanya tidak terkait dengan FESS atau infeksi sinus.